Tunjangan Gaji Guru Diberhentikan, Generasi Semakin Memprihatinkan

Tunjangan Gaji Guru Diberhentikan, Generasi Semakin Memprihatinkan



Oleh : Nulya Aminatu Zahra

Para guru melalui Forum Komunikasi Guru SPK (Satuan Pendidikan Kerja Sama) mengeluhkan penghentian tunjangan profesi.

Tunjangan profesi yang dihentikan ini tercantum dalam Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 6 Tahun 2020.

Dalam aturan tersebut, pada Pasal 6 tercantum bahwa tunjangan profesi ini dikecualikan bagi guru bukan PNS yang bertugas di Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK).

Para guru menilai bahwa peraturan tersebut bertentangan dengan UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Pada rapat di Gedung Nusantara I, senanayan Jakarta, saat membacakan regulasi soal tunjangan dalam UU Guru dan Dosen. Fikri, pemimpin Wakil ketua X DPR RI, menegasman bahwa guru dan dosen yang sudah memiliki sertifikat profesi dan diangkat oleh penyelenggara berhak atas tunjangan. (Rabu, 15/07/2020)

Dalam lampiran Perpres 54/2020, Tunjangan Guru dipotong setidaknya pada tiga komponen. Yakni, tunjangan profesi guru PNS Daerah, semula Rp. 53,8 T menjadi Rp. 50,8 T. Selain itu, tambahan penghasilan guru PNS Daerah, semula Rp. 698,3 M menjadi Rp. 454,2 M. Kemudian tunjangan khusus guru PNS Daerah di daerah khusus, semula Rp. 2,06 T menjadi Rp. 1,98 T. Totalnya mencapai Rp. 3,3 T.

Guru merupakan profesi terpenting, pasalnya pendidikan adalah jendela masa depan. Karena itu, profesi guru wajib di istimewakan oleh pemerintah. Melihat fakta di atas bahwa tunjangan gaji guru di hentikan menandakan ketidakberpihaknya pemerintah pada ranah pendidikan. Padahal generasi penerus ditentukan oleh tenaga pendidik, orang tua dan tentunya guru.

Ketika kebutuhan para guru tidak terpenuhi maka mereka akan mencari sumber penghasilan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, sehabis ngajar langsung ngojek, pulang sekolah langsung dagang, hingga mereka lupa bahwa mereka adalah seorang guru.

Jika hal itu terjadi, maka bagaimana nasib anak bangsa yang menjadi penyongsong peradaban?
Islam menempatkan guru pada posisi sangat mulia karena pada sisi yang berbeda Islam juga menyuruh umatnya menuntut ilmu sejak dalam buaian sampai pada liang lahat, sehingga logikanya jika tidak ada peran guru harus ke mana umat Islam menuntut ilmu. Itulah sebabnya setiap guru harus diprioritaskan dalam memenuhi kebutuhannya. Islam akan menjamin setiap hak seorang guru walaupun ditengah bencana sekalipun.
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: