Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Perubahan: Suatu Keniscayaan untuk Menjadi Lebih Baik

Rabu, 04 November 2020


Oleh: Ayu Susanti, S.Pd

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka” (TQS. Ar-Ra’d [13]: 11).

Dari ayat di atas bisa menjadi pengingat untuk kita saat kita menginginkan suatu hal yang lebih baik dari hari kemarin dan hari ini maka harus melakukan perubahan. Saat melihat negeri kita tercinta ini banyak permasalahan yang melanda, rasa-rasanya kita perlu untuk melihat secara mendalam apa yang sebetulnya terjadi?

Kasus demi kasus yang terjadi menghiasi negeri ini. Semakin kacau balau dan membuat masyarakat bingung untuk menemukan titik terangnya. Perzinaan, perampokan, pembunuhan, korupsi, biaya hidup semakin mahal dan lain sebagainya. 

Keamanan tidak bisa dirasakan dengan baik, Pendidikan semakin mahal, keadaan masyarakat carut marut, hubungan sosial penuh dengan dendam dan hubungan yang tidak sehati dan kasus lainnya. Sehingga dari sini kita perlu bercermin. Melihat secara luas dan mendalam akar masalah yang menimpa negeri ini. 

Mengapa masalah tidak bisa selesai dengan baik. Justru menambah masalah baru setiap waktunya. Kita seorang muslim, sudah selayaknya melihat sebuah masalah sebagai bahan renungan dan introspeksi diri. Apa yang salah?
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rûm [30]: 41). 
Dari ayat tersebut sudah terjawab sesungguhnya manusialah yang menyebabkan kerusakan di dunia. Manusia yang tidak mau menggunakan aturan Allah dalam kehidupan yang menjadikan kehidupannya sempit.
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". (QS. Thoha:124).

Saat seseorang tidak mau mengindahkan peringatan Allah bahkan menggunakan aturannya sendiri dalam mengatur kehidupan, maka yang terjadi adalah kerusakan dan kehidupan yang sempit. Manusia adalah makhluk lemah dan terbatas. Sehingga dia tidak mungkin bisa melahirkan sebuah aturan yang sempurna untuk mengatur hidupnya. 
Sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan) yang ada dalam benak umat menjadikan umat semakin jauh dari aturan Allah. Sehingga jika ada masalah yang dicari solusinya bukan dari Al-Qur’an dan as-sunnah. Tapi dari hawa nafsu manusia. Lantas jikapun ada solusi dari permasalahan, tidak menjadikan masalah tersebut selesai dengan baik karena sumber solusi yang digunakan bukanlah dari aturan Allah. 

Kita sebagai seorang muslim tentunya menginginkan kehidupan bahagia dunia dan akhirat. Maka kunci untuk meraih itu yakni dengan menjadi sosok yang bertakwa, menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Sosok muslim yang mencintai Allah dan Rasul-Nya bukan hanya membuktikan cinta di lisan saja namun dibuktikan dengan ketaatan dia sebagai seorang manusia yang hidup di muka bumi dengan menjadi sosok yang taat dan patuh kepada Allah, Sang Pencipta.

Arti cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Azhari).
Saat melihat bahwa negeri kita sedang tidak baik-baik saja, maka kita sebagai tonggak perubahan harus melakukan perbaikan secara menyeluruh dalam kehidupan. Dimana saat menginginkan kehidupan yang penuh dengan keberkahan maka kuncinya kita harus beriman dan bertakwa kepada Allah dengan menerapkan sistem Islam dalam kehidupan. 

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf : 96). 

Kita bisa melihat dan mencontoh Rasulullah dalam melakukan perubahan masyarakat. Dimana Rasulullah melakukan dakwah di tengah-tengah masyarakat, melakukan pembinaan untuk melahirkan sosok yang berkepribadian Islam sehingga lahir sosok masyarakat yang paham Islam dan sadar bahwa kita butuh Islam untuk diterapkan dalam kehidupan. 

Perubahan mendasar yakni dengan berusaha menerapkan hukum Islam dalam kehidupan bukanlah serta merta hanya kebutuhan belaka. Namun ini adalah suatu kewajiban kita sebagai seorang muslim dimana Allah memerintahkan kita untuk masuk Islam secara menyeluruh. 

Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (QS, Al-Baqarah:208). 

Kehidupan yang diridhoi Allah akan kita raih saat kita berusaha untuk tunduk dan patuh kepada Allah dengan menggunakan Islam sebagai aturan kehidupan. Perubahan itu sebuah kebutuhan dan kewajiban karena dengan perubahan kearah penerapan Islam secara sempurna kita bisa meraih kebahagiaan dunia dan akhirat serta keridhoan Allah semata. Wallahu’alam bi-showab. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar