Tipu-tipu Rezim Demokrasi Untuk Klaim Keberhasilan Penanganan Pandemi

Tipu-tipu Rezim Demokrasi Untuk Klaim Keberhasilan Penanganan Pandemi





Oleh : Yuni Nisawati


Dari menteri hingga pucuk pimpinan tertinggi mengklaim keberhasilan penanganan virus Corona di Tanah Air. Berbagai data disajikan dalam video berdurasi 7 menit 55 detik tersebut. Mulai dari soal ekonomi hingga angka kesembuhan Covid-19 dan peringkat Indonesia di dunia dalam hal total kasus per 2 oktober 2020.
(m.bisnis.com, 06/11/22020).

Beberapa hari lalu muncul bahwa Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto diundang oleh WHO karena Indonesia berhasil menangani Covid-19 dengan baik. Namun pada faktanya, undangan tersebut hanya mengakui keberhasilan Indonesia dalam menerapkan kegiatan intra-aksi (intra action review/IAR) Covid-19. IAR sendiri adalah perencanaan kegiatan Indonesia dalam menanggulangi Pandemi Covid-19.
(www.kompas.com/06/11/2020)

Dari fakta-fakta diatas memperlihatkan bagaimana pemerintah membohongi rakyat dengan memanipulasi data agar rakyat tetap percaya dengan pemerintah. Pemerintah selalu berusaha menutupi kegagalannya dan membungkusnya dengan data-data palsu untuk mempertahankan kursi kekuasaannya. Karena pada faktanya, pemerintah tidak benar-benar serius dalam menangani Covid-19. Terlihat dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang membuat kondisi tidak lebih baik justru semakin memburuk. Seperti dibukanya pasar, mall, pariwisata dan tempat-tempat umum lainnya. Bahkan ketika Gubernur Jakarta mencoba melockdown kota Jakarta yang kemudian dihalangi oleh pemerintah pusat.

Kegagalan dan ketidak seriusan pemerintah ini yang membuat kondisi Indonesia tidak semakin baik. Selain itu, udangan WHO dimanfaatkan dengan baik untuk overklaim keberhasilan untuk membodohi dan membohongi rakyat demi pencitraan semata. IAR secara administratif, bukan indikator keberhasilan penanganan Covid-19.

Begitulah sistem Demokrasi yang penuh kebohongan demi jabatan dan kekuasaan semata. Sistem yang dibuat oleh manusia, hanya demi kepentingan dan keuntungan mereka. Sistem rusak dan merusak. Kenapa tidak kita memakai sistem yang sempurna. Sistem Islam dari Allah yang sudah pasti memberikan kedamaian dan kesejahteraan untuk ummat. Sistem yang sudah teruji 1200 tahun lamanya. Sistem yang mengurusi ummat dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Sudah saat nya kita berjuang dan kembali ke sistem Islam.

"Sesungguhnya Kami telah tawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung namun semuanya enggan menerimanya dan takut darinya. Namun manusialah yang justru memikulnya. Sesungguhnya manusia itu banyak bertindak aniaya dan jahil."
(QS. Al-Ahzab: 72)
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: