DAKWAH ITU INDAH

DAKWAH ITU INDAH





Oleh : Ayu Alisa

Kata dakwah selintas membuat kita berfikir bahwa hanya orang yang berprofesi sebagai ustadz/ustadzah saja yang bisa melakukannya. Tanpa kita sadari bahwa dakwah sendiri pernah kita lakukan meski dengan sebutan yang berbeda, dengan kata “ Jangan, bukan, seharusnya dsb “ yang kita ucapkan itu juga termasuk dari dakwah jika kita ucapkan demi kebaikan saudara kita. Tetapi beda halnya saat kita mengajak saudara kita demi menjalankan syariat Allah SWT maka kita benar-benar mengajak saudara kita kepada kebaikan yang haqiqi.

Jalan dakwah adalah jalan mulia dan mahal. Seorang muslim yang menyadari pengertian iman di dalam dirinya dan hatinya merasa bertanggungjawab terhadap Islam mestilah mencari-cari jalan dakwah yang hendak dilaluinya. Allah menjadikan manusia dari tanah lalu dia meniupkan ruhNya. Pada diri manusia terdapat beberapa tarikan: ada tarikan ke dunia supaya dia merasa nyaman di dalamnya. Ada juga tarikan ke akhirat yaitu bergiat lebuh mendekatkan diri terhadap penciptanya. Oleh karena itu manusia diberikan ujian untuk melatih diri dan menerima ujian fitnah sehingga terlihat apakah jiwanya lebih memilih ke Dunia atau berusaha mencapai rahmat Allah.

Meniti jalan dakwah memang tidak semulus layaknya melintasi jalan tol. Selalu ada aral, tantangan, dan berbagai bentuk ujian lainnya. Banyak sekali contoh yang dapat dijadikan gambaran bahwa dakwah bukan hal yang mudah jika memang dakwah untuk menyeru sebuah kebenaran. Apalagi diera kapitalisme dan sekulerisme sekarang ini, yang kita hadapi tentu saja bukan hanya umat yang belum paham, akan tetapi para sekuler dan para kapital yang notabene saat ini menduduki tampuk pemerintahan. Sebuah kasus yang masih hangat yaitu peristiwa yang menimpa aktifis dakwah Ali Baharsyah. Aktivis Dakwah Islam Ali Baharsyah ditangkap Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri pada Jum’at malam, 3 April 2020, setelah sehari sebelumnya dilaporkan Muannas Alaidid.

Dalam waktu satu hari, Ahmad selaku kuasa hukum Ali Baharsyah menduga penyidik belum melakukan serangkaian pemeriksaan kepada sejumlah saksi dan ahli, namun langsung melakukan penangkapan. Hal demikian, tidak pernah dilakukan oleh Mabes Polri atas sejumlah laporan umat Islam seperti pada kasus penistaan agama oleh Ade Armando, Victor Laiskodat, Sukmawati, Abu Janda, Deny Siregar atau Muwafiq. Ahmad menyesalkan pada kasus aduan umat Islam, Polri tak pernah menyentuh terlapor. Jangankan ditangkap, diperiksa untuk diambil keterangannya pun tidak. Padahal, mereka melakukan penghinaan terhadap agama Islam, terhadap Rasulullah SAW. Korbannya seluruh umat Islam. Menurut Ahmad, beda perlakuan dengan apa yang dialami Ali. Ali Baharsyah hanya membuat video kritik atas kebijakan Darurat Sipil yang pernah diumumkan Presiden Jokowi. Belum jelas pasal apa yang dikenakan kepada Ali. ( Detik.com, 6 April 2020 ). Kasus ini membuktikan bahwa dakwah pada masa sekarang begitu terjal dan berliku, namun kita tidak boleh surut dan menyerah.

Dalam Al Qur’an hakikat dakwah sama dengan kata “ mengajak “ ditemukan sebanyak 46 kali, 39 kali dalam arti mengajak kepada Islam dan kebaikan dan 7 kali kepada neraka dan kejahatan. Lantas hal itu pula yang menjadikan dakwah sebagai suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk mengajak kepada hal yang ma’ruf dan mencegah dari pada yang munkar sesuai dengan syariat Allah SWT yang sudah tercantum dalam Al Qur’an dan Al Hadist baik ke sesama muslim maupun non muslim.
Berdakwah tidak ada batas individu, kelompok dan penguasa semua makhluk hidup sama derajatnya yang membedakan hanyalah ketaqwaannya kepada Allah SWT. Telah disebutkan juga dalam hadist bahwasanya :
حفظه الله عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ الْـخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ؛ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّـى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : «مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ ، فَإِنَ لَـمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْـمَـانِ».

Dari Abu Sa’îd al-Khudri Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya (kekuasaannya); jika ia tidak mampu, maka dengan lidahnya (menasihatinya); dan jika ia tidak mampu juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju), dan demikian itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim no. 49).

Dari hadist diatas jelas sekali bahwa berdakwah untuk mencegah dari pada yang munkar sangatlah penting untuk di lakukan bagi setiap muslim tidak memandang umur, jabatan dan kekuasaan. Tetapi tetap kita lakukan dengan cara yang ihsan tanpa ada rasa menggurui dalam menyampaikan. Dengan menjadikan dakwah sebagai salah satu aktifitas yang harus kita lakukan setiap harinya, maka semakin banyak pelajaran yang kita dapatkan dalam mengetahui karakter seseorang dan bagaimana cara mengatasinya. Serta bertambah pula keimanan kita untuk selalu mengingat Allah SWT dalam berbagai aktifitas selalu dikaitkan hanya karena Allah SWT semata. Betapa tentramnya hidup ketika kita merasa Allah selalu ada bersama kita. Akan tetapi jika kita pada batas serendah rendahnya iman, betapa meruginya kita bahwa berdakwah sendiri merupakan aktifitas yang paling banyak berinvestasi pahala saat kita sudah tidak ada didunia.

Dalam Hadist Riwayat Muslim menjelaskan bahwa :
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya : “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do'a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Berdakwah tidak harus menunggu kita untuk menjadi sempurna dulu, kita dakwahkan sesuai taraf ilmu yang kita dapatkan dan juga kita iringi dengan terus menambah Tsaqofah Islam kita pasti bisa karena Allah selalu bersama hambanya yang berjuang untuk menegakkan syariatNYA.

Dengan berdakwah kita membuktikan bahwa kita sayang kepada saudara-saudara kita, dengan mengajak yang ma’ruf dan mencegah yang munkar. Betapa bahagianya kita saat kita bersama sama berjuang untuk surganya Allah SWT.
Ada satu hal yang lebih indah dibandingkan sebuah kata “ Aku mencintaimu “, yakni pembuktian bahwa kita tidak ingin orang yang kita sayangi jauh dari Al Khalik yaitu dengan cara Berdakwah. Untuk itu tetaplah berjuang meniti jalan yang indah ini, yaitu jalan dakwah.

Wallahu’alam bishowab

Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: