Recent Posts

Anak Penjarakan Ibu, Bentuk Kegagalan Demokrasi Bangun Keluarga

Kamis, 14 Januari 2021


Oleh: Luthfia ‘Indana Zulfa*



Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki sopan dan santun terhadap sesama. Tatakrama di setiap daerah sudah pasti mengharuskan seorang anak berbakti kepada orang tuanya. Namun, belakangan ini banyak sekali kasus-kasus yang membuat kita mengelus dada. Salah satunya adalah yang terjadi di Demak, Jawa Tengah beberapa hari yang lalu. Seorang ibu dilaporkan oleh anaknya sendiri hanya perkara pakaian. Selain itu, pertengahan tahun lalu juga terdapat kasus anak yang melaporkan ibunya perkara motor. Dan masih banyak contoh-contoh lainnya disekitar kita.

Jika kita amati nilai tatakrama di Indonesia sudah banyak menurun. Selain karena perkembangan teknologi yang begitu pesat, Negara ini menganut sistem sekuler demokrasi. Sistem sekuler jelas-jelas memisahkan agama dari kehidupan yang menyebabkan nilai adab yang diajarkan agama tidak terlalu diperhatikan. Saat ini banyak sekali keluarga yang mempertimbangkan nilai untung dan rugi dalam setiap interaksinya. Tak heran, anak-anak jaman sekarang enggan membantu orang tuanya dengan ikhlas. Begitu pula masik bayak orang tua yang hanya menganggap anak sebagai investasi masa depan yang semata-mata mengharapkan keuntungan lebih dari anaknya ketika sudah sukses nanti. Padahal, merawat anak adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan dengan ikhlas.

Sistem sekulerisme-liberalisme menjamin kebebasan berperilaku manusia termasuk dalam ranah keluarga. Selain itu, system ini menjadikan masyarakat lemah akan Islam kaffah. Islam hanya dipahami sebagai ibadah ritual saja. Sehingga tidak terlalu mempengaruhi kepribadian manusia. Padahal, dalam Islam semua sudah diatur dengan jelas. Islam juga sudah memiliki solusi dalam setiap permasalahan termasuk dalam masalah keluarga. 

Dalam Islam, ketakwaan merupakan salah satu bagian yang harus ada dalam individu. Dengan begitu akan lahir generasi penerus yang patuh kepada Allah. Peran dalam keluarga juga akan sesuai dengan kodrat masing-masing. Sehingga menciptakan keluarga yang utuh. Islam juga mengharuskan anak berbakti kepada orang tuanya terutama terhadap Ibu. 

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu. (HR. Al Bukhari).

Aturan-aturan Islam yang menyeluruh ini, tidak dapat diterapkan dalam sistem demokrasi. Karena itu, perlu adanya sistem Islam tersendiri untuk menerapkannya secara sempurna. Dengan sistem Islam, akan membentuk keluarga yang bahagia dan minim akan perceraian. Anak juga akan memahami pentingnya berbakti kepada orang tua. Semua berjalan baik dengan sistem Islam.

*Mahasiswi IAIN Tulungagung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar