Pengaruh Modernisasi Terhadap Gaya Busana Muslimah

Pengaruh Modernisasi Terhadap Gaya Busana Muslimah



 Oleh : Cahaya Qur'ani Mahasiswi Universitas Indraprasta PGRI JKT

            Modernisasi merupakan salah satu fenomena akibat hasil dari kemajuan teknologi, modernisasi terus berkembang seiring berkembangnya teknologi. Modernsasi identik dengan westrnisasi (kebarat-baratan) namun kedua nya berbeda, banyak orang menyimpulkan bahwa modernisasi dan westernisasi adalah fenomena yang sama. Westrenisasi merupakan kebudayaah barat dan modernisasi lahir di barat.


          Kemunculan modernisasi ini tentu menimbulkan berbagai macam perubahan dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat perubahan tersebut dapat dilihat dari transformasi cara berfikir, cara berbusana, gaya hidup, infrastruktur, politik Dll modernisasi begitu berdampak dalam kehidupan masyarakat, fenomena modernisasi seolah tidak dapat di bendung karena modernisasi memiliki beberapa dampak positif contohya adalah berkembangnya ilmu pengetahuan, tingkat kehidupan yang lebih baik.


          Selain memiliki beberpa sisi positif, Modernisasi juga memiliki beberapa sisi negatif diantara nya Pola Hidup Konsumtif, Perkembangan teknologi industri yang sudah modern dan semakin pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk menkonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada, sesuai dengan kebutuhan masing – masing, Sikap Individualistik Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitas. Padahal manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, Gaya Hidup Kebarat-baratan Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan, Kesenjangan Sosial Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lainnya, Kriminalitas Kriminalitas sering terjadi di kota-kota besar karena menipisnya rasa kekeluargaan, sikap yang individualisme, adanya tingkat persaingan yang tinggi dan pola hidup yang konsumtif[1].



Modernisasi telah menjangkau hampir seluruh dunia karena bantuan arus globalisasi, fenomena globalisasi merupakan fenomena yang menyebabkan terkikisnya ruang dan waktu antar Negara, batas-batas Negara menjadi kabur maka sangat mudah untuk medapatakan berbagai informasi yang ada di luar sana melalu media cotohnya adalah gaya berbusana seorang muslimah.

Wanita merupakan makhluk yang di junjung tinggi kehormatanya di dalam islam untuk menjaga kehormata wanita Islam memberikan aturan-aturan yang tegas agar kehormatan tersebut dapat terjaga. Salah satu cara Islam untuk menjaga kehormatan wanita adalah dengan memerintahkan muslimah untuk mengenkan jilbab, jilbab memiliki banyak sekali kegunaan di antaranya adalah agar terjaga, tidak mengumbar aurat  wanita yang kita tahu bahwa aurat wanita merupakan salah satu cara setan untuk mengoda keimanan kaum Adam, jilbab merupakan salah satu identitas seorang muslim, jilbab dapat berpengaruh terhadap kesehatan kulit, jibab merupakan sebuah harga diri muslimah jilbab merupakan sesuatu yang tidak dapat di tawar wajib hukumya bagi muslimah untuk menjulurkan jilbabnya. Alloh telah memerintahkan kaum muslimah dalam
al ahzab:59

”Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

 

  Kecantikan wanita lebih sempurna dengan balutan jilbab dan terjaganya pandangan. Ibarat mutiara yang berada di dalam kotak kaca. Terasa sedap dipandang mata walau tak mudah di sentuh tangan. Seluruh tubuh wanita merupakan keidahan yang telah di anugrahkan Alloh kepada seluruh kaum Hawa namun keindahan tersebut bukan malah di pertontonkan bebas malah muslimah harus menjaganya, hanya orang tertentu saja yang berhak yang dapat menikmatinya yaitu suaminya.

 
hijab modern

Islam juga telah mengatur bagaimana cara menutup aurat dengan benar, dalam islam aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali telapak tangan dan muka, pakaian yang harus digunakan juga harus memenuhi syarat tertentu yaitu longgar, tidak transparan, tidak mencolok, tidak menyeupai laki-laki, tidak diberi parfum.

Longgar yang dimaksut adalah pakaian yang tidak ketat, pakaian yang tidak menonjolkan lekuk tubuh wanita. Pakaian tidak hanya menutupi seluruh tubuh saja tetapi harus menutupi lekuk tubuh wanita karena lekuk tubuh merupakan aurat, bila masih menonjolkan lekuk tubuh maka belum bisa dikatakan menutup aurat tapi membungkus aurat.
Selanjutnya adalah pakaian wanita tidak transparan yang berarti tidak tipis, penutup aurat harus kain yang tebal Karena kain yang tipis akan menunjukan warna kulit wanita, walaupun pakaian yang digunakan lebar namun transparan belum dapat dikatakan menutup aurat, maka muslimah wajib merangkap pakaian yang transparan sampai tidak terlihatkan warna kulit mereka.
Pakaian yang mencolok atau yang berwarna warni menarik perhatian bahkan menjadi pusat perhatain. Pakaian yang berwarna warni merupakan pakaian orang kafir, maka selain menarik perhatian hal ini juga agar tidak tasyabuh (menyerupai kaum kafir). Nabi Muhammad SAW pernah bersabda “barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dalam golongan itu”.(H.r. Abu Dawud)
 Busana yang dikenakan adalah busana yang tidak menyerupai laki-laki contohnya adalah celana, wanita tidak diperbolehkan menggunakan celana karena celana merupakan pakaina yang biasa digunkan oleh lelaki. Rasulullah SAW pernah bersabda “Alloh melaknat kaum laki-laki yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum laki-laki”. (H.r. Bukhari)
Rasulullah SAW bersabda “sesungguhnya apabila seorang wanita memakai wewangian  kemudian lewat disuatu kaum, supaya mereka mencium bau wanginya, maka ia adalah pezina”. (H.r. Ashhabus sunan) hal inilah yang banyak disepelekan oleh kaum wanita yaitu memakai wangi-wangian yang akan menimbulkan hasrat kaum lelaki, maka wanita yang memakai parfum untuk bisa dicium oleh kaum laki-laki disebut dengan wanita pezina hal ini dpat mendatangkan murka alloh dan mendapatkan dosa yang besar. wallahua’lam

An nur:31
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…”

 

Dalam firman Alloh SWT didalam surah An-Nur wanita hendaknya memanjangkan jilbanya sampai menutupi dada mereka bukan hanya menutup kepala saja. Sekali lagi Aurat wanita bukan hanya rambut nya saja tetapi seluruh tubuhnya kecuali telapak tangan dan muka, jadi yang harus di tutupi bukan hanya kepala dan rambutnya saja. Dalam memakai jilbab juga tidak diperbolehkan adanya punuk unta.

 

Dalam menutup aurat juga diperluka ilmu tentang itu wanita yang hanya mengikuti tanpa adanya ilmu yang benar tentu akan salah dalam hal menutup aurat sesuai perintah Islam.

Di era modern yang seperti sekarang muslimah lebih percaya diri ketika mereka mengumbar aurat mereka, mereka tidak perduli dengan aturan yang wajib dijalankan, miris sekali ketika melihat para remaja muslim yang seharusnya menjaga kehormatan mereka dengan menutup aurat dengan syar’i tetapi malah mempertontokan secara bebas aurat mereka di pinggir-pinggir jalan. Mereka lebih suka gaya berpakaian orang kafir dengan busana-busana modern, mereka berfikir bahwa gaya busana muslimah yang menutup aurat secara syar’i adalah pakaian yang kuno dan mereka merasa tidak percaya diri dengan itu tetapi sebaliknya jika mereka menggunakan pakaian yang modern yang memperlihatkan aurat mereka merasa percaya diri.
Pengaruh media begitu berperan di era modernisasi ini, entah media cetak, media elektronik maupun media yang terbaru yaitu media online, media merupakan sarana yang begitu starategis untuk menyebarkan budaya modern, sehingga identitas muslimah mulai terkikis dan mulai tergantikan dengan budaya modern.

Tidak sedikit muslimah yang mempertontonkan kecantikan tubuh mereka, mulusnya kulit mereka, indahnya rambut mereka, bagi masyarakat fenomena yang seperti itu adalah wajar tetapi jika melihat wanita yang menutupkan auratnya secara syar’I maka segala hina dan fitnah akan ditimpakan kepadanya, begitu ironis memang kondisi masyarakat yang sedang berlangsung seperti sekarang, ideologi barat sudah tumbuh kuat dan digemari.

Jika dilihat dari penjabaran menutup aurat di atas jauh sekali kenyataanya pada masa modern ini, sebagaian muslimah di Indonesia memang sudah mencoba untuk mau mengenakan jilbabnya tetapi apakah pakaian mereka sudah sesuai dengan perintah Alloh ?

Jilbab, kini bukan sekedar penutup Aurat, melainkan telah menjadi tren Mode. Namun  banyak yang tidak memenuhi syariat syar’I malah ada istilah “kudung gaul”. Kerudung yang hanya dipakai sebatas untuk menutup kepalanya saja, hanya menutupi rambut mereka sedangkan kain yang tersisa hanya dililitkan di leher. Seharusnya kerudung yang dikenakan harus menjuntai sampai menutupi dada. Yang terbaru adalah istilah “jilboob” yaitu tren mode kerudung yang tetap meperlihatkan lekuk tubuh wanita bahkan membentuk ketat di bagian dada. Naudzubillah

Muslimah yang menutup aurat pada zaman modern merupakan sebuah cara mereka untuk menutup aurat mereka tanpa meninggalkan usur “modern” didalamnya, yang mereka sadar atau tidak gaya busana yang seperti itu tidak diajarkan dalam Islam. Mereka ingin menutup aurat tetapi ingin terlihat gaul di mata masyarakat, maka niat yang seperti inilah yang sudah melenceng dalam memakai jilbab. Niat memekai jilbab adalah tanda ketaatan muslimah terhadap Alloh bukan pandangan manusia, untuk apa di sanjung di hadapan manusia tapi hina dimata Alloh ?, untuk apa cantik di dunia, namun terbakar di neraka? Ketahuilah muslimah kehidupan dunia hanya omong kosong belaka, sendau gurauan dan kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan di akhirat, tak apalah di dunia engkau harus bersusah payah, terjatuh, dihina karena ketaatan mu karena syurga akan menantimu, insya alloh.

Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: