Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

KONSTRUKSI PERAN MAHASISWA DALAM ARUS PERUBAHAN BANGSA

Senin, 19 Oktober 2020


Oleh : Nunik,  Ibu Rumah Tangga dan Pemerhati Sosial,  Andir Ciparay - Kab. Bandung

Gelombang massa yang melakukan aksi menolak UU Omibus Law Cipta Kerja semakin besar.  Pemerintah mengklaim mengetahui siapa dalang yang menggerakkan demo besar-besaran sejak kemarin, hal itu disampaikan menteri koordinator bidang perekonomian Airlangga Hartarto dalam wawancara dengan CNBC Indonesia TV,  kamis 8 oktober 2020. Ia menuturkan bahwa Ia tahu siapa sponsor dan yang membiayainya,  ia pun berbicara bahwa tokoh ini tidak ada di lapangan, mereka ada dibalik layar, tutupnya. Lantas siapa yang dimaksud oleh menteri koordinasi bidang perekonomian tersebut?

Dalam sistem kapitalis para intelektual muda (mahasiswa)  dikerdilkan potensinya,  mereka sengaja dibungkam dan dicetak hanya untuk memikirkan kemaslahatan pribadinya, mereka hanya akan disibukkan dengan kuliah dan kegiatan-kegiatan yang pro kebijakan. Gerakan perubahannya dimandulkan sekedar memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan, tidak sampai menghantar pada perubahan mendasar.  Gairah kebenaran mereka yang akan mengkritik ketidakadilan yang terjadi akan terkunci, dan cukup mengikuti kata para pemegang kebijakan saja, ini sangat disayangkan. Padahal pemuda lah yang memiliki peran penting dalam agenda perubahan,  mereka adalah wujud kekuatan dan garda terdepan dalam perubahan kemajuan negara. 

Dalam pandangan Islam pemuda merupakan potensi yang besar dalam menuju perubahan, mereka adalah pelaku utama perubahan  tentunya perubahan menuju sistem Islam kaffah yakni Khilafah. Khilafah akan menata peran pemuda - mahasiswa agar menjadi pelaku utama menuju kejayaan Islam, jika melihat sejarah Islam pada masa kekhalifahan bahwa pemuda lah yang mendukung kejayaan Islam,  seperti sosok Abdurrahman An-nashir, Muhammad Alfatih, Salahuddin Al-ayyubi dan masih banyak lagi. Marilah para pemuda khususnya muslim Indonesia jangan hanya diam tanpa kontribusi nyata, jadilah agen perubahan menuju sistem Islam. Yakni sistem yang berasal dari sang Illahi Rabbi yang akan mampu mewujudkan negara ini rahmatan lil 'alamiin.
Wallahu a'lam bishawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar