Islam Memutus Efek Domino Covid-19

Islam Memutus Efek Domino Covid-19



Oleh: Ria Asmara



Pandemi Covid-19 menimbulkan efek domino, dari masalah kesehatan menjalar menjadi masalah sosial dan ekonomi. BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus hingga 5,32 persen pada kuartal II 2020. 

Merosotnya ekonomi Indonesia ini serupa dengan hampir semua negara di dunia. Hal ini akibat dari buruknya penanganan pandemi di negara-negara tersebut. Dalam situasi seperti ini, ekonomi dipaksa berjalan meski menelan banyak korban. Dengan alasan, agar ekonomi tetap tumbuh. Alih-alih ekonomi bisa tumbuh. Yang ada justru mengantarkan Indonesia bahkan dunia pada jurang resesi. 

Inilah watak sistem kapitalis, segala hal di ukur dengan materi. Sistem kapitalis adalah sistem cacat buatan manusia. Sistem yang amat lemah. Baru saja beberapa puluh tahun menguasai dunia namun sudah sakit-sakitan terbaring lemah di tepi jurang kehancuran.

Berbeda dengan sistem Islam. Sistem yang lahir dari pemilik kehidupan. Sistem yang sempurna. Yang pernah menguasai 2/3 Dunia selama hampir 13 Abad. Islam mengatur semua hal, tak terkecuali kesehatan. Kesehatan merupakan kebutuhan dasar, sama halnya dengan kebutuhan pangan.

Karena kebutuhan kesehatan ini sama dengan kebutuhan pangan, maka kebutuhan kesehatan ini harus segera dipenuhi. Negara dalam sistem Islam akan sangat serius menangani masalah pandemi seperti saat ini. 

Jika kita menengok sejarah, pada masa khalifah Umar bin Khatab, saat wilayah Syam tengah dilanda wabah Tha'un Amwas. Beliau melakukan lock down. Membatalkan perjalanannya dari Madinah menuju Syam. Hal ini untuk memutus rantai penyebaran wabah. 

Yang menjadi fokus utama kebijakan beliau adalah, menghentikan wabah. Menyelamatkan nyawa dari serangan wabah. Bukan bagaimana membiarkan aktivitas tetap berjalan agar roda ekonomi terus berputar, dan mengorbankan banyak jiwa.

Setelah wabah berakhir, sudah sunatullahnya sistem ekonomi dan sosial yang awalnya terganggu, lambat laun akan segera pulih. Tidak seperti saat ini, saat pandemi belum berakhir. Rakyat sudah harus beraktivitas memutar roda ekonomi. Ekonomi tetap lesu, ditambah lagi korban makin banyak berjatuhan.

Akhirnya, masalah berlarut-larut dan menimbulkan efek domino yang semakin panjang, dan semakin tak jelas ujungnya. Berkaca pada bagaimana carut marutnya sistem kapitalis menyelesaikan masalah pandemi, tidak ada cara lain selain kembali ke sistem Islam untuk kehidupan yang lebih baik. Hanya Islam yang layak mengatur dunia. Wallahu a'lam.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: