Sains dan Teknologi dalam Kegemilangan Sejarah Islam

Sains dan Teknologi dalam Kegemilangan Sejarah Islam




Oleh Aning (Ibu Rumah Tangga)

Islam dianggap sebagai agama yang ketinggalan zaman. Ada sebuah ungkapan, “Islam just for the past” (Islam hanya baik untuk zaman dahulu). Dan ternyata pemahaman seperti ini tidak hanya berada di kalangan orang-orang barat, yang sejatinya adalah musuh Islam dan mengharapkan kehancurannya. Tapi juga mempengaruhi pemikiran umat islam sendiri. Contoh nyata adalah JIL, mereka selalu menjadikan syariat Islam sebagai objek kritik studinya.

Mereka beranggapan bahwa syariah Islam yang berasaskan Al-qur’an dan As-sunnah tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Secara implisit anggapan mereka bermakna, agama islam hanya bisa menjadi problem solving bagi masyarakat lampau, tidak untuk problem masyarakat modern.

Propaganda orang-orang barat menuai hasil yang cukup gemilang. Issu-issu menyimpang yang mereka lontarkan dan distorsi sejarah yang mereka lakukan, menjadikan umat Islam kehilangan moralnya.

Umat Islam hari ini lupa dengan apa yang telah dicapai para pendahulu mereka. Seandainya mereka meluangkan sedikit waktu untuk menelusuri lintasan sejarah yang pernah dilalui kaum muslimin pada kisaran abad ke-10 M, mereka akan menemukan banyak fakta yang menakjubkan. Para saintis muslim melahirkan teori-teori baru tentang sains dan menghasilkan tekhnologi-tekhnologi super canggih pada masanya.

Hanya saja kaum muslimin hari ini lebih kagum dengan perkembangan tekhnologi dunia barat, padahal era Renaissansi baru lahir di dunia barat setelah mereka mengkaji peradaban dan kebudayaan muslim. Adalah Andalusia (Toledo) yang menjadi saksi bisu puncak kegiatan penterjemahan buku-buku berbahasa arab ke bahasa latin.

Perlu kita ketahui, bahwa salah satu cara untuk menjadikan umat islam tetap terpuruk adalah dengan cara menurunkan tingkat moral umat Islam ke titik terendah. Dan untuk mewujudkan rencana tersebut mereka mengaburkan fakta yang sebenarnya tentang umat Islam di masa lalu.

Dunia sains barat mendengungkan nama-nama orang kristen Eropa sebagai penemu berbagai teori sains dan tekhnologi di masa lalu. Albert Einstein misalnya, ia dinobatkan sebagai penemu teori relativitas pada tahun 1905 M. Sampai detik ini dunia masih mempercayai informasi itu. Realitanya, pada abad ke-8 M, sekitar 1.100 tahun sebelum Eistein menemukannya, ilmuwan muslim yang memiliki sebutan Al-kindi telah mencetuskan teori relativitas.

Fakta lain adalah, dunia kedokteran barat mengklaim sebagai perintis di bidang anestesia atau pembiusan. Mereka menyebut Oliver Wendel Holmes Sr sebagai dokter pertama di dunia yang memperkenalkan istilah Anestesia. Klaim tersebut tentu sangat ahistoris. Ratusan tahun sebelum Holmes mengenal Anestesia tahun 1846, dunia kedokteran Islam telah mengenal dan mengembangkan anestesia. Sembilan abad sebelum Holmes lahir, para dokter muslim terkemuka, seperti Ibnu Sina, Al-Zahrawi, Ibnu Zuhr, dan Ibnu Al-nafis telah sukses melakukan operasi pembedahan.



Hari ini dunia barat selalu menjadi acuan dan rujukan. Dunia selalu bercermin pada barat di segala aspeknya. Dari ilmu pengetahuan, pendidikan, tekhnologi, mode pakaian, gaya rambut, hingga cara berpikir.

Itu belum seberapa dibandingkan manusia-manusia yang tergila-gila dengan para artis hollywood. Sangking gilanya, gara-gara berpapasan dengan turis eropa atau amerika di tengah jalan, mereka langsung mengajak foto bersama. Ini menunjukka betapa rendahnya moral umat Islam hari ini, terkhusus di Indonesia.

Umat Islam hari ini tidak lagi bangga dengan ke-islamannya. Mereka lebih bangga dengan trend dunia barat. Ada yang salah dengan diri umat Islam. Seharusnya umat Islam bangga dan yakin dengan Islam dan berbagai konsepnya. Seperti sains misalnya, orang-orang barat harus melepaskan dogma agamanya untuk bisa berkembang di dunia sains dan tekhnologi. Mereka memisahkan antara ajaran ke-kristenan dengan ilmu pengetahuan.

Sedangkan Islam tidak demikian. Para ilmuwan muslim di abad pertengahan berhasil mengembangkan teori sains dan tekhnologi tanpa harus meninggalkan ajaran Islam, karena ilmu pengetahuan adalah bagian dari Islam. Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang ilmu pengetahuan, dari mulai teori penciptaan alam semesta, penciptaan manusia, hingga garis edar planet.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: