Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Stunting: Dianggap Beban Negara

Jumat, 04 Desember 2020




Oleh: Novriyani, M.Pd. 
(Praktisi Pendidikan)

Permasalahan stunting atau gizi buruk dinilai sebagai masalah serius yang dihadapi Indonesia. Pasalnya, permasalahan ini menyebabkan potensi kerugian bagi Negara hingga mencapai triliunan rupiah. Sehingga stunting dianggap sebagai beban dalam anggaran Negara.

Seperti yang disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang menyebutkan bahwa potensi kerugian yang dialami negara akibat stunting bisa mencapai 2 persen sampai 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya. Angkanya besar sekali. Mengacu pada PDB 2019 sebesar Rp 15.833,9 triliun, maka kerugian stunting bisa mencapai Rp 474,9 triliun. "Apabila Indonesia bercita-cita menjadi negara maju tahun 2045, syarat utama adalah generasi muda yang sehat dan tidak mengalami stunting" ujar Menkeu dalam rapat koordinasi teknis pencegahan stunting (REPUBLIKA.CO.ID 21/10/2020)

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yakni pertumbuhan tubuh dan otak akibat kurang gizi. Hal ini disebabkan karena kesehatan yang kurang baik pada ibunya saat hamil dan kurangnya asupan gizi pada awal kehidupan dan masa balita karena pola pengasuhan kurang tepat. 
Selain itu, akses air bersih yang sulit dan sanitasi masyarakat yang buruk. 

Jika diamati, sebenarnya Indonesia merupakan negara maritim dimana akses air seharusnya sangat mudah. Namun, saat ini justru masyarakat cenderung sulit mendapatkan akses air bersih.

Disisi lain, permasalahan stunting inipun disebabkan karena kurang pedulinya pemerintah terhadap kebutuhan dan kesejahteraan masyarakatnya terkait kebutuhan pokok. Tidak tersedianya asupan gizi yang diperoleh masyarakat secara layak. 


Novriyani, M.Pd.


Pemerintah hanya sibuk memenuhi kebutuhan dari para korporasi sebagaimana mereka yang telah memberikan modal ataupun pinjaman lebih kepada pemerintah Indonesia. 
Nampak jelas abainya pemerintah dalam memberikan jaminan dan kesejahteraan kepada masyarakat.

Dalam hal ini seharusnya pemerintah lebih fokus terhadap penanganan permasalahan stunting. Permasalahan ini merupakan masalah serius yang butuh solusi dalam penyelesaiannya. Solusi yang diambil pemerintah saat ini belum memberikan pengaruh besar dalam menangani berbagai permasalahan yang terjadi sekalipun selama pandemi seperti ini. 

Pemerintah seharusnya memberikan jaminan kebutuhan berupa pendidikan, kesehatan, dan keamanan secara gratis untuk menjamin kesejahteraan masyarakatnya sebab, negeri ini melimpah Sumber Daya Alamnya. Dalam Sistem Islam penguasalah ysng wajib menjamin pemenuhan seluruh kebutuhan masyarakatnya berupa sandang, pangan, dan papan. Sebagai seorang pemimpin, seyogianya mampu mengatur urusan masyarakatnya dengan baik dan terpenuhi kebutuhannya. 

Islam memerintahkan kepada setiap laki-laki untuk bekerja sebagai bentuk tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dan dalam hal ini pemerintah menyediakan lapangan kerja yang luas demi memberikan kemudahan kepada masyarakatnya dengan cara secara mandiri mengelola Sumber Daya Alam tanpa campur tangan Asing. 

Demikianlah Islam mengatur dan menyeselesaikan segala permasalahan yang terjadi  kepada masyarakat termasuk masalah stunting.

Wallahu’alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar