KlepON : Khilafah tetep On

KlepON : Khilafah tetep On




Oleh: Ina siti Julaeha S.Pd.I
Aktivis muslimah

Dunia maya selalu saja ramai isu, apa saja bisa jadi isu viral. Kue klepon yang legendaris saja langsung naik daun akibat ada yang buat opini "tidak Islami". Walaupun sebagai muslim kita jangan sampai teralihkan dengan isu receh macam itu. Karena ada yang lebih hebat dan keren untuk kita bahas. Lebih ngehits dari sekedar makanan yang hanya buat laper hilang. Apa itu?. KlepOn adalah Khilafah tetap ON. Ide khilafah terus mendunia sekaligus mengguncang peradaban Barat agar segera tergulingkan. Dan akibatnya tak aneh jika hari ini upaya stigmatisasi negatif terus digulirkan. Bahkan coba dipertentangkan dengan Pancasila di Indonesia. Namun sayangnya opini yang membawa fitnah tersebut di respon dengan keingintahuan tentang Khilafah. Makanya sekelas artis penyanyi senior seperti Ahmad Dhani saja angkat suara dan menjelaskan pendapat cerdasnya melalui video  yang dibuatnya. Jika khilafah tegak maka akan membawa kebaikan ke penjuru alam dan menguburkan peradaban kapitalis  Barat hingga ke akar-akarnya. 
KlepON dalam versi penulis kali ini adalah singkatan khilafah tetap On. Khilafah menjadi viral, sebab materi ini termasuk pembahasan yang dihilangkan oleh Kemenag dalam bahan ajar di sekolah. 
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah pada Kementerian Agama (Kemenag), Umar, menjelaskan  yang dihilangkan sebenarnya bukan hanya materi khilafah dan perang. Setiap materi yang berbau ke kanan-kananan atau ke kiri-kirian dihilangkan. Dia mengatakan, setiap materi ajaran yang berbau tidak mengedepankan kedamaian, keutuhan dan toleransi juga dihilangkan. "Karena kita mengedepankan pada Islam wasathiyah," (Republika.co.id, Sabtu (7/12). 
Dengan alasan membawa ide radikal dan ekstrim. Padahal kalau dilihat kenyataannya banyak hal yang semestinya bisa menjadi focus utama yang sangat urgent untuk diselesaikan. Misalnya solusi efektif mengatasi pandemi covid-19, kemiskinan, keluhan pembelajaran di rumah, korupsi, kebutuhan pangan melonjak, TDL meroket, dunia anak, pergaulan remaja. Sayangnya  pemerintah sepertinya lebih gesit mengurusi isi radikalisme. Padahal sebenarnya kurang masuk akal jika dengan alasan terlalu ekstrim sehingga jihad dan khilafah sebagai ajaran Islam dijauhkan dari generasi muslim. Sebab bagaimana pun ide khilafah merupakan ajaran Islam. Dan menjadi bagian yang harus diketahui oleh generasi muda muslim. Sebab para ulama mu’tabar saja sepakat perihal Khilafah merupakan syariat Islam, lalu siapa kita sehingga mencoba untuk menghapus ide khilafah dan jihad dari kurikulum sejarah Islam dan fiqih Islam?
Meskipun upaya kebangkitan khilafah diredam, dengan berbagai upaya masif. Tapi sepertinya ide khilafah akan tetap On. Atas kehendak dan izin Allah SWT, sang pemilik dunia dan isinya.
Kemuliaan diinul Islam ini akan terjaga, meskipun upaya kaum kafir meredam dan melakukan upaya jahat dengan memberikan stigma negative terhadap ajarannya. Maka sebagai muslim sudah seharusnya kita memiliki sikap yang optimis akan bangkitnya peradaban Islam. Sebagaimana firman Allah SWT:

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS. At-Taubah [9] : 32)

Khilafah didefinisikan sebagai sebuah sistem kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Orang yang memimpinnya disebut Khalifah, dapat juga disebut Imam atau Amirul Mukminin.  

Jika kita mau jujur, dimana letak ektrimnya. Umat islam ingin berusaha menerapkan aturannya untuk lebih dekat kepada Rabb-nya apakah itu salah?. Dan institusi khilafah adalah sistem yang menerapkan aturan Islam secara sempurna sebagai wasilah kita berislam kaffah. Lalu dimana letak kesalahannya?.

Jelaslah nampak bahwa berbagai ide yang diopinikan hari ini merupakan kekhawatiran negara adidaya sekuler akan kegoncanngnya dan kehancurannya. Sehingga langkah demi langkah diambil untuk membendung ide khilafah yang sebenarnya merupakan ajaran Islam. 

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS. Al-Anfal [8] : 36-37
Upaya jahat orang-orang kafir adalah menghalangi umat Islam dari jalan Allah. Bahkan mereka tidak segan memberikan pengorbanan harta dan tenaga. Untuk serius melakukan upaya memalingkan muslim dari ajaraya. Agar umat muslim melepas ajaran Islam yang mulia dan mengikuti pandangan hidup mereka yang sekuler. Yang kelak akan Allah kumpulkan orang-oran kafir itu ke dalam neraka Jahannam.
Maka dari itu, sebagai seorang muslim, kita seharusnya melakukan pengkajian dan penelusuran mendalam terkait ajaran Islam. Khilafah merupakan sarana dalam menerapkan aturan Islam Kaffah. Dan penerapan Islam kaffah jelas saja sangat tidak disukai oleh peradaban Kapitalis Barat. Maka tidak aneh, jika upaya massif yang dilakukan mereka terhadap ajaran Islam dengan berbagai cara. Tidak segan mereka berupaya keras agar penerapan Islam dijauhkan dari kaum muslimin. Terencana dan terstruktur. Termasuk dalam menentukan kurikulum pendidikan Islam yang direvisi. Termasuk dalam pelajaran sejarah khilafah dan jihad. Generasi muslim sengaja dibuat untuk takut terhadap ajarannya. Padahal seharusnya sebaliknya. Generasi muslim harus dibersihkan dari kehidupan sekuler, hedonis, dan pragmatis. Pemerintah seharusnya memberikan penguatan kepada generasi muda agar terhindar dari berbagai kerusakan moral hari ini dengan menanamkan akidah yang kuat dan pembelajaran Islam yang lebih intensif. Sayangnya ini tidak dilakukan.

Komitmen sebagai muslim sejati adalah berpacu pada keyakinan terhadap janji dan pertolongan Allah SWT. Tidak mudah menyerah dalam mengkaji dan mendakwahkan Islam meskipun mendapatkan banyak tantangan. Sebab dakwah kepada Khilafah adalah kewajiban setiap muslim. Mengingat tujuan dari penegakkan Khilafah adalah untuk lebih dekat dengan Allah sang pemilik bumi dan seisinya dengan menerapkan aturan Islam secara sempurna. Dengan harapan agar Allah meridhoi kita dan memberikan keberkahan serta pertolongan dari berbagai macam musibah yang melanda dunia.

Wallahu a’lam bishawab.



Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: