Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Demokrasi Tak Seindah Narasi

Rabu, 30 Desember 2020



Oleh : Muflihah82

Awal aku mengenal kata demokrasi itu diwaktu SD atau sekolah dasar pada pelajaran Ppkn. Apa itu demokrasi. ? Banyak sekali pengertian dari demokrasi menurut para ahli. Salah satunya Abraham linclon. Demokrasi adalah kekuasaan dari ,oleh dan untuk rakyat.

Dalam aplikasinya demokrasi tak seindah narasinya, banyak sekali kasus yang mudah kita temukan disetiap harinya. Pada dasarnya semua itu akibat penyalahgunaan, ketidak adilan dan ketidak samaan derajat di mata hukum. Berbagai kasus korupsi dan kasus anak pejabat yang lolos dari jeratan hukum. Dalam hal ini tidak perlu dijelaskan lebih dalam lagi ,karena masyarakat sudah mengerti.
   Namun disitu kita ada satu flaw yang sangat mendasar dalam demokrasi yang hanya diketahui oleh sebagian masyarakat.Yaitu *ilusi* bahwa kita bisa memilih pemimpin kita sendiri. Kenapa disebut *ilusi* ? Karena meskipun kita memilih calon manapun, sebenarnya kita sama sekali  tidak mempunyai kemampuan untuk memilih siapa yang berhak menjadi pemimpin atau menjadi anggota parlemen atau penguasa wakil ralyat. Sehingga para penguasa itu tidak mandiri tapi lebih disetir oleh para pengusaha dan para pendukung yaitu parpol. Perlu diingat bahwa kekuasaan itu adalah racun yang merusak moralitas manusia, Ditambah lagi dengan teman-temannya diarena kepemimpinannya yang terbiasa korup, kotor dan curang. Tidak ada jaminan orang baik akan tetap baik setelah jadi pemimpin dalam demokrasi. Itulah buah dari sistem demokrasi yang berkolaborasi dengan kapitalisme yang melahirkan idiologi sekuler karena memisahkan agama dari kehidupan dan ujung-ujungnya otoriter.

   Dengan adanya Risalah Akhir Tahun 2020 (RATU ) dengan tema " Berkah dengan Khilafah" semakin menguatkan kalo  demokrasi itu GATOTl alias gagal total untuk diterapkan. Apalagi UU demokrasi berasal dari akal manusia yang sangat terbatas, jadi kemungkinan besar UU tersebut bathil.
    Ustadzah Dedeh Wahidah Ahmad sebagai nara sumber di acara tersebut menyampaikan kalo haram hukumnya mengambil peraturan dari  selain Allah . Allah berfirman dalam surat Al-maidah ayat 50 :
    
     اَفَحُكۡمَ الۡجَـاهِلِيَّةِ يَـبۡغُوۡنَ‌ؕ وَمَنۡ اَحۡسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكۡمًا لِّـقَوۡمٍ يُّوۡقِنُوۡنَ
Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?


  Setelah kita mengetahui kebobrokan demokrasi apakah masih bisa diperbaiki ? Jawabnya tidak bisa.maka dari itu mari tinggalkan demokrasi ganti dengan khilafah yang asasnya dari Al- Qur'an dan As -Sunnah. Bagaimana caranya? Allah sudah menyebutkan dalam Al-Qur'an dalam surat Ar-ra'du ayat 11 yng artinya :
   " Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri "
   .Jadi mari kita mempelajari islam secara kaffah, mempelajari Al-Qur'an dan mengamalkannya.

   Islamlah agama yang benar karena sesuai fitrah manusia, mempunyai aturan yang menyeluruh dari membangun rumah tangga hingga membangun negara. Dan khilafah itu pasti akan tegak sesuai janji Allah dan bisyarah Rasulullah
   
    Jadi mari kita memperjuangkan Islam dalam pemikiran, menguatkan keyakinan dan berkontribusi dalam perubahan. Itulah yang bisa kita lakukan dalam melawan opini buruk tentang khilafah.

1 komentar: