TRAGEDI SREBRENICA TERBUKTI DUNIA BUTUH KHILAFAH

TRAGEDI SREBRENICA TERBUKTI DUNIA BUTUH KHILAFAH



Oleh: Nurati Azzahra ( Aktivis Dakwah

Sejarah pilu kaum muslim di berbagai belahan dunia, sejarah tersebut mengingatkan kita kembali tepat Pada 11 Juli 1995,  23 tahun silam, dimulai sebuah pembantaian paling sadis di Eropa pasca-Perang Dunia II, demikian menurut mantan Sekjen PBB Kofi Annan. Ia merujuk pada genosida ribuan warga muslim Bosnia di Kota Srebrenica, Bosnia dan Herzegovina.

Kini hanya bisa mengenang kembali Upacara peringatan 25 tahun pembantaian Srebrenica, di mana lebih dari 8.000 pria dewasa dan anak laki-laki Muslim Bosnia dibunuh, akan dihadiri lebih sedikit orang karena pandemi virus corona.

Jumlah orang yang menghadiri upacara di Srebrenica biasanya mencapai puluhan ribu, tetapi acara tahun ini akan lebih kecil karena kebijakan karantina wilayah.

Tentara Belanda ikut bertanggung jawab atas pembantaian Muslim di Srebrenica
Siapa Ratko Mladic, jagal yang membantai lebih dari tujuh ribu Muslim Bosnia
Bosnia banding atas keputusan ICJ yang bebaskan Serbia dari genosida Muslim
'Diminta jangan takut'
"Semua yang ingin pergi akan diangkut, besar dan kecil, muda dan tua. Jangan takut ... Tidak ada yang akan membahayakanmu."

Pada tanggal 11 Juli 1995, unit-unit pasukan Serbia Bosnia merebut kota Srebrenica di Bosnia-Herzegovina.

Dalam waktu kurang dari dua minggu, pasukan mereka secara sistematis membunuh lebih dari 8.000 Bosniaks (umat Muslim Bosnia) - pembunuhan massal terburuk di tanah Eropa sejak akhir Perang Dunia Kedua.

Pasukan penjaga perdamaian PBB yang memegang senjata ringan, yang ada di wilayah yang dinyatakan sebagai "daerah aman" PBB, tidak melakukan apa-apa ketika kekerasan berkobar di sekitar mereka.(BBC NEWS/ 11/07/20)

Harus kemana kaum muslim Srebrenica mengadu dan kaum muslim di penjuru dunia lainnya yang saat ini lagi di tindas, dikriminalisasi, bahkan di bunuh, mereka menjerit pilu mereka butuh bantuan, mereka butuh di selamatkan. PBB sebagai polisi dunia Kenyataannya, PBB telah gagal melindungi 8.000 laki-laki dan remaja ini. PBB juga hanya menjadi penonton ketika kaum perempuan dilecehkan secara massal. Namun saat ini, setiap muncul masalah baru di tengah umat, kita tetap saja melihat PBB masih dianggap sebagai satu-satunya organisasi yang dapat menyelesaikan masalah. padahal kenyataannya tidak berbuat apa-apa. Lalu di mana pemerintahan negri-negri muslim didunia saat ini kenapa tidak ada kecaman sedikitpun atau karena kita berbeda Negara jadi tidak layak untuk di tolong biarlah jadi urusan mereka. 

Padahal islam telah menjelaskan kaum muslim itu bagaikan satu tubuh jika ada diantara anggota tubuh yang lainnya merasa sakit, maka semua anggota tubuh merasakan sakit. Begitulah sejatinya kaum muslim bersaudara namun sekarang terhalang karena slogan nasionalisme dan Ditambah lagi adanya perjanjian di bidang ekomomi dan lian sebagainya membuat pemerintahan  negri-negri islam menciut di mata Dunia.

solusi penindasan kaum muslim Srebrenica dan kaum muslim diberbagai belahan dunia lainya hanya dengan Khilafah. Islam telah mewajibkan umatnya untuk hidup di bawah satu kepemimpinan politik (Khilafah). Haram bagi mereka terfragmentasi di bawah kepemimpinan politis yang lebih dari satu, apalagi harus hidup tertindas dibawah tirani mayoritas kaum kafir. Datangkan kembali perisai umat yang akan menghilangkan hegemoni kaum kafir atas umat Islam dan melindungi darah dan kehormatan perempuan dan anak-anak Muslim di seluruh dunia Muslim! Satu-satunya keselamatan bagi umat adalah kembalinya Khilafah berdasar manhaj kenabian. Rasulullah ﷺ berkata, 

«إنما الإمام جنة يقاتل من ورائه ويتقى به»

"Imam adalah perisai di mana orang-orang berperang dan dilindungi." [Sahih Muslim]

Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: