Berulang Kali Boikot, Para Penghina Nabi Tak Kunjung Jera

Berulang Kali Boikot, Para Penghina Nabi Tak Kunjung Jera

Oleh: Ummu Zayta

Majelis Ulama Indonesia ( MUI) mengeluarkan imbauan kepada umat Islam Indonesia untuk memboikot segala produk asal negara Perancis. 

Seruan boikot MUI dilayangkan melalui surat pernyataan Nomor: Kep-1823/DP-MUI/X/2020 tertanggal 30 Oktober 2020.
(Kompas/31/10/2020)

Protes di belahan negeri kaum muslim terhadap penghina Nabi, Presiden Prancis Emmanuel Macron semakin gencar dilakukan. Melalui seruan boikot terhadap produk Prancis umat Islam menunjukkan reaksi keras terhadap para penghina Nabi.

Sebagai negara yang memiliki penduduk muslim terbesar di Eropa tercatat dalam 30 tahun terakhir jumlah mualaf terus meningkat dua kali lipat.

Bahkan hari ini, Prancis menjadi rumah bagi lebih dari enam juta muslim atau sekitar sembilan persen dari populasi negara. Sehingga ia memandang bahwa kebangkitan Islam adalah sebuah ancaman. 

Bukan untuk pertama kalinya, penghinaan Nabi dari tahun ke tahun selalu terjadi. Bagaimana tidak, sebagian besar mereka adalah negara pengusung kebebasan. Bagi mereka tak ada yang salah dalam berekspresi selama sistem kehidupan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Berbuat atas nama HAM dan demokrasi.

Mereka selalu beralasan bahwa apa yang dilakukan adalah cara memelihara peradaban sekuler liberal yang diagungkan. Peradaban yang dipandang sebagai peradaban terbaik yang wajib diperjuangkan. 

Jadi wajar bila seruan boikot produk saja tidak cukup membuat mereka jera. Walau sebenarnya merekapun merasakan juga dampak terhadap kemerosotan ekonomi tetapi penghinaan terhadap Nabi tidak lantas dihentikannya.

Sungguh ancaman sejati bagi mereka adalah ketika lahirnya sebuah peradaban agung yang mampu menguasai dunia dan akan melenyapkan peradaban kapitalisme yang hakikatnya sudah di ambang kehancuran.

Sehingga seruan pemboikotan tidak terbatas pada produk saja melainkan juga pada semua pemikiran rusak yang datang dari barat. Sekularisme, kapitalisme,  hedonisme serta pemahaman yang lahir dari sistem yang salah yakni pemisahan agama dari ranah kehidupan.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: