Recent Posts

NASIB RAKYAT KECIL DI BALIK INTERNASIONALISASI LAYANAN KESEHATAN

Jumat, 06 November 2020


Oleh : Msyirah Shalilah 

(Aktivis Dakwah) 


Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut menyebutkan bahwa pemerintah akan bekerjasama dengan investor pemain industri rumah sakit asal Singapura dan Australia untuk mendirikan rumah sakit bertaraf internasional. 

Wacana bertambahnya pemain dalam industri rumah sakit anyar bertaraf internasional yang dicetuskan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan tampaknya belum akan menjadi ancaman bagi emiten rumah sakit lokal. 

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) bertajuk 'Outlook 2021: The Year of Opportunity' pada Rabu (21/10/2020), Luhut menyebutkan bahwa pemerintah akan bekerjasama dengan investor pemain industri rumah sakit asal Singapura dan Australia untuk mendirikan rumah sakit bertaraf internasional. 

"Ada beberapa rumah sakit yang kita approve, nanti kita suruh mereka bersaing. Ada dari Mayo Clinic dan John Hopkins, Anderson, ada dari Australia dan Singapura dan sebagainya," ungkap Luhut kala itu.  (Bisnis.com, 23/10/2020) 

Pemerintah memberikan peluang yang begitu besar kepada asing untuk berinvestasi di negeri ini dengan masuknya RS dan tenaga medis asing ìni semua bukan lagi wacana. pemerintah sudah melangkah jauh dengan meminang RS asing beroperasi di dalam negeri, yang dinginkan adalah untuk mendapatkan untung (mengurangi devisa, mengkatkan kepercayaan terhadap RS asing di dalam negeri) ini semua adalah penyesatan cara pandang masyarakat bagaimana nanti nasib rakyat?  

Ancaman terbesarnya program internasionalisasi layanan kesehatan adalah akan semakin hilangnya kendali negara terhadap kualitas layanan  kesehatan, Yang mendominasi nantinya bisa dipastikan adalah perusahaan asing beserta tenaga medis yang pro dengan kepentingan asing. Dengan masuk nya tenaga medis asing maka tenaga medis asing akan menggerus peran SDM lokal. Selain itu rakyat dikorbankan dengan semakin mahalnya biaya kesehatan dan standar layanan karena mengikuti standar internasional yang belum tentu sejalan dengan mayoritas muslim. Bagaimana nantinya nasib rakyat kecil yang susah menjangkau pelayanan kesehatan tersebut? Lagi-lagi rasanya rakyat yang akan dikorbankan. bagaimana bisa ini akan membantu rakyat, bukannya untuk mensejahterakan atau memudahkan rakyat tapi malah lebih membuat rakyat menderita biaya yang begitu mahal dan belum lagi pelayanan yang akan diterima oleh rakyat nanti, apakah rakyat kecil akan mendapakatkan pelayanan yang bagus atau malah tak dilayani. 

Dalam Islam sistem pemerintahan khilafah menjamin layanan kesehatan berkualitas sehingga rakyat tidak perlu mencari ke luar negeri. Kesehatan yang diberikan dalam khilafah kesehatan memiliki standar pelayanan yang teruji. Selaras dengan prinsip etik kedokteran Islam yang sudah menjamin layanan kesehatan rakyatnya baik dari segi kualitas dan perlengkapan dan pastinya tenaga medis nya pun berasal dari lokal dan mengembangkan SDM lokal selain kompeten dibidangnya juga seorang yang amanah.

 Layanannya pastinya sudah sesuai syariat Islam sehingga rakyat tidak perlu cemas akan standar layanan muslim. Bahkan untuk biaya dalam khilafah murah bahkan gratis, rakyat tidak di pungut biaya saat melakukan kesahatan di RS dan tidak membedakan kelas apakah ia rakyat kecil atau rakyat yang kaya semuanya diberikan jaminan kesehatan gratis. Pelayanan yang di berikan sama tidak ada perbedaan kelas. 

Pemerintah memiliki tanggung jawab penuh bagi terwujudnya jaminan setiap orang terhadap pembiayaan kesehatan; penyediaan dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan; penyediaan dan penyelenggaraan pendidikan SDM kesehatan; penyediaan peralatan kedokteran, obat-obatan dan teknologi terkini. Sarana prasarana lainnya yang penting bagi terselenggaranya pelayanan kesehatan terbaik, seperti listrik, transportasi dan air bersih; dan tata kelola keseluruhannya. 

Berbeda sekali pelayanan kesehatan dalam sistem kapitalis demokrasi yang menjadikan kesehatan seperti ladang bisnis. Dimana hanya mencari untung tanpa memikirkan bagaimana  kesehatan rakyat yang akan mereka dapatkan nanti, mereka selalu mengandalkan asing dan investasi-investasi yang diberikan asing kepada negeri ini, tapi tidak melihat bagaimana nanti dampak yang akan diterima rakyat. 

khilafah menolak setiap ancaman bahaya dari asing termasuk di bidang kesehatan, begitu luar biasa nya khilafah dalam mengatur bidang kesehatan dengan melihat bagaimana nanti ancaman bahaya yang akan diterima bila itu dilakukan dengan Asing.

Sudah saatnya kita menggunakan sistem kesehatan Islam yang akan membawa keberkahan dan rahmat bagi semesta alam dan itu hanya bisa dilaksankan apabila sistem pemerintahannya adalah sistem khilafah. “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam). Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (TQS. an-Nur [24]: 55)

 Wallahu’alam Bishawab 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar