Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Muhasabah Akhir Tahun, Modal Kita Yang Terus Berkurang

Minggu, 13 Desember 2020


Oleh: Suci Hardiana Idrus, Anggota Lingkar Penulis Ideologis


          "Alhasil, manusia yang melewati waktu hingga umurnya berkurang, namun ia tak memperoleh hal-hal yang bermanfaat, maka rugilah dia" (Ar-Razi, Mafatih al-Ghayb, XXIII/85).

          Usia kian berkurang, amalan tak pantas jika ikut berkurang. Maka saat kita, misalnya, lebih banyak tidur daripada ibadahnya, lebih banyak ngobrol kesana sini daripada dzikirnya, lebih banyak menonton sinetron atau hiburan di Televisi lainnya daripada menghadiri Majelis-majelis ilmu, lebih banyak mengeluarkan uang untuk mengejar diskonan daripada infak fi sabilillah, lebih banyak buka HP daripada buka Alquran, lebih senang berdiam diri atau berdakwah, dan sebagainya. 

          Sesungguhnya kita di dunia sedang terus menghabiskan Modal umur yang diberikan Allah SWT kepada kita. Maka sebaiknya kita harus benar-benar hitung-hitungan terhadap modal yang satu ini. Karena jika amalan kita banyak mubahnya atau bahkan banyak maksiat atau dosanya, maka sungguh kita tidak memperoleh keuntungan apa-apa, alias merugilah kita. Ini sungguh berbahaya, karena umur adalah modal yang tidak bisa untuk di beli lagi. Dia adalah Modal Utama dan mendasar.

          Lebih perbanyaklah amalan yang mendatangkan Ridha Allah SWT daripada murka dan azabNYA. Rajinlah mengahadiri Majelis Ilmu, pahamilah apa yang dikaji dan jalankan apa yang kau pahami. Yakni Majelis yang mengkaji Alquran dan Sunnah. 

         Ajaklah siapapun saudara semuslim sebagai bentuk cinta kita kepada mereka, yang menginginkan kebaikan pun ada pada mereka. Laranglah saudara kita dari melakukan kemaksiatan sebagai bentuk kepedulian kita, karena kita tidak menginginkan saudara kita terjerumus dalam dosa.
         
 Dalam jaman sekuler kapitalis sekarang ini, kadang kebaikan dimaknai keburukan, dalam keburukan dimaknai kebaikan. Semua terjadi karena umat sudah tidak bisa berfikir jernih, antara kebaikan dan kebatilan. Umat sudah terinveksi penyakit memisahkan kehidupan dengan Agama. Akhirnya hawa nafsu yang menyelesaikan berbagai persoalan. Bukan Agama ( Aturan Allah SWT) yang menjadi solusi kepastian. 
        
  Begitu banyak permasalahan serius yang menimpa kaum muslim, akar dari semua masalah ini adalah karena kaum Muslim sendiri enggan untuk mengikuti petunjuk dari Allah SWT. Padahal petunjuk ini tidak meragukan sama sekali, karena pembuatnya adalah Sang Pencipta alam ini. 
        
 Jangan sia-siakan waktu yang terus bergulir dan kepastian akan berhentinya waktu tersebut. Masuklah dalam Islam secara menyeluruh, adalah kunci menghemat waktu. Tak perlu ragu, tak perlu berpikir dua kali untuk itu. Pikirkan apa yang nanti akan ditanyakan Allah SWT, yakni dalam wilayah yang bisa kita perjuangkan. Ingin taat atau maksiat adalah wilayah yang akan ditanya oleh Allah SWT, dan ternyata kita bisa memperjuangkannya. 
          
Maka pergunakan sebaik-baiknya modal kita, supaya untung atau selamat, bukan rugi atau celaka yang akan kita dapat. Rahasia keuntungan yang tidak akan habis letaknya ada di Ikhlas dan beramal sesuai Syariat Allah SWT. Sampaikan rahasia ini kepada siapapun yang engkau cintai, sebagai bukti juga bahwa kita sudah memperoleh keuntungan dari rahasia itu. Modal berkurang, pahala bertambah. Insyaa Allah.

Wallahu a'lam bisahwwab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar