Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Rindu Kepemimpinan Islam itu Nyata

Sabtu, 05 Desember 2020


Oleh: Surya Ummu Fahri (Pemerhati sosial) 

Hari ini dijadwalkan untuk pemeriksaan Habib Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya. Terkait kerumunan massa maulid Nabi dan pernikahan putrinya di Petamburan. Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin menyatakan kalau memang Habib Rizieq Shihab penuhi panggilan ke Polda Metro Jaya, maka bisa ter terjadi umat akan tumpah ruah turun ke jalan mengawal pemeriksaan (Http://www.CNNIndonesia.com/01/12/2020).

Dalam sebuah hadits untuk melihat kebersihan ulama adalah kemana arah panah musuh menuju. Tampak sejak dari awal adanya gerakan 212 Habib Rizieq Shihab merupakan tokoh yang mampu membawa umat dalam perjuangan terhadap penistaan agama. Guru besar FPI ini pun mendapat fitnah dan berbagai cobaan setelah itu. Bahkan sampai berada di luar negeri. Dan baru pulang beberapa minggu lalu. 

Kondisi yang ada saat ini menunjukkan bahwa ulama yang lurus dan memperjuangkan islam dianggap sebagai musuh oleh para pejuang demokrasi yang sudah tampak kebobrokannya. Apalagi setelah disahkan RUU Cilaka, penanganan covid yang tidak tahu bagaimana peningkatan kasusnya masih terus bergulir. Pbebasan narapidana, kriminalisasi ulama dan pejuang dakwah.

Kedatangannya disambut dengan sejuta umat. Mengalahkan penyambutan para pejabat negara. Seolah ini menunjukkan betapa rindunya umat pada kepemimpinan Islam. 

Bahkan akhir akhir ini masyarakat sudah mulai bisa menilai bagaimana arah kebijakan negara yang jauh dari mengayomi rakyat. Kenestapaan dan kesengsaraan rakyat seolah tiada habisnya. Ditambah dengan kebijakan kebijakan yang simpang siur membuat rakyat makin kehilangan kepercayaan terhadap rezim saat ini. 

Rindu itu benar benar tampak dari awal bergeraknya massa memperjuangkan hukum bagi penistaan agama. Yang dimana satu ayat di nista menjadi ghirah nyata kaum muslimin. Yang jadi pelajaran di sini adalah seperti apapun perjuangan kita selama sistemnya masih sama tidak akan mampu menghilangkan penistaan agama. Bahkan berbagai narasi dibuat agar msyarakat phobia terhadap ajaran islam.

Semoga dengan kerinduan kaum muslimin akan kepemimpinan Islam itu membuat mereka semakin gigih dan bersemangat dalam menyambut janji Allah akan bisyarah Rasulullah. 
"Tsumma takunu khilafah ala min hajin nubuwwah..."

Wallahualam bish showab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar