Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

BEBAN IBU DALAM DEKAPAN KAPITALIS

Senin, 28 Desember 2020



Nasib ibu dalam sistem kapitalisme begitu memprihatikan,ditahun 2020 ini saja ada banyak kasus kriminalitas yang melibatkan kaum ibu.Sungguh ini merupakan berita yang menyayat hati,yang mana diberitakan seorang ibu tega membunuh anaknya sendiri karena tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya bahkan tak mampu mendampingi anaknya belajar daring,tak cakap mengajar,anak pun dihajar.sekujur tubuh penuh memar,nyawa pun tak terhindari.Kenapa ini bisa terjadi?bukankah ibu adalah tempat kelembutan dan kasih sayang?

Sungguh egois jika menghakimi  mereka semata,sebab ini bukan masalah biasa,mencari siapa salah tentulah ibu sebagai pelakunya,kenapa itu terjadi? apakan mereka itu ibu yang buruk? Ataukah mereka terhimpit oleh kebutuhan hidup?sehingga mereka beranggapan anak adalah beban yang harus dilenyapkan.
Memang benar anak adalah tanggung jawab orang tuanya terutama"IBU",tetapi untuk menjadi orang tua yang baik dan bisa memenuhi kebutuhan anaknya diperlukan peran negara,sebab darinya anak akan terpenuhi kebutuhan mendasar termasuk pendidikannya.Para ayah wajib disediakan lapangan pekerjaan,agar para ibu tenang dirumah dan mengambil perannya yang mulia sebagai pendidik tanpa terbebani beratnya kebutuhan sehari-hari.Namun sungguh sayang negri ini telah dikuasai para kapitalis serakah, bukannya disediakan lapangan kerja,malah para pencari nafkah di PHK digantikan oleh Tenaga kerja Asing,sampai sampai tenaga kerja asing melenggang bak boneka india dinegri kita,sehingga mengakibatkan mau tidak mau ibu pun membantu perannya sebagai pencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga,sehingga mengakibatkan kurangnnya peranan ibu dalam keluarga terutama dalam mendidik anak-anaknya.Kurangnya kasih sayang dan perhatian ibu kepada anak hingga mengakibatkan anak bergaul bebas diluar rumah,berprilaku dan bergaul tak sewajarnya bahkan anak turun kejalanan,keluarga hidup tanpa adanya riayah dari pemerintah,harga harga melambung tak peduli nasib rakyat,sang perisai ada bukannya untuk melindungi malah sibuk degan urusannya sendiri.

Wahai para ibu engkau tidak membutuhkan ide kesetaraan,juga tak perlu pemberdayaan mereka justru akan semakin menjerumuskanmu kedalam kesesatan,meninggalkan rumahmu dan mengaburkan peranmu hanya akan merusak generasi yang lahir dari rahimmu karna itulah yang diiginkan para kapitalis.
Kembalilah pada islam. Dengan kemuliaanmu akan terjaga,peranmu sebagai ibu sungguh tak tergantikan oleh siapapun.Janganlah menyerah sebab ini hanya sementara. Kembalilah sebagai fitrahmu yang mulia.Dalam islam peranan ibu bisa menciptakan generasi yang soleh solehah,baik buruknya suatu negri itu tergantung peran seorang ibu didalam membentuk anak-anaknya.Ingatlah bahwa kedzoliman pasti akan menemui ajalnya seiring  runtuhnya kesombongan para penguasa,tergantikan oleh islam kaffah dibawah naungan Khilafah Rasyidah.

Penulis : Ela Laelasari.
Ibu Rumah Tangga.
Ciparay Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar