TAK PERLU TAKUT MENGANGKAT SEJARAH KEGEMILANGAN ISLAM

TAK PERLU TAKUT MENGANGKAT SEJARAH KEGEMILANGAN ISLAM




Oleh : Fityah Sholihah

Apa yang salah dengan sejarah, karena sejarah adalah fakta yang benar-benar terjadi di masa lau atau sebelum sekarang. Dalam sejarah, Islam telah berhasil mengukir  kejayaan Islam yang  tak pernah bisa ditutup-tutupi oleh siapapun. Walau seribu cara , daya dan upaya pembenci Islam berupaya menutupinya tak akan mampu menahan bagaimana berita kejayaan Islam sampai pada umat ke umat berikutnya. Entah nafas spirit atau inspirasi perjuangannya melalui coretan-coretan ikhlas dari penulisnya atau bentuk dokumen lainnya, sejarah mulai berbicara perlahan namun pasti. 

Menengok fakta akhir-akhir ini bahwa merupakan hal yang sangat disayangkan ketika pihak-pihak tertentu di salah satu provinsi di negeri kita  baru-baru ini telah  membatalkan  instruksi membaca buku Muhammad Al Fatih 1435 karya Felix Y Siauw untuk meningkatkan minat literasi siswa karena dianggap penulisnya mempunyai pemahaman trans-nasional. Padahal banyak nilai yang bisa di ambil dalam konten buku tersebut. Buku tersebut dengan judul Muhammad Al Fatih 1453 adalah sebuah buku biografi tokoh besar Islam, tokoh yang dianugrahi julukan 'panglima terbaik', tokoh yang bisa menggerakkan pasukannya untuk membebaskan kota dengan pertahanan terkuat di dunia yaitu Konstantinopel. ... “Kota Konstantinopel nanti akan jatuh ke tangan Islam. Sungguh sebuah kisah heroic yang patut diteladani. 


Jujurlah pada sejarah
Dalam Islam kita tidak boleh menutupi kebenaran bahkan dalam hadits disampaikan untuk mengatakan yang benar meskipun pahit. Tapi tentunya ini akan tidak berlaku bagi para pembenci Islam. Paket Barat menjauhkan umat Islam terhadap Islam nampak dengan dijauhkan umat Islam dengan ajaran Islam, sejarah Islam, hukum Islam  dengan meremehkan, mendiskreditkan dan menghinakan Islam maupun pembawanya. Ruang persebaran Islam dipersempit untuk memastikan bahwa dalam Islam tidak ada sistem Islam dan memastikan agar umat berpaling pada ajarannya. Sehingga dengan arahan Barat, terwujud yang diinginkan Barat untuk mewujudkan fasluddin anil hayah yaitu memisahkan agama dengan kehidupan. 

Banyak kaum intelek dan tokoh yang salah kaprah dengan berbalik arah mengkambing-hitamkan bahwa ajaran Islam merupakan  agama yang eksklusif, penyebab kemunduran, dan memegang agama dengan teguh dianggap kolot bahkan radikal. Sehingga mencukupkan Islam hanya urusan ibadah ruhiyah dan akhlak.  Rupanya penancapan ideology kapitalis yang tak jarang di lengkapi dengan fasilitas duniawi menjadi sulit  untuk berkata benar dan lantang untuk menyampaikan kebenaran.

Politik dunia di bawah komando ideoogi Kapitalis  bersikeras membangun pemahaman umat termasuk kaum muslim sendiri agar menerima pemahaman sekulerisme, yaitu memisahkan agama dengan kehidupan. Membuka kembali lembaran sejarah kejayaan Islam akan dimaknai akan menjegal sekulerisme dan dipaksa move on dengan hidup bersama ideologi barat yang pada faktanya banyak memberi persoalan pada umat. Pemahaman-pemahaman inilah ditumbuh-kembangkan melalui pengetahuan dan informasi yang banyak mengagungkan peradaban barat. Tidak heran kita akan banyak jumpai kaum muslim berkepribadian ganda yaitu ibadah mahdloh yes, politik Islam no. 


Islam itu rahmat dan mulia
Tak seharusnya terdapat pemahaman yang menganggap dengan mensejajarkan budaya Islam dengan budaya arab. Karena sungguh Islam itu memberi rahmat begi seluruh alam dan umat di dunia. Alloh berfirman  yang artinya : “Dan tiadalah kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” ( QS: Al Anbiya ayat 107). Kegemilangan sejarah kejayaan Islam yang dikenal luas wilayah hampir dua pertiga dunia, memancarnya peradapan di seluruh dunia, kuatnya tentara dan perekonomian, banyak penemuan dan berkembangnya pengetahuan, bahkan dikenal karena tinggi akhlaknya,  Memaksa lupa dan melumpuhkan kenangan terhadap kejayaan sistem Islam yang berdiri kurang lebih 13 abad  merupakan hal yang mustahil. Karena sejarah Islam terlalu besar dan terlalu mulia. Subhanalloh
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: