Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Bukan Sekedar Ceremony

Senin, 02 November 2020



Oleh : Elif Fitriah Mas’ud, SHI

Praktisi Pendidikan

 

Kelahiran Rosulullah SAW diawali dengan peristiwa yang tak terlupakan yaitu peristiwa hancurnya pasukan Abrahah yang berniat menghancurkan Ka’bah Baitullah dengan mengendarai pasukan Gajah yang kemudian luluh lantak oleh bala tentara Allah berupa burung Ababil yang membawa batu dari Neraka, maka tahun kelahiran Rosulullah disebut juga dengan tahun Gajah.

Sebelum Nabi Muhammad SAW dilahirkan, perasaan Aminah ibunda Rosulullah SAW begitu tenang dan damai, Aminah juga mengalami beberapa kejadian mengagumkan jelang kelahiran Rasul. Allah mengutus empat wanita utama untuk menemani Aminah selama proses melahirkan. Mereka adalah Hawa istri Nabi Adam, Sarah istri Nabi Ibrahim, Asiyah binti Muzahim, dan Maryam binti Imran ibunda Nabi Isa. Seluruh langit dipenuhi cahaya terang dan para malaikat ikut menyaksikan. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Ishaq dari Sayyidina Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah dilahirkan pada malam yang tenang:

وُلِدَ رَسُولُ اللَّهِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ، لِاثْنَتَيْ عَشْرَةَ لَيْلَةً خَلَتْ مِنْ شَهْرِ رَبِيع الْأَوَّلِ، عَام الْفِيلِ

 

“Rasulullah dilahirkan di hari Senin, tanggal dua belas di malam yang tenang pada bulan Rabiul Awwal, Tahun Gajah.” (Imam Ibnu Hisyam, juz 1, hlm 183).

Begitu terangnya cahaya langit saat kelahiran Rosulullah hingga menggetarkan bumi yang diatasnya terdapat kedzaliman dan terjadilah beberapa peristiwa dahsyat sebagai bukti kebesaran Allah, yaitu : hancurnya seluruh berhala disekitar ka’bah yang dijadikan sesembahan kaum Jahiliyah di Mekah, padamnya Api yang disembah oleh kaum Majusi di Persia yang dikisahkan seribu tahun tidak pernah padam, Surutnya  aliran air danau yang diagungkan, tenggelamnya Tasik Sava atau semenanjung yang dianggap suci serta Runtuhnya 14 serambi istana Kisra (Raja Persia) yang merupakan pusat  kedzaliman dan kekafiran

Selain itu, peristiwa menggemparkan juga terjadi di kerajaan Romawi, di mana beberapa buah gereja dan biara tiba-tiba runtuh. Demikianlah Allah memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya akan datangnya sosok penutup para Nabi yang akan menggoyahkan benteng-benteng kezaliman dan penyempurna ajaran-ajaran sebelumnya.

Dalam rangka mengingat kembali peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW, sebagai wujud kecintaan kepada beliau dan pengamalan hadits berikut:

“Tidak beriman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dia cintai daripada bapaknya, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR al-Bukhari)

Cinta nabi official mengadakan gelaran akbar daring Maulid Nabi 1442 H, dengan Tema : “Tegakkan Syari’ah, Wujudkan Keadilan, Lenyapkan Kedzaliman” pada hari kamis, 12 Robiul Awwal 1442H / 29 Oktober 2020 yang diikuti oleh sekitar 25.000 peserta secara Online.

Maulid yang diadakan oleh cinta nabi official bukanlah sekedar ceremony belaka, tetapi memiliki pesan yang sangat dalam dan mampu membangkitkan rasa cinta yang dalam terhadap Rosulullah SAW, serta mengungkapkan bagaimana cara mencintai Rosul yang sebenarnya Cinta  Tanpa Tapi dan Tanpa Nanti

Mencintai Rosulullah yang sebenarnya adalah dengan menjadikan beliau sebagai suri tauladan dalam semua aspek kehidupan, baik dalam hal ibadah, akhlak, sosial, politik, ekonomi dan budaya, yang mencakup ranah individu, keluarga, kelompok sampai bernegara dengan menjalankan seluruh Syariat yang beliau bawa tanpa dipilah pilah ibarat hidangan dalam meja prasmanan

Mencintai Rosulullah seharusnya mampu membuat kita marah ketika beliau dihina dan dilecehkan, sebagaimana yang terjadi pada tanggal 2/09/2020, Majalah Charlie Hebdo kembali menerbitkan karikatur nabi Muhammad SAW. Bukan kali pertama majalah sayap kanan ini menghina Nabi dan ajarannya. Walaupun mendapatkan banyak kecaman dari berbagai negara, nyatanya pemerintah Prancis mendukung ulah Majalah tersebut.

Nahasnya, kali ini berujung pada tewasnya guru sejarah di salah satu sekolah di Paris pada 16/10/2020. Samuel Paty, tewas setelah mengajar materi kebebasan berekspresi. Pety menggelar diskusi di kelas dan menampilkan kartun Nabi Muhammad SAW. yang ada di majalah Charlie Hebdo.

Presiden Prancis langsung memanfaatkan momen tersebut dengan menyebutnya sebagai bentuk serangan dari teroris Islam. Akhirnya, warga Prancis beramai-ramai mengutuk kejadian tersebut. Mereka sengaja menutup mata atas sumber tragedinya yaitu penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. (muslimahnews.com/2020/10/28)

Semoga momentum Maulid kali ini membawa semangat yang sama dengan hari saat Rosulullah SAW dilahirkan, sehingga tema yang di usung benar-benar mampu terealisasi dimuka bumi ini, dengan hancurnya sesembahan-sesembahan selain Allah, tumbangnya ideologi selain Islam dan lenyapnya kedzaliman.

Beberapa pesan dari para Tokoh yang berbicara pada momentum maulid virtual 1442H,  diantaranya adalah :

1. Prof Dr. Suteki, S.H., M.Hum.

“Peringatan Maulid ini hendaknya menjadi spirit umat Islam untuk mengembangkan peradaban Islam. Khususnya di Indonesia dengan 87,19% mayoritas muslim yang seharusnya mampu mewarnai peradaban umat di negeri ini.”

2. Dr. Ichsanuddin Noorsy, B.Sc., S.H., M.Si.

“Perjalanan ke depan, yang benar itu menjadi penting. Dan perjalanan ke depan (yang benar) itu adalah sebagaimana Al-Qur’an menyebutnya sebagai hudan lin naas wa bayyinatin minal huda wal furqan.

 

3. Ustaz M. Ismail Yusanto

“Kedaulatan harusnya bukan di tangan rakyat, tapi di tangan Allah. Pun pemimpin yang baik mesti tunduk pada sistem yang baik, yang memastikan ketundukan pada Allah SWT, sehingga kezaliman dan ketidakadilan tidak akan terjadi.”

4. K.H. Rokhmat S. Labib

“Seharusnya penguasa sejalan dengan perintah Allah dan petunjuk Rasulullah Saw. agar mudah melaksanakan syariat. Namun, ketika berbeda antara perintah Allah dan perintah penguasa, harus lebih diutamakan ketaatan pada perintah Allah SWT.”

5. Ust. Karebet Wijayakusuma

“Cinta tak sekadar dengan kata-kata C-I-N-T-A. Tapi harus dibuktikan dengan ittiba’ (mengikuti) semua ajaran yang dibawa Rasulullah Saw.. Bukan hanya pada ranah individu, tapi hingga bernegara.”

6. K.H. Thoha Cholili

“Umat Islam tidak bisa dihina begitu saja. Islam bukan budaya, pelengkap, aksesoris. Tetapi Islam adalah petunjuk dari Allah SWT. Sebuah ideologi, pemikiran, jalan hidup agar dapat menjadi hamba Allah seutuhnya. Sebagaimana dicontohkan Rasulullah Saw., risalah ini dibawa secara kaffah olehnya. ”

7. Wasekjen MUI, Dr. H. Nadjamuddin Ramly, M.Si.

“Umat Islam harus meneladani seluruh tabiat dan karakter Rasulullah Saw.. Bagaimana Rasulullah menyayangi umatnya dan bersikap kepada musuh-musuhnya. Tetapi dengan kebatilan dan kemungkaran serta kezaliman, beliau tegas melakukan pemberantasan tentang itu.” (muslimahnews.com/2020/10/29/)

Alhamdulillah acara Maulid berlangsung dengan lancar dan tenang tanpa mengalami kendala berarti. Semoga dalam ketenangan tersebut mampu mengubah peradaban umat sebagaimana pesan yang diutarakan oleh para tokoh diatas. Dan Tema yang diusung dapat segera terlaksana, karena hanya dengan menjalankan Syariah secara kaffah keadilan akan tercipta dan kezaliman akan lenyap serta menjadi bukti Cinta kita kepada Rosulullah SAW. Allahumma Sholli ‘ala Muhammad

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar