Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Rakyat Butuh Solusi, Bukan Pesta Demokrasi

Sabtu, 12 Desember 2020


Oleh : Lina Lugina
(Ibu Rumah Tangga dan Aktivis Dakwah)

Pemerintah telah mengadakan Pilkada serentak pada Rabu 9 November 2020, walaupun kasus positif Covid-19 -khususnya di Kabupaten Bandung- tetus bertambah. Pemerintah daerah bersama unsur Forum Komunikasi Perhimpunan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung gencar melakukan sosialisasi pada masyarakat terkait pelaksanaan Pilkada maupun edukasi penegakan disiplin protokol kesehatan (Protkes) pencegahan Covid-19.

Pamong Praja (Satpol pp) Kabupaten Bandung, H. Kawaludin mengatakan di Soreang meskipun di tengah wabah, koordinasi yang berjalan antara pemerintah daerah dan Forkopimda menghasilkan pelaksanaan pilkada yang berjalan dengan kondusif. Karena KPU dan BAWASLU Kabupaten Bandung telah melakukan diseminasi secara masif hingga tingkat Rukun Warga (RW).

Namun, walaupun disiplin protokol kesehatan sangat digencarkan, faktanya peningkatan kasus Covid-19 masih terus bertambah. Kebijakan pemerintah atas pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi wabah, terkesan memaksa dan mengorbankan keselamatan jiwa.

Inilah bukti kelemahan sistem demokrasi. Negara mengorbankan nyawa rakyat demi pesta demokrasi ini. Padahal seyogyanya, di masa pandemi ini rakyat sangat membutuhkan solusi, bukan pesta demokrasi. Miris.

Hal tersebut sangat berbeda dengan sistem Islam. Di dalam sistem Islam, negara menangani seluruh permasalahan rakyatnya karena tugas negaralah yang melindungi dan meriayah rakyat, termasuk memberikan solusi dalam penanganan wabah pandemi. Dari awal munculnya wabah, negara dengan sigap akan melakukan karantina wilayah (lock down) sehingga penyebaran wabah dapat diatasi dengan efektif dan waktu yang singkat. Negara juga mengurusi dan memenuhi seluruh kebutuhan rakyatnya selama masa karantina, tanpa merasa dirugikan. Sehingga walaupun rakyat berada di tengah situasi yang mengancam kesehatan, tapi negara dapat menjamin kehidupan rakyatnya dengan memberikan kebijakan yang solutif. Kebijakan dan aturan sesuai syariat yang berasal dari Sang Pengatur kehidupan.

Wallahu A'lam bishsawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar