Jalani Aktivitas dengan Manajerial, Pentingkah?

Jalani Aktivitas dengan Manajerial, Pentingkah?




Oleh: Mira Delvianti, S.Pd.I 


Setiap kita tidak lepas dalam aktivitas menjalani peran. Mulai dari presiden sampai bupati, dari tingkat insinyur sampai juru cuci, mau itu pedagang hingga juru kuli, baik itu ulama maupun para santri, tak ketinggalan kepala sekolah, siswa hingga ibu rumah tangga. Semuanya memiliki kesibukan dengan aktivitas keseharian. Waktu yang diberikan semua sama, dua puluh empat jam dalam sehari semalam dan seratus enam puluh delapan jam dalam sepekan. Tidak ada yang lebih. 

Walaupun berbeda-beda pekerjaan, pada intinya bermuara pada suatu target, harapan dan impian yang telah diprogramkan masing-masing sesuai tupoksinya.

Ada yang beraktivitas hanya fokus pada satu hal. Namun ada juga yang mengerjakan banyak hal lebih dari satu fokus aktivitas. Karena berkaitan dengan aktivitas, tidak hanya berkisar urusan pekerjaan semata, melainkan segela hal yang dilakukan untuk menghiasi relung-relung waktu.

Konon lagi bagi seorang muslim yang paham akan makna dan tujuan hidup. Pasti ia akan menyibukkan diri pada hal-hal yang akan mendatangkan kebaikan bagi dirinya dan keridhoan bagi Sang Penciptanya. 

Menelusuri tentang kebaikan, ada banyak hal yang bisa diupayakan di samping pekerjaan rutinitas harian. Baik itu offline ataupun online. Perkara hablum minallah, binafsihi maupun hablum minannas. 

Berkaitan dengan hablum minallah di antaranya optimalisasi aktivitas ibadah nafilah seperti qiyamul lalil, rawatib, dhuha, khattam al-Quran, tahfiz ayat, surat dan hadits, puasa sunnah dan lain sebagainya.

Berhubungan dengan hablum binafsihi seperti upaya melejitkan potensi melalui penela'ahan buku-buku yang dimiliki dan menuliskannya kembali menjadi sebuah karya baru. Aktif dalam majelis-majelis ilmu nan berfaedah. Mulai dari majelis ilmu tsaqafah Islam untuk menata aqliah dan ibadah, hingga majelis kajian kitab ilmu alat seperti bahasa arab untuk mudah memahami Al Quran sebagai petunjuk kehidupan.

Tak kalah penting, tingkatkan kualitas diri melalui kajian-kajian manajemen rumah tangga agar tercipta keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, senang menghadiri kegiatan forum ilmu manajemen keuangan dan usaha agar bisnis lancar dan berkah keluarga jadi merekah. Tak ketinggalan kelas ilmu parenting agar tercipta generasi good looking, dan juga aktif dalam forum interaktif tentang penggunaan sains dan teknologi agar aktivitas semakin mudah dan sebagainya.

Belum lagi dengan hablum minannas, tak lupa pula ghiroh menjalin shilaturrahmi antar keluarga dan shilah ukhuwah untuk mempererat hubungan sesama umat seaqidah. Dakwah untuk saling mengingatkan dan menguatkan, karena kondisi umat sekarang sangat jauh dari syariat Islam. Perlu ekstra perjuangan dan pengorbanan, agar umat tidak terus terjerumus dalam kubangan kekufuran. 

Maka dari itu sangat penting bagi kita menyeimbangkan seluruh aktivitas itu dengan manajerial yang baik agar tertata dan semua bisa berjalan optimal. Jika tidak fikiran kacau dan aktivitas jadi berantakan. Bahayakan! Karena keselarasan aktivitas dunia dan akhirat harus jadi pertimbangan, Karena itu bagian dari hal yang diperintahkan dalam syari'ah. 

Walaupun profesi hanya sebagai ibu rumah tangga. Tapi jangan salah. Tak kalah pentingnya dalam membuat segala manajemen. Apalagi ibu ideologis. Selain berperan sebagai istri shalihah bagi suami, ibu bagi buah hati dan generasi penerus perjuangan ulama terdahulu, manajer dalam rumah tangga, punya berbagai kelas dan agenda untuk terus menempa diri atas segala kekurangan yang dimilikinya, seorang ibu juga hamba di sisi Sang Penciptanya. 

Tak kalah menakjubkan, jika masih bisa berkecimpung sebagai pengemban dakwah bagi masyarakat yang ditempanya. Semua itu sangat-sangat butuh manajemen diri dan manajemen waktu yang idealis. Agar fikiran dan kesehatan terjaga, karena ibu adalah jantung di dalam rumah tangga, maka hasilpun akan sesuai jeripayah. Kehidupanpun pastinya terasa bahagia.

Jadi, ketika kita tidak menyibukkan diri pada aktivitas kebaikan, niscaya diri akan tersibukkan sendiri dalam hal-hal kemudhorotan. Namun dengan manajerial yang tertata baik, alhasil lelahmu akan menjadi Lillahi. 

Sudahkah antum melibatkan diri pada sejumlah aktivitas yang berguna? Sejauh mana keefektifan agenda itu berjalan? Apakah manajerial yang baik sudah dijalani untuk keseluruhan aktivitas yang dimiliki? 
Jika belum, rancanglah! 

Wallahu a'lam bi ash-shawwab
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: