Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Membunuh Anak Itu Tega, Bukan Solusi!

Selasa, 22 Desember 2020



Oleh : Nisa Rahmi Fadhilah,S.Pd
Member Akademi Menulis Kreatif


Ironi, pandemi belum saja pergi dari negeri ini, tetapi banyak kasus baru yang amat sangat menyayat hati. Saat ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi masalah ekonomi, sosial hingga pendidikan pun turut dirundung masalah.

Dilansir dari viva.co.id seorang Ibu membunuh ketiga anak nya menggunakan parang, kesulitan ekonomi adalah alasan ia untuk membunuh anak-anaknya. Kejadian tersebut terjadi ketika ayahnya pergi untuk memberikan suara pada pemilihan pilkada 2020 di kabupaten Nias Utara. Setelah melakukan aksi pembunuhan, sang ibu pun mencoba bunuh diri tapi gagal, hingga akhirnya ia pun wafat di RSUD akibat tidak mau makan.

Selain faktor ekonomi, faktor pendidikan pun menjadi alasan pembunuhan sadis yang dilakukan oleh orang tua. dilansir dari kompas.tv seorang ibu tega membunuh putrinya karena putrinya sulit memahami pelajaran ketika belajar daring. Ia menganiaya putrinya hingga tewas. Untuk meninggalkan jejak, ia bersama suaminya menguburkan anaknya sendiri dan membuat laporan palsu kepada polisi bahwa anaknya hilang. Sungguh, ini bukan lah sifat seorang ibu!

Dalam Islam, fitrah ibu sebagai ummu warobatul bait, yang penuh cinta kasih merawat dan mendidik anak-anaknya. Dengan atas dasar rida Lillahi Ta'ala semua yang dimilikinya akan selalu diberika seutuhnya kepada sang anak. Seberat apapun masalah yang dimilikinya tetapi tak gentar untuk selalu memberikan kasih sayangnya kepada anak-anak karena tujuannya karena Allah.

Masalah-masalah yang membelenggu seorang ibu, seperti ekonomi dan pendidikan merupakan tanggung jawab negara yang seharusnya menjamin kebutuhan masyarakat, tidak melimpahkan masalah tersebut kepada seorang ibu.

Semua bisa teratasi jika kita memegang keimanan dengan kokoh serta negara yang menerapkan Islam seara umum dan proporsional.

Wallahu a’lam bishshawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar