Recent Posts

Bentuk Tatanan Keluarga dengan Sistem Khilafah

Kamis, 14 Januari 2021



Oleh : Frisca Nopianita

 

Saat ini banyak kasus-kasus yang beredar tetkait anak yang tega memenjarakan orang tuanya karena hal sepele. Ini menjadi sebuah dilema terutama untuk negeri ini agar permasalahan seperti ini tidak terus berulang.  Sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com, Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono menolak laporan seorang anak asal Lombok Tengah berinisial M yang ingin memenjarakan ibu kandungnya. AKP Priyo Suhartono menolak laporan tersebut dikarenakan alasan M terlalu sepele yaitu hanya sebatas sepeda motor saja. M tidak terima uang 15 juta sebagai warisan dari ayahnya yang diberikan ke ibunya dibelikan motor dan dipinjamkan ke saudaranya. (Tribunnews.com, Senin 29/06/ 2020)

Tak dapat dipungkiri, memang saat ini generasi penerus bangsa terutama anak-anak muslim sudah banyak yang terjebak dengan arus globalisasi sekaligus datangnya benturan-benturan nilai akibat berkembangnya pemikiran yang bertentangan dengan islam.

Ada banyak faktor yang menyebabkan moralitas anak sangatlah terperosot dalam jebakan yang dibuat oleh barat. Faktor internalnya, umat islam saat ini sangat lemah dengan keyakinan akidah yang dimilikinya dan juga diperparah dengan kurangnya pemahaman aturan islam termasuk dalam lingkup keluarga. Faktor eksternalnya berupa adanya konspirasi barat dalam upaya menghancurkan umat islam dan keluarga muslim melalui serangan berbagai pemikiran sekuler, yang mana memisahkan agama dari kehidupan dan juga paham liberalisme, yang mana menawarkan kebebasan individu. Sehingga banyak dalam interaksi keluarga hanya akan dinilai pada asas rugi atau untung saja dan manjadikan anak tidak hormat pada orang tua, bahkan menjadi durhaka.

Paham tersebut menjadikan manusia bebas menentukan arah dan cara hidupnya termasuk dalam interaksi keluarga, yang mana hal ini menjadi potret umat islam yang tentunya menjadi sebuah ancaman serius untuk generasi umat islam di masa mendatang.

Tetapi tidak dengan paham islam, islam sangat menjamin selalu adanya keharmonisan dalam keluarga. Islam menjadikan keluarga sebagai benteng pertahanan dari segala ancaman yang akan menghancurkan umat islam. Tak hanya itu islam juga menjadikan keluarga sebagai awal terbentuknya pendidikan sebagai sumber pengajaran pertama dalam membentuk generasi yang bertakwa dan siap memimpin umat untuk membangun peradaban dimasa depan hingga umat islam muncul sebagai khoiru ummah.

Tidak hanya dengan terbentuknya keluarga islam saja, tetapi akan terwujud jika syariat islam dilaksanakan secara sempurna atau keseluruhan yaitu dengan tegaknya khilafah.

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam islam secara keseluruhan dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syetan. Sungguh ia musuh yang nyata bagimu” (QS. Al-Baqarah : 208)

Hanya khilafah islamiyahlah yang menjadi satu-satunya solusi yang mampu mewujudkan dan menjamin keharmonisan dalam keluarga. Dengan khilafah, dapat memastikan tiap anggota menjalankan perannya termasuk hak dan kewajiban dengan baik dan dipastikan negara khilafah menjamin kesejahteraan semua anggota keluarganya. Seperti negara khilafah memastikan tiap kepala keluarga memiliki mata pencarian termasuk menyediakan lapangan pekerjaan, khilafah mewajibkan pihak-pihak untuk bertanggungjawab pada perempuan dan anak, serta khilafah menjamin anak-anak bisa tumbuh kembang dengan sempurna sehingga melahirkan generasi umat yang berkualitas di masa mendatang. Begitulah islam dalam mengatur sebuah tatanan dalam kelurga, dengan adanya penerapan syariat islam secara kaffah maka tidak akan dikenal anak durhaka kepada orang tua.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar