ISLAM, BENTUK PERUBAHAN HAKIKI PENGGANTI DEMOKRASI

ISLAM, BENTUK PERUBAHAN HAKIKI PENGGANTI DEMOKRASI




Oleh : Shinta putri
Aktivis Muslimah


Waktu demi waktu kondisi negeri ini bahkan dunia sangat miris keadaannya. Kemaksiatan, kerusakan, kefasikan bahkan kezaliman terjadi di mana-mana, sehingga kemudharatan terjadi menimpa umat terus menerus tanpa henti. Masalah umat yang  satu belum terselesaikan akan tumbuh masalah kehidupan yang lain tanpa henti. Seakan-akan dunia ini tidak ada keberkahan dan rahmat-Nya.

Apakah keadaan yang seperti ini kita hanya tinggal diam, sabar, berzikir dan berdoa saja walaupun hal ini juga dianjurkan dalam Islam. Jika di depan kita banyak kemaksiatan yang terjadi. Seperti pergaulan bebas, narkoba, tawuran, pembunuhan, perampokan, begal, pelecehan seksual anak dan wanita, banyak pengangguran karena PHK, usaha kecil banyak bangkrut, korupsi, perzinaan, pandemi yang belum berakhir, serta resesi ekonomi.

Kondisi dalam negeri dan di seluruh dunia terus berulang-ulang menghadapi situasi yang penuh dengan kemudharatan di mana-mana. Baru-baru ini juga menimpa Islam dan umat Islam, penghinaan gambar karikatur nabi Muhammad di negara Perancis mengatasnamakan kebebasan berekspresi. Islam telah dihina, dinistakan serta dilecehkan. Tak luput semua ini adalah hasil dari penerapan sistem demokrasi kapitalisme yang mempunyai akidah kebebasan dalam setiap aktivitasnya.

Karut-marut kerusakan yang terjadi pada saat ini meniscayakan perubahan mendasar secara menyeluruh. Perubahan dalam hidup sekarang ini yang kita butuhkan. Sumber semua kerusakan ini terjadi di sebabkan oleh sistem demokrasi kapitalisme, sistem kufur buatan manusia yang dicetuskan oleh negara-negara kafir Barat untuk diterapkan seluruh manusia dengan tujuan mencari keuntungan yang sebesar-besarnya hanya dunia semata yang dikejar. Akidah yang dipakai adalah memisahkan agama dari kehidupan.

Inilah sumber masalah yang terjadi. Namun, umat tidak tahu bahkan umat Islam sendiri malah mengikuti arus demokrasi kapitalisme. Meskipun kita memeluk agama Islam jika aturan hidup yang digunakan bukan aturan hidup Islam, maka yang terjadi adalah banyak kemaksiatan dan dosa. Mekanisme demokrasi yang buruk tidak menghasilkan manfaat bagi rakyatnya sebagai contoh pengesahan undang-undang cipta kerja, isinya yang lebih mengutamakan para investor daripada rakyat.

Rakyat terus-menerus dizalimi dan diperas habis-habisan ibarat sudah jatuh karena pandemi tertimpa tangga dari kezaliman penguasa. Kalau tidak ada perubahan yang menyeluruh yang ada seperti tahun 1998 menyuarakan reformasi tapi sistem yang diterapkan masih demokrasi kapitalisme dan apa yang terjadi, sama saja kondisinya tidak ada bedanya dengan masa orde baru.

Bahaya dari sistem sekuler demokrasi ini tidak bisa di hindari atau dihentikan kecuali dengan perubahan ke arah sistem Islam. Pentingnya sistem Islam bagi umat di seluruh dunia. Sama halnya dengan demokrasi kapitalisme, Islam juga sebuah sistem aturan hidup, mengatur seluruh kehidupan. Bedanya sistem Islam berasal dari Sang Khaliq disampaikan lewat malaikat Jibril kepada Nabi Muhamad Saw. Islam diturunkan sesuai dengan fitrahnya manusia, memuaskan akal. Islam bukan hanya sekedar agama ritual semata tetapi sebuah konsepsi kehidupan.

Membangkitkan kesadaran umat dengan mengganti sistem yang benar bukan hanya sekedar kebutuhan akan tetapi juga kewajiban. Menegakan Islam di tengah-tengah kehidupan adalah perintah dari Allah Swt. 

Allah SWT berfirman; "Jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah sesuatu itu kepada Allah (al-Quran) dan Rasul (as-Sunnah) jika kalian benar-benar mengimani Allah dan Hari akhir…" (TQS an-Nisa’ [4]: 59).

Kembalikanlah persengketaan dan ketidaktahuan itu pada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, berhukumlah pada keduanya dalam apa yang kalian perselisihkan jika kalian mengimani Allah dan Hari Akhir. Ini menunjukkan bahwa siapa saja yang tidak berhukum dalam obyek perselisihan pada al-Kitab dan as-Sunnah dan tidak merujuk pada keduanya bukanlah orang yang mengimani Allah dan Hari Akhir.

Inilah kewajiban sebagai seorang muslim harus ikut memperjuangkan tegaknya Islam di tengah-tengah umat berpedoman pada al Qur'an dan as sunnah. Semoga dengan pertolongan Allah SWT Islam segera tegak untuk mengganti sistem demokrasi. Inilah perubahan hakiki yang di dambakan sekaligus melaksanakan kewajiban untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Wallahu a'lam bishshawwab.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: