Ulama Kena Prank Lagi

Ulama Kena Prank Lagi



Oleh khusniahummi

Beredar  pesan melalui grup whatshapp  terbatas bermodel laporan seorang oknum yang belum jelas inisialnya kepada seorang komandan. Isi pesan berantai tersebut berisi tentang kronologi penusukan seorang ulama yang cukup populer di tanah air yang sedang menghadiri salah satu acara keagamaan.  Selain kronologi, nampaknya pesan tersebut juga membahas mengenai sosok pelaku yang dinyatakan sebagai orang gila. Statemen yang terlalu dini diviralkan padahal penyelidikan masih belum tuntas dilakukan. Seolah masyarakat digiring untuk tidak membahas terlalu mendalam tentang tragedi ini. Karena sudah jelas pelaku adalah orang yang tidak waras. Apakah pesan berantai ini hanya settingan untuk mencoba menenangkan masyarakat?

Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak ulama yang telah mengalami tindakan kriminal, namun lagi-lagi pelakunya tidak berakir di jeruji penjara melainkan divonis sebagai orang gila yang hanya perlu beberapa rehabilitasi saja. Nampaknya bukan seperti sebuah kebetulan, namun para orang gila ini tidak ditemukan jejak rekam mediknya di rumah sakit jiwa bahkan adapula dari mereka yang aktif bersosial media. Apa iya orang gila zaman now sudah berevolusi  dari dunia khayalan ke dunia maya? 

Masalah seolah dibiarkan begitu saja, dan masyarakat dihimbau untuk menjaga diri mereka sendiri.  Fakta telah membuktikan bahwasanya pemerintah tidak melindungi masyarakat dari kejahatan tetapi pemerintah melindungi pelaku yang terbukti melakukan kejahatan, mulai dari keroyokan masa, ancaman kekerasan, perlindungan hukum masa peradilan dan fasilitas advokat. Lantas bagaimana kejahatan akan terhenti? Hanyalah ilusi.  Kejadian seperti ini hanya terjadi di negara demokrasi negara yang melebeli dirinya sebagai negara hukum. Intinya semua akan dipayungi hukum kecuali pengkritik kebijakan pemerintah. Disinilah kita butuh system yang tidak hanya melindungi rakyatnya dari segala kejahatan akan tetapi juga ketenangan dalam melaksanakan amal ibadah.

Sistem yang benar-benar melindungi dan menjamin segala hak rakyatnya bukanlah sebuah sistem ilusi yang terdapat dalam dongeng cerita fiksi politik tingkat tinggi. Sistem tersebut benar-benar ada dan telah terbukti penerapannya selama 13 abad lamanya. Sehingga mampu mengantarkan negaranya menjadi negara adidaya pada masanya dan menjadikan masyarakatnya sebagai manusia beradab sepanjang asa. Sistem islam namanya, khilafah adalah negaranya. Dialah sebuah sistem yang coba ditutup-tutupi oleh penipu, dialah negara yang coba dihalang-halangi oleh penjajah. Hingga saat ini. wallahualam bisshowwab. 

Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: