Strategi Barat Melalui Tangan Kaum Liberal

Strategi Barat Melalui Tangan Kaum Liberal



Oleh: Adibatus Shohifah 

(Aktivis Dakwah Remaja)

Lagi-lagi jagat maya dibuat heboh oleh ulah sekelompok kaum liberal. Kali ini mereka  kembali melakukan serangkaian serangan terhadap Islam, khususnya ajaran Islam terkait hijab.

Dilansir dari Jurnalgaya, (26/09/2020)- Media asal Jerman Deutch Welle (DW) dihujat sejumlah tokoh dan netizen karena membuat konten video yang mengulas tentang sisi negatif anak pakai jilbab sejak kecil. 

Wakil ketua Anggota DPR RI sekaligus Politisi Partai Gerindra menanggapi hal ini, Fadli Zon menyatakan kecamannya. Ia menyatakan bahwa " liputan ini menunjukan sentimen islamophobia, dan agak memalukan untuk sekelas @dwnews" Ujarnya melalui cuitan pada akun Twitter, @Fadlizon.

Tidak henti-hentinya Barat melakukan serangan terhadap Islam dari berbagai sisi. Mereka selalu mencari ajaran dalam syariat Islam untuk dipermasalahkan. Saat ini mereka menyuarakan bahwa pembiasaan pemakaian hijab pada anak sejak kecil merupakan bentuk pemaksaan dan akan memberikan dampak negatif pada perkembangan anak.

Sejatinya tuduhan yang tidak mendasar itu hanyalah merupakan bualan-bualan belaka pemikiran ala Barat melalui kaum liberalisme, mereka hanya ingin menciptakan  generasi muda yang bebas, sebebas-bebasnya tanpa adanya aturan yang menjadi penjagaan terhadap individu-individu. Dimana aturan tersebut hanyalah suatu yang dapat dipilah-pilah sesuai kepentingan.

Kaum Barat bertujuan untuk membuat hancur suatu peradaban dengan memberikan racun-racun pemikiran yang di tujukan kepada kaum wanita, yang merupakan sosok yang menjadi pelopor besar dalam berkembang atau rusaknya suatu bangsa.

Faktanya ialah, tidak ada kerusakan atau kecacatan yang dapat ditimbulkan  dalam suatu hukum syariat yang bersumber dari dzat yang maha sempurna ( Al-Khaliq Al-Mudabbir), yang mengetahui segala sesuatu, Allah Swt telah menurunkan seperangkat aturan yang bersesuaian dengan fitrahnya seorang manusia, apa yang baik atau tidak untuk dirinya.

Justru aturan di dalam syariat Islam akan menjaga kemuliaan setiap insan. Seperti halnya pembiasaan mengenakan hijab sejak kecil kepada anak, dengan pembiasaan tersebut akan banyak sekali hal-hal positif yang terjadi dari diterapkannya aturan secara sempurna.

Anak tersebut akan terbiasa dengan pembawaannya sejak kecil, mengetahui batasan-batasan auratnya sebagai wanita,terbiasa dengan hijab hingga dewasa, terjaganya kemuliaan dan fitrahnya dan masih banyak lagi hal-hal positif yang akan dipetik dari pembiasaan anak mengenakan hijab sejak kecil.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an " Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (TQS. al-Ahzab [33]: 59).


Sedangkan pemikiran liberal yang mengatakan bahwa pembiasaan hijab pada anak hanya akan membawa dampak negatif bagi perkembangannya. Justru hal ini hanya sebuah ilusi dalam angan-angan. Sebaliknya pemikiran ini akan membawa dampak besar bagi kehancuran, anak akan terbiasa dengan kebebasan dirinya tanpa hijab hingga terbawa sampai dewasa tanpa sadar akan dosa, serta rentan terhadap suatu pelecehan, pergaulan bebas, hingga terbawa kepada fitnah yang lebih besar lagi.


Serangan-serangan pemikiran seperti ini memang sangat mudah terjadi di zaman yang penuh fitnah seperti saat imi. Hal ini menjadi bukti nyata kebobrokan sistem kepemimpinan dalam kapitalisme. Umat Islam tidak lagi memiliki junnah atau perisai yang dapat mengcounter serangan dari berbagai pihak yang ingin membuat kerusakan dan memecah belah persatuan antar ummat.


Pemandangan semacam ini sangat berbeda jauh pada era kekhilafahan, dimana berbagai macam bentuk serangan termasuk seperti sekarang akan sulit bahkan tidak akan bisa terwujud. Karena Khilafah mampu memberikan jaminan  perlindungan dari penghianatan-penghianatan yang dapat merusak atau membolak-balikan ajaran dalam syariat Islam.


Khilafah mampu membentengi ummat dari pemikiran dan ideologi kufur seperti : feminisme, sekularisme, liberalisme, sosialisme dan komunisme yang semua itu merupakan produk garapan bangsa barat dan pemikiran semacam itu kian tumbuh subur ditengah masyarakat sekarang. Sekali lagi hal ini menjadi bukti baru bahwa betapa sekarang ummat sangat memerlukan perisai sebagai wadah pelindung. Umat sangat membutuhkan Islam yang merupakan satu paket dengan sistem kepemimpinannya (khilafah). Hal ini  akan berjalan diatas hukum-hukum Allah Swt.


Rasulullah Saw. bersabda; Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zhalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.  Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (no. 18430), Abu Dawud al-Thayalisi dalam Musnad-nya (no. 439); Al-Bazzar dalam Sunan-nya (no. 2796)).

Wallahu'alam bishawab. []

Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: