Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Tempat Isolasi jadi Dilema karena Dana Terbatas

Sabtu, 12 Desember 2020


Oleh: Neng Ipeh* 



Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Kesehatan menyewa dua hotel dijadikan sebagai tempat isolasi bagi penderita Covid-19. Untuk menyewa kedua hotel itu, Pemkot Cirebon harus menggelontorkan uang sewa mencapai Rp3,6 miliar selama dua bulan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto mengungkapkan bahwa sayangnya untuk saat ini Pemkot Cirebon sudah tidak memiliki dana untuk perpanjangan sewa kedua hotel tersebut.

“Dana Rp3,6 miliar itu termasuk untuk kebutuhan dana tenaga medis dan biaya asupan makanan untuk pasien. Saya sih berharap agar kedua hotel tersebut sewanya diperpanjang. Tapi itu semua tergantung kebijakan dari pimpinan Pemkot Cirebon dan menyesuaikan dengan APBD tahun 2021," katanya. (radarcirebon.com/12/12/2020)

Terbatasnya dana tentu menjadi sebuah dilema tersendiri dalam merawat pasien. Apalagi pasien yang positif covid-19 harus diisolasi dan mendapat penanganan khusus agar gejalanya tidak bertambah parah. Sehingga dana yang harus dikeluarkan tentu tidak sedikit.

Kebijakan pemerintah yang inkonsisten dan implementasinya yang tak konsekuen, telah menyebabkan umur wabah ini semakin lama. Virus sudah telanjur menyebar ke mana-mana. Telah banyak pula menelan korban jiwa hingga angka pertambahan kasus Indonesia tertinggi di Asia Tenggara.

Hal ini tentu akan sangat berbeda jika negara dipimpin dengan sistem Islam. Dalam Islam, rakyat adalah amanah yang harus diurus penguasa. Karena memang keberadaan penguasa semata untuk menyelesaikan permasalahan umat. Maka jika terjadi pandemi, tentu penguasa harus fokus penyelesaian pada keselamatan nyawa.

Nyawa manusia dalam pandangan Islam lebih berharga dibanding dunia dan isinya. Maka pengobatan harus maksimal dan ditunjang dengan sistem kesehatan yang baik. Fasilitas rumah sakit akan prima, APD (alat pelindung diri) yang cukup, tenaga medis yang banyak dan berkualitas, juga pendanaan yang sehat.

Pembiayaan untuk semua itu diambil dari kas Baitul Mal, baik dari pos harta milik negara maupun milik umum. Maka dengan begitu, apabila terjadi kasus wabah penyakit menular dapat dipastikan negara dengan sigap akan membangun rumah sakit untuk mengkarantina penderita, atau membangun tempat karantina darurat. Serta mendatangkan bantuan tenaga medis yang profesional untuk membantu agar wabah segera teratasi.

Oleh karena itu, jika kita menginginkan permasalahan pandemi ini berakhir, selain berikhtiar untuk menjaga diri dari virus, juga harus dibarengi dengan ikhtiar menerapkan Islam secara kafah, karena hanya dalam sistem Islamlah seluruh masalah akan tuntas diatasi.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. “(QS Al-A’raf ayat 96).


* (aktivis BMI Community Cirebon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar