Jadi Remaja Peduli

Jadi Remaja Peduli




Oleh : Dian Anjarwati 
Pegiat Smart Friends Malang

Teman, pernah nggak kalian mikir satu persoalan, tapi sebenarnya persoalan itu sama sekali nggak mempengaruhi hidup kalian bahkan keluarga. Contoh dekat ya, saat aksi demo kakak Mahasiswa kemarin yang menolak UU Omnibus Law. Bisa jadi diantara kita ada yang berpikir, apa semua yang demo itu buruh? Atau keluargaku nggak ada yang buruh, jadi nggak perlu ikut demo begitu. Padahal, persoalan UU Omnibus Law ini lagi jadi perbincangan hangat seluruh negeri, bahkan sampai diliput kantor berita Internasional. 

Padahal persoalan yang menimpa hari ini banyak ya teman. Pandemi yang belum juga usai. Persoalan Muslim Uyghur yang disiksa dan dibunuh oleh Pemerintah China. Tak lupa perjuangan saudara kita di Palestina yang sampai saat ini terus dilukai oleh Israel laknatullah. Apa kalian semua tetap menutup mata atas semua itu, teman? Hanya karena semua peristiwa tadi jauh dari jangkauan kita, dan tidak menimpa keluarga kita. 

Bicara tentang hal sekitar, apakah kita juga diam aja saat tahu teman kita pakai narkoba, berzina, gaul bebas. Dan apa kita juga nggak peduli saat menyaksikan Bapak wakil kita mengeluarkan Undang-Undang yang membuat sengsara rakyatnya. Tentunya nggak ya teman.

Sebagai Muslim, kita harus peduli sama lingkungan sekitar, termasuk memperhatikan urusan Umat sekalipun itu tidak menimpa kita. Karena dalam Islam kita diajarkan untuk tidak mendiamkan kemungkaran. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda "Perumpamaan kaum muslimin dalam urusan kasih sayang dan tolong menolong adalah bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh merasa sakit maka menjalarlah penderitaan itu ke seluruh badan hingga tidak dapat tidur dan (merasa) panas".

Sebagai Muslim tentunya belum cukup hanya sadar dan peduli saja. Kita juga harus mencari solusi dari tiap persoalan. Sebelum menemukan solusi yang tepat, tentunya kita harus tahu dulu teman, akar persoalan semua ini darimana. Jadi, seluruh masalah di dunia saat ini karena penerapan sistem Sekuler Kapitalis. Di sistem ini, manusia diberikan hak penuh mengatur segala urusan dunia. Sama sekali nggak melibatkan Allah dalam aturan hidup manusia. Karena di sistem ini urusan kehidupan tidak ada sangkut pautnya sama agama. Maka lahirlah demokrasi, sebagai wadah lahirnya Undang Undang yang mengatur rakyat. Jangan lupakan juga teman, ada para kapital yaitu pemilik modal besar yang siap menggunakan uangnya untuk memuluskan jalan kekuasaannya. 

Teman, tentu kita nggak mau kan terus menerus berada pada kondisi sistem yang rusak ini. Aturan kehidupan yang seharusnya bersumber dari Sang Pencipta dan Pengatur, justru tidak dipakai. Layaklah jika kita pikirikan solusi dari seluruh persoalan dan bisa mengembalikan kedudukan kaum Muslim. Hal ini hanya bisa dilakukan dengan menerapkan hukum Islam dalam naungan Khilafah. Sebuah Negara yang berdiri berdasar atas Aqidah Islam dan mengambil hukum Syara' sebagai landasan aturannya. Sistem ini sudah terbukti dalan sejarah berjaya selama 13 abad dan menguasai 2/3 dunia. Kepala Negara atau Khalifah akan mengambil hukum untuk rakyatnya sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah, tanpa mementingkan segelintir orang. Dan kesejahteraan, kedamaian dan ketentraman akan terwujud dalam sistem Islam. 

Teman, mulai dari sekarang kita harus jadi remaja yang peduli pada persoalan sekitar. Berjuang melawan kemungkaran. Dan berjuang untuk kehidupan Islam. Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu'anhu, ia berkata, Aku mendengan Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman" (HR. Muslim). Wallahu'alam.
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: