Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Mahalnya Harga Nyawa Seorang Muslim

Minggu, 13 Desember 2020

Oleh : Susi

Enam laskar FPI dibunuh.  Sekali lagi kezaliman dan kesewenang-wenangan ditampakkan  dengan nyata oleh aparat penguasa di negeri ini.  Aparat yang seharusnya menjadi pengayom dan pelidung rakyat, malah bertindak sebaliknya. Membunuh enam laskar FPI tanpa tahu apa dosa mereka.  Aparat dengan mudahnya menghilangkan enam nyawa muslim sekaligus.

Dalam Islam, pembunuhan dengan sengaja merupakan perbuatan yang dilaknat Allah. Dan balasannya adalah neraka Jahannam.
Seperti dalam firman Allah Swt QS Al Nisa’ ayat 93 yang artinya:
"Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah Jahannam, kekal di dalamnya, Allah murka dan melaknatnya, dan menyiapkan baginya azab yang besar. " (QS al-Nisa’ [4]: 93)

Rasulullah saw juga bersabda:
"Sesungguhnya lenyapnya dunia ini lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya orang Mukmin (tanpa hak). "

Dosa pembunuhan yang sengaja sama dengan membunuh semua umat manusia. Di surat al-Maidah ayat 32 Allah SWT berfirman, yang artinya:
Siapa saja yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia.”  

Pelaku pembunuhan terhadap seorang muslim pasti akan mendapatkan azab yang besar dari Allah. Bahkan bila pelakunya banyak, maka seluruh pelakunya akan diazab dengan keras. Rasul SAW bersabda: “Andai penduduk langit dan penduduk bumi berkumpul membunuh seorang Muslim, sungguh Allah akan membanting wajah mereka dan melemparkan mereka ke dalam neraka” (HR ath-Thabrani).

Itu semua menunjukkan besarnya urusan darah. Tak  ada seorang pun lolos dari urusan ini jika dia berani menumpahkan darah seorang tanpa dibenarkan oleh syara. Kelak akan berhadapan dengan Allah Swt dan mempertanggungjawabkan kejahatannya.

Wallahu’alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar