Mencintai Nabi Adalah Wujud dari Keimanan

Mencintai Nabi Adalah Wujud dari Keimanan





Oleh: Ibu Diani
(Ibu Rumah Tangga) 

Bulan Robiul Awal adalah momen dimana kita memperingati kelahiran Nabi kita tercinta, Muhammad SAW, tepatnya pada tanggal 12 robiul awal. Hampir sebagian besar masyarakat di negeri ini bahkan di dunia, ikut memperingatinya. Namun apakah peringatan ini hanya sebatas peringatan taunan begitu saja tanpa ada pengaruh perubahan pada diri kita?

Dan di saat ini pula kita merasakan marah dan sedih dimana orang terkasih kita di lecehkan oleh manusia-manusia laknatulloh, seperti terbaru yang dilakukan oleh majalah Charlie Hebdo, yang kemudian justru didukung oleh Presiden Perancis, Immanuel Marcon, yang dengan sengaja memajang kartun-kartun penghinaan itu di dinding-dinding gedung pemerintahan daerah tersebut, seperti yang di kutip oleh pikiran rakyat.com.

Dan perancis saat ini menjadi negara yang memusuhi umat islam secara terang- terangan. Umat islam hampir di seluruh dunia melakukan aksi protes pada pemerintah Perancis serta menyerukan aksi boikot produk Perancis , tetapi seruan boikot saja mungkin ini hanya akan di rasakan sementara tidak akan banyak berpengaruh banyak.

Seharusnya kita boikot juga pemahaman sekuler kapitalisnya karena dengan pemahaman inilah mereka menganggap bahwa menghina simbol-simbol agama itu sebagai wujud dari kebebasan berprilaku.
Kalau tidak, bukan tidak mungkin kasus serupa akan terus bermunculan.

Adapun di dalam Islam, hukuman bagi para penista Nabi Muhammad SAW adalah hukuman mati . Tetapi apabila yang melakukannya sebuah Negara, maka pemimpin di dalam Islam atau Khalifah tidak akan segan-segan menyerukan jihad bagi Negara tersebut. Sebab, Negara wajib menjaga kesucian ajaran islam. Seperti yang dilakukan oleh Sultan Abdul Hamid II (1876-1918). Pada saat itu Perancis akan mengadakan pertunjukan drama, dimana drama itu di buat oleh orang yang telah menghina Rosulullah, maka sultan Abdul Hamid II berhasil mencegahnya.

Nah sebagai kaum muslim yang bertakwa, sudah seharusnya kita merenungi kembali serta senantiasa mengambil pelajaran penting mengapa para penista itu terus bermunculan. Kita tidak boleh berdiam diri. Untuk membuktikan rasa cinta kita pada Allah dan Rosul, maka kita seharuanya mentaati semua perintahnya, karena mentaati Allah dan Rosul hukumnya wajib. Inilah bukti cinta kita pada Rosulullah SAW.

Maka dari itu, wajib pula mengetahui kisah- kisah teladan beliau dengan sungguh-sungguh mencintai ajarannya dan berpegang teguh kepada Al-Quran dan As-Sunah. Karena dengan berpegang teguh pada keduanya itulah, maka umat Islam akan bisa keluar dari semua permasalahan yang ada, baik dunia dan di akhirat.

Dan umat sudah sangat merindukan sosok pemimpin yang mampu menjaga kehormatan dan kesucian ajaran islam ini. Dan sudah saatnya pula kita mencontoh Rosulullah dari mulai Nabi sebagai pemimpin rumah tangga, sampai mencontoh beliau menjadi kepala Negara, sebab itulah sebaik-baiknya teladan.

"Apa yang diberikan Rosul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras siksaanya ." (Q.S al hasyr :7). 

Wallahu'alam
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: