Jangan takut, Rezeki pasti datang!

Jangan takut, Rezeki pasti datang!



Oleh : Vellycia VR 
(Mahasiswi Universitas Indraprasta PGRI)


Rezeki adalah hal yang pasti dimiliki semua orang. Baik berupa kesehatan, kebahagiaan dalam hidup hingga materi-materi lain seperti gaji dan semacamnya. Bicara soal gaji atau pendapatan, sudah pasti kita dapatkan dengan cara bekerja. Lalu bagaimana kita mendapat berkah didalamnya? Keberkahan dalam hidup, kita yang menentukan dengan cara apa kita menggapainya. Seperti sabda Rasulullah yang berbunyi "Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik dari hasil usahanya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Daud As memakan panganan dari jerih payahnya sendiri." (HR. Bukhari No: 2072). 

Maka dari itu bersyukurlah kita jika masih bisa bekerja dan berdiri diatas kaki sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup. Apalagi dalam masa pandemi seperti sekarang ini, kualifikasi pegawai dibeberapa perusahaan mulai diperketat. Sehingga ratusan bahkan ribuan karyawan terdampak pemutusan hubungan kerja dari perusahaannya. Membuat hati mereka menjerit kesakitan dan khawatir dengan kehidupan selanjutnya jika tak ada pemasukan. Disinilah kita mengerti bahwa skill atau kemampuan kita dalam menjalani sebuah pekerjaan itu sangatlah penting. Tidak hanya mengandalkan otak, tapi hati juga merupakan bagian penting yang harus selalu disiapkan dalam menjalani rutinitas tersebut, agar kita mempunyai dedikasi tinggi terhadap pekerjaan yang menjadi ladang rezeki kita. Kerja cerdas dan kerja ikhlas menjadi kata kunci dalam konteks ini. 

Hati terenyuh melihat mereka mengeluh dan mengadu ketika bingung harus kemana lagi mencari pekerjaan yang saat ini sangat sulit didapatkan, apalagi jika usia mereka tidak lagi muda belum lagi jika salah satu dari mereka adalah seorang kepala keluarga yang menjadi tonggak utama berjalannya roda kehidupan. Pandemi ini benar-benar memberi cambuk bagi kita agar lebih kuat dan tegar menghadapi segala kondisinya apalagi dengan ekonomi yang kian merosot. Di satu sisi pandemi ini membuat seseorang tak lagi mengenal siapa dirinya, menghalalkan berbagai cara untuk dapat memenuhi kebutuhannya hingga ia rela menyakiti orang lain untuk menyenangkan diri sendiri. Merampok, menipu, membunuh mungkin jalan keluar bagi mereka yang sudah kehilangan akal sehat. Apa harus seperti ini? Jangan jadikan dunia sebagai budak nafsu semata dan jangan biarkan keterpurukan menjadikan diri kita lebih buruk dari sebelumnya. Sudah seharusnya kita berserah diri pada-Nya karena apapun yang terjadi sudah digariskan menjadi takdir kita.

Kita tak boleh menyerah begitu saja, masih banyak hal-hal yang dapat kita usahakan agar kehidupan terus berjalan sebagaimana mestinya. Saat kita terjatuh bukan berarti kita tenggelam, namun Tuhan mengingatkan kita untuk lebih giat dan semangat lagi dalam mengarungi luasnya samudra ini. Hiduplah untuk bekerja, bukan bekerja untuk hidup. Cari peluang sebanyak mungkin, optimalkan potensi yang ada dalam diri kita, bekerja keraslah serta yakin bahwa Allah takkan pernah meninggalkan kita dalam kondisi apapun. Karena hanya Dia-lah Maha Pemberi segala yang kita butuhkan. Semoga pandemi ini segera berakhir agar kehidupan berangsur normal seperti sedia kala dan segala yang kita usahakan berbuah manis sesuai janji Allah dalam (QS. Al-Mukmin : 60) “Berdoalah kepada ku pastilah aku kabulkan untukmu”.  

Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: