Ketaatan Dan Pengorbanan

Ketaatan Dan Pengorbanan



Oleh : E. Rosita
Ibu Rumah Tangga



Allaahu Akbar
Allaahu Akbar
Allaahu Akbar
Laailaaha illaallaahu Wallahahu Akbar  Allaahu Akbar Walilaahilham

Gema takbir berkumandang di setiap daerah, bahkan di setiap negeri, bukan hanya di negeri Arab, salah satu pusat peradaban Islam  tapi di hampir seluruh
penjuru dunia  umat Islam yang dipersatukan oleh aqidah merayakan hari raya Idul Adha. Tetapi sayangnya kebersamaan itu hanyalah sesaat dan tidak bisa bersatu untuk menghadapi berbagai masalah yang saat ini begitu memprihatinkan. Perselisihan,pelecehan,  pelanggaran hak-hak sebagai seorang muslim masih belum dapat teratasi.

Sebelum idul adha di tanggal 9 Dzulhijah biasannya umat Islam melaksanakan Puasa Arafah dan keesokan harinya di tanggal 10 Dzulhijah  begitu semangatnya umat muslim melaksanakan shalat Idul Adha dan mendengarkan khutbah. Tapi itulah umat Islam selalu bersemangat menjalankan ibadah  karena kita mempunyai tuhan yang sama yaitu Allah SWT,  kitab suci yang sama yakni Al Qur'an berhukum yang sama yaitu syariah Islam dan meyakini bahwa nabi Muhamad Saw adalah nabi terakhir begitu pula dengan kiblat yang sama yaitu ka'bah.

Hari raya Idul Adha adalah salah satu contoh ketaatan dan pengorbanan seorang hambanya terhadap Allah  SWT, yaitu nabi Ibrahim as untuk menyembelih anaknya  Ismail as. Padahal nabi Ibrahim as begitu lama menantikan kehadiran seorang buah hati, tetapi begitu ada perintah dari rabbnya beliau langsung melaksanakannya tanpa harus mempertanyakannya lagi.  Begitupun nabi Ismail menyambut perintah Allah SWT dengan penuh keikhlasan. Keimanan dan ketaatan totalitas inilah yang seharusnya juga dimiliki oleh setiap muslim.

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian. (TQS al-Baqarah {2}:208)

Ayat di atas mengandung perintah bahwa kita sebagai umat muslim yang beriman taat dan patuh akan perintah-NYA,  untuk mengamalkan seluruh syariah Allah secara total (kaffah) bukan hanya  shalat,   zakat dan haji saja. Maka bukan termasuk golongan orang yang beriman jika kita masih  menolak syariah Islam, seperti menolak ajaran jihad dan khilafah apalagi sampai menuduh bahwa jihad dan khilafah itu ajaran yang radikal menyamakannya dengan komunisme, karena ideolagi komunisme dengan ideologi Islam jelas-jelas berbeda dan sangat bertentangan.Padahal berjihad kedudukannya lebih utama daripada menunaikan shalat di rumah selama 70 tahun. Demikian juga dengan khilafah dalilnya sudah sangat jelas, lalu  bagaimana dengan seorang muslim yang mengaku dirinya beriman tetapi menolak ajaran jihad dan khilafah?

Tidak dipungkiri umat Islam saat ini hidup di bawah sistem yang dibawa oleh Barat yaitu kapitalisme sekuler. Sistem yang menjunjung tinggi materi dan memisahkan agama dari kehidupan. Maka tidak aneh jika ada sebagian umat muslim yang masih mau mengamalkan ajarannya secara parsial atau sebagian saja. Ibadah ritual atau mahdhah dijalankan dengan penuh keyakinan akan tetapi aturan hidup yang lain masih mengikuti aturan manusia. 

Islam adalah agama yang sudah sempurna, tidak boleh ditambah dan dikurangi. Ajarannya adalah benar tidak ada yang perlu ditakuti apalagi dianggap sebagai ancaman. Tapi sebaliknya Islam akan memperbaiki kehidupan manusia. Kewajiban umat Islam adalah mengikuti ajarannya.

Allah Azza wa Jalla berfirman yang artinya: 
 
"...Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu... (TQS al-maidah {5}:3)
Seharusnya dengan adanya perintah Allah SWT dalam penggalan ayat di atas, kita sebagai umat Islam tidak ragu lagi untuk memperjuangkan ajarannya dengan menerapkan syariah Islam secara kaffah. Karena syariah Islam pasti akan menghadirkan ketentraman,   kesejahteraan, serta menjadikan manusia yang berakhlak mulia.

Telah dicontohkan oleh nabi Muhamad Saw, ketika mendamaikan  orang yang sedang berselisih,  memperhatikan lingkungan, mengasihi orang yang lemah. Itu semua ajaran Islam yang patut kita contoh dan tidak sepatutnya kita takut dengan ajaran Islam. Hampir seribu tahun lebih peradaban dunia modern, kedamaian, kesejahteraan,  dan ketentraman bagi seluruh umat manusia, dimulai dari Khulafaur Rasyidin sampai khilafah Utsmani.

Saatnya kita sekarang untuk membangun potensi umat dan  mempersiapkan generasi  Islam yang shalih dan bertakwa. Yang nantinya akan memimpin manusia dengan penuh kedamaian dan kesejahteraan  dengan menerapkan Islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah Islamiyah.

Wallahu a'lam bi ash-shawab
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: