Pemuda Penggerak Perubahan Dunia

Pemuda Penggerak Perubahan Dunia

 


Oleh : Leli Lestari Parinduri

Generasi milenial adalah generasi  harapan bangsa untuk segera memberi gerak perubahan yang hakiki untuk dunia. Sebagai generasi milenial yang menjadi ujung tombak  perubahan, sudah seharusnya kita melek akan politik dan mengambil peran penting dalam memberikan perubahan terbaik. Sebab kehidupan kita tidaklah bisa terlepas dari perpolitikan yang ada. Pemuda tidak seharusnya menutup mata atas perpolitikan dalam negeri bahkan harus tetap membuka mata dan memasang telinga untuk terus memahami perpolitikan dunia. Kemudian atas dasar itu pemuda juga harus mengambil peran penting untuk ikut serta dalam mewujudkan perubahan yang hakiki untuk negeri.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa negeri ini sudah berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak?  Baik dilihat dari segi kriminalitas, ekonomi, pendidikan, kemiskinan, moral, korupsi dan masih banyak lagi kerusakan-kerusakan yang terjadi di negeri kita ini. Tak tanggung-tanggung apabila kita melihat dari segi kriminalitas yang semakin merajalela dalam sistem demokrasi, nyawa seorang muslim sangat tidak memiliki arti. Bahkan tidak sedikit seorang anak yang tega membunuh orang tua nya hanya karena keinginan yang tidak terpenuhi dengan segera. Sejatinya seorang anak yang pada dasarnya tidaklah dapat melakukan apa-apa di dunia apabila tanpa jasa orang tua. Maka sudah menjadi suatu kewajiban atas diri kita semua untuk berbakti kepada kedua orang tua. Tidak hanya sampai disitu, apabila kita menyoroti dari segi yang lainnya, maka jelas terlihat bahwa ekonomi Indonesia sangat tidak layak untuk kita banggakan. Bagaimana tidak? Indonesia masih memiliki banyak warga yang sama sekali jauh dari kata cukup dalam memenuhi kebutuhan hidup. Pengangguran dimana-mana, pencopetan semakin leluasa, begal tak sungkan-sungkan menebaskan celuritnya kepada korban hanya demi sebuah kesenangan yang sangat jauh dari nilai kemanusiaan bahkan utang Indonesia semakin melangit yang terus menerus ditumpuk oleh mereka yang berkuasa di kursi panasnya. Berdasarkan dari ulasan diatas dan fakta-fakta yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, sangat sulit bagi kita untuk menemukan keunggulandi negeri Indonsia ini. lantas apa yang melatarbelakangi semua problematika yang ada???

Jika kita ingin melihat kondisi pemuda Indonesia saat ini maka akan kita temui sangat banyak pemuda di Indonesia yang tidak peduli terhadap problematika negeri Indonesia. mereka lebih memilih kehidupan hedonis, individualis, bengis dan sangat jauh dari nilai agamis. Pencapaian mereka hanya sekedar untuk bahagia tanpa ada batasan dalam mendapatkan kebahagiaannya. Bahkan pemuda Indonesia nyaris kehilangan jati dirinya sebagai pembawa perubahan yang hakiki di dunia. Presiden pertama Indonesia Ir Soekrno pernah menyatakan “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akn kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia”. Dari pernyataan tersebut, maka seharusnya pemudalah yang mengambil garda terdepan dalam perubahan hakiki dunia. Bukan saatnya lagi untuk berdiam diri dibalik kericuhan negeri.

Atas dasar itu, Sebagai seorang pemuda yang menjadi pelopor perubahan hakikimaka sudah seharusnya kita mengetahui dan meneladani tentang para sahabat Rasulullah. Kecintaan para sahabat bukan tertuju kepada dunia semata. Karena mereka memahami bahwa dunia ini sangatlah hina dan tidak layak untuk dijadikan tujuan atas semua amal perbuatan. Namun mereka sanggup memberikan seluruh yang mereka miliki untuk medapatkan  kebahagiaan yang hakiki. Sangat berbanding terbalik dengan kaum muda saat ini yang hobinya hanya sebatas mementingkan kebahagiaan dunia dan mengabaikan persiapan menuju kehidupan yang sebenarnya yaitu alam akhirat. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa Sahabat Rasul telah banyak mencontohkan kepada kita semua agar kita dapat mengambil tauladan dari kisah-kisah yang mereka tinggalkan. Abu Bakar As Siddiq contohnya. Ia merupakan cerminan sahabat yang sangat  dicintai oleh Rasulullah SAW. Abu bakar rela mengorbankan harta bendanya untuk perjuangan  sang rasul. Atas dasar itu, Abu Bakar mendapatkan gelar As Siddiq karena ia sangat membenarkan apa-apa saja yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Abu Bakar tidak pernah mau menjadikan sisa hidupnya dengan perbuatan sia-sia yang dapat menghantarkan dirinya pada siksa api neraka. Ia senantiasa mengupayakan agar semasa hidupnya menjadi pembela Rasulullah.

Segala keburukan yang terjadi di negeri Indonesia tidak akan pernah usai selama kita sebagai  manusia tidak mau menyadari bahwa hanya dengan menggunakan hukum Islamlah segala problematika kehidupan ini akan sirna. Islam yang paripurna. Yang tersedia semua aturan hidup di dalamnya. Maka kepunyaan Allah lah apa yang ada di muka bumi ini. sudah seharusnya kita kembali pada hukum Allah Azza Wajalla dan berjuang bersama di garda terdepan untuk sebuah perubahan hakiki yang dapat membawa kita pada keselamatan dan mengembalikan hukum yang Rahmatan lil ‘alamin yaitu dengan berhukumkn kepada hukum Islam semata. Sehingga Indonesia menjadi negeri yang Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Kebaikan-kebaikan tersebut hanya akan kita rasakan dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah. Berjuang Lillah, Semangat kalahkan Lelah. Wallahu a’lam bishshawwab

 

Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: