Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

PILKADA SERENTAK DI TENGAH WABAH

Minggu, 06 Desember 2020


Nur (Ibu Rumah Tangga)
Ciparay Bandung.

Tinggal menghitung hari Pilkada serentak akan di gelar di seluruh Indonesia, sampai saat ini tahapan kampanye masih berlangsung dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan,tapi sayangnya mantan ketua Mahkamah Konstitusi menyatakan keprihatinannya terkait banyaknya jumlah calon kepala daerah dan anggota penyelenggara pemilu yang terpapar covid 19 selama pelaksanaan tahapan Pilkada serentak tahun 2020.
Ada 70 orang calon kepala daerah yang terinfeksi virus covid 19 dan 4 orang diantaranya meninggal dunia.

Di adakannya Pilkada serentak di tengah wabah tidak lain hanya untuk mereka para calon yang ingin berlomba menduduki kursi jabatan.
Ini adalah bukti bahwa kekuasaan atau jabatan itu lebih penting dari pada keselamatan jiwa manusia.
Padahal semua tahu dari dulu di adàkanya pemilu calon legislatif atau pilkada atau pemilihan presiden tetap saja tidak mempengaruhi bangsa Indonesia  menuju perubahan kearah yang lebih baik atau mensejahterakan rakyatnya,contoh lihat saja masih ada orang yang hidup dikolong jembatan, kelaparan,kemiskinan, korupsi, utang yang semakin menumpuk,pertumbuhan ekonomi minus,UU  Cipta Kerja dan masalah demi masalah yang tak kunjung usai.
Itu semua lahir dari demokrasi yang menghasilkan pemimpin pemimpin dan pembuat hukum buatan manusia.

Bila seorang pemimpin masih merujuk pada hukum yang ada dan bukan pada hukum Allah atau Syariah Islam, niscaya bangsa kita ini tidak akan mengalami kemajuan dan masalah yang terus menerus yang tidak berkesudahan baik itu di bidang politik, sosial, ekonomi dan budaya.
Sebagaimana firman Allah yang  artinya" Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki?( hukum) siapakah yang lebih baik dari pada ( hukum) ALLAH  bagi orang orang yang meyakini ( agamanya)?"
Q,S Al-Ma'idah:50
Di sini sudah sangat jelas bahwa seharusnya para pemimpin dan petinggi bangsa ini berpedoman kepada hukum Alloh atau Syariah Islam yang mana di dalamnya terdapat tolak ukur perbuatan manusia yaitu halal dan haram yang dapat mengatur kehidupan, baik itu di bidang politik,ekonomi, sosial dan budaya.kalau sudah begini akan lahirlah pemimpin yang Amanah,jujur dan terciptalah kesejahteraan dan keselamatan baik itu di dunia maupun diakhirat.

Wallohu a'lam bishawab.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar