Ayasofia, Miniatur Peradaban Dunia

Ayasofia, Miniatur Peradaban Dunia

Oleh: Naila Ahmad Farah Adiba (Siswi kelas 7 DKDM Ponpes Al-Ihsan Baron, Nganjuk)

Teman-teman, kalian tahu tidak sejarah awal mulanya Aya Sofia atau yang juga bisa disebut Hagia Sophia? Nah, kalau belum pada tahu, kali ini penulis akan berbagi sedikit cerita tentang sejarah Aya Sofia. Awal mula Aya Sofia dibangun itu adalah pada tahun 532 masehi oleh Kaisar Justinian 1, dan pembangunan ini memakan waktu 5 tahun, sehingga pembangunan selesai adalah pada tahun 537 masehi. 

Lalu pada tahun 537 masehi, Aya Sofia mulai berfungsi sebagai katedral atau gereja terbesar umat kristen Bizantium. Kemudian berubah fungsi menjadi gereja ortodoks Yunani. Beberapa tahun kemudian, Aya Sofia diambil alih oleh gereja katolik Romawi, lalu setelah kurang lebih 4 abad menjadi milik orang katolik Romawi, pada tahun 1261 masehi, Aya Sofia kembali lagi menjadi ketedral kristen ortodoks Yunani.

Hingga pada tahun 1453 masehi, tepatnya pada tanggal 29 Mei 1453, Konstantinopel ditaklukkan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih. Dan Aya Sofia berfungsi menjadi masjid sejak sholat jum’at pertama kali pada tanggal 1 Juni 1453. Perlu diketahui bahwa Sultan Muhammad Al-Fatih mewakafkan masjid Aya Sofia bukan dari hasil penjarahan, melainkan beliau membeli dari tangan pemimpin gereja disana dengan menggunakan dana pribadinya. Dan perlu diketahui juga bahwa masjid Aya Sofia adalah lambang penaklukan dan juga identik dengan masjid khilafah. Dan pada masa pemerintahan islam ini, rakyat hidup aman, damai, dan sejahtera. Namun tiba-tiba kebahagiaan tersebut direnggut oleh orang kafir barat.

Pada tanggal 3 Maret 1924, terjadilah sesuatu yang umat muslim tidak inginkan, yaitu penghapusan khilafah oleh Mustafa Kemal laknatullah alaik, dan dia mengubah Turki menjadi negara yang berbasis sekularisme. Tidak hanya sampai disitu, pada tahun 1935 masehi, ia juga merubah Aya Sofia dari masjid menjadi museum. Semoga Allah memberi dia siksa yang pedih di akhirat. Aamiin...

Dan alhamdulillah, pada tanggal 14 Juli 2020 Aya Sofia diubah dari museum menjadi masjid oleh presiden negara Turki yaitu Recep Tayyib Erdogan. Dan pelaksanaan sholat jum’at pertama kali adalah pada Jum’at 24 Juli 2020.

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa saat Aya Sofia dijadikan masjid, Amerika, Uni Eropa, Yunani, Israel, dan Vatikan marah? Padahal, saat Aya Sofia dijadikan museum mereka biasa saja, ada apa sebenarnya dibalik semua ini? 

Ya, tentu saja mereka marah jika Aya Sofia difungsikan kembali menjadi masjid, karena dengan diubah kembali menjadi masjid, maka itu akan mengingatkan umat muslim diseluruh penjuru dunia agar bersegera dalam menegakkan khilafah dan khilafah itu juga yang akan menaklukkan Roma kelak dan juga mengusir penjajah yahudi dari Palestina. 

Oleh sebab itulah mereka marah, karena mereka tidak ingin cahaya islam tegak kembali. Maka dari itu kita harus selalu dalam koridor dakwah ini. Takbir!!!
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: