Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Reportase RATU - 3 : Berkah Dengan Khilafah

Kamis, 31 Desember 2020



Penulis: Halimah S. & Irawati, S. Pd

(Aktivis Muslimah)

Ahamdulillah sebuah event akbar telah terselenggara Digital Event Risalah Akhir Tahun 2020 bertajuk Berkah dengan Khilafah. Acara yang diikuti ribuan peserta dari beragam wilayah di Nusantara ini dikemas dengan Talk Show oleh Muslimah Indonesia. Ribuan tokoh dan muslimah beragam profesi sepakat untuk mencampakkan demokrasi yang faktanya sudah mati. Beberapa testimoni dan tayangan ikut menyemarakkan suasana acara ini. Pada talk show selanjutnya yel pembuka dari Ibu Nanik selaku MC yakni Demokrasi Mati, Khilafah Dinanti menghangatkan antusias para peserta.

Kita sedang berada di abad dimana sistem khilafah sebagai sistem alternatif untuk menghadapi beragam persoalan hidup dengan solusi tuntas. Adanya gelombang perubahan hakiki yang makin tampak dengan banyaknya kaum muslimin yang bertambah banyak mengkaji Islam secara kaffah. Namun, dengan hadirnya Islamophobia di tengah masyarakat tampak menabuh genderang perang dengan sistem khilafah hingga monsterisasi khilafah terus terjadi saat ini.

Demokrasi termasuk sistem buatan manusia yang berkolaborasi dengan kapitalisme sekuler. Karenanya membutuhkan persiapan yang kokoh untuk menuju perubahan hakiki. Ustadzah Dedeh Wahidah menjelaskan, "Sebuah perubahan yang pasti menuntut 3 persiapan, yakni: (1) Pemahaman yang benar tentang demokrasi yang rusak dan tidak ada harapan perbaikan dalam demokrasi, maka tinggalkan demokrasi. Jangan mau dirayu dan dibujuk untuk kembali pada sistem yang rusak ini. Surat ar-Ra’du ayat 11 yang menjelaskan bahwa perubahan butuh pemahaman. (2) Keyakinan yang kokoh akan yang pemahaman yang dimiliki. Ketika Islam mau dibenci atau tidak, Islam tetap benar. (3) Aksi yang nyata. Islam akan tegak karena itu adaah janji Allah. Kita memilih jadi penonton ataukah pemain untuk perubahan ini."

Perubahan hakiki tidak bisa hanya dilakukan oleh sedikit orang atau sepintar apapun orang. Merujuk pada firman Allah SWT. pada surat Ali Imron: 104. "Adanya modal pemikiran ideologis yang dijalani dengan amal siyasi dan amal jamaah yang aktivitasnya menyeru pada Islam dengan dipimpin partai politik islam ideologis dengan amal siyasi," ungkap Ibu Pratma mengokohkan pentingnya semua komponen umat menuju perubahan hakiki.

Belajar dan sadar tentang ajaran Islam kaffah hingga perubahan hakiki terwujud. Ketika bersikap kita tidak boleh terjebak pada realitas. Seharusnya standar Islam sebagai standar dan cara pandangnya."Berkaca pada jalan dakwah Rasulullah saw. tidak boleh berputus asa dari realitas atau pesimis terhadap perubahan hakiki. Ambillah peran menjadi pejuang dakwah untuk menyeru sehingga hukum Islam terterapkan," pungkas Ibu Erma memotivasi para peserta meraih perubahan hakiki.

Semoga sisa waktu yang diberikan Allah SWT. mampu kita manfaatkan untuk melakukan amal sholeh. Tentunya amal sholeh untuk menuju surgaNya dengan terus belajar, bersama jamaah islam yang shahih memperjuangkan Islam kaffah. Keberkahan dengan khilafah akan dapat kita rasakan dengan perubahan hakiki melalui peran perempuan utamanya dengan pemahaman yang benar. Selanjutnya sesi diskusi dan sapa peserta. Acara selesai dan diakhiri dengan doa. Wallahua'lam[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar