Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Harapan Sebelum Ajal

Selasa, 12 Januari 2021




Oleh : Ayu Alisa 

Apa yang kita harapkan dari umur yang panjang ? Kita di ciptakan oleh Allah tidak lain untuk beribadah kepada Nya, sebagai hamba Allah. Kematian itu pasti tapi kita tidak tau akan terjadi kapan, dimana, seperti apa, kenapa dan bagaimana ? Dan itu terjadi pada siapapun makhluk hidup yang hidup di dunia. Hadist Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas bahwa Rasulullah bersabda:

"Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenungi wajah seseorang, didapati orang itu sedang bergelak-ketawa. Maka berkata Izrail: Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus oleh Allah untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak ketawa."

Seorang sahabat pernah bertanya: "Wahai Rasululloh, Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?" Rasulullah menjawab: "Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas." {HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy).

Kematian bukanlah hal yang bisa kita rencanakan, kapan kita akan mati? Dimana kita akan mati? Bagaimana kita akan mati?

Seperti halnya kecelakaan yang terjadi pada awal tahun 2021, Pesawat komersial Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak, pada Sabtu (9/1). Manager of Branch Communication PT Angkasa Pura II Haerul Anwar membenarkan hilang kontak pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Dikutip dari flightradar24, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak itu bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pukul 14.36 WIB. Sementara estimasi kedatangannya dijadwalkan pukul 15.15 WIB.

Kepala Seksi Pemerintahan dan Transit Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Surachman mengatakan, nelayan Pulau Lancang mendengar ledakan di sekitar lokasi jatuhnya Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182, Sabtu (9/1).

Nelayan Pulau Pancang juga melihat pesawat Sriwijaya Air jatuh ketika hujan deras mengguyur lokasi kejadian. “(Nelayan) sempat mendengar ledakan dua kali di bawah laut dan dia melihat pesawat jatuh, lagi hujan lebat. Menurut mereka sekitar pukul 2 siang (pesawat jatuh),” kata Surachman dikutip dari siaran langsung Kompas TV. Nelayan yang melihat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air langsung melapor ke Pemkab Kepulauan Seribu.

( https://amp.kontan.co.id/news/nelayan-melihat-pesawat-jatuh-saat-hujan-deras-di-sekitar-lokasi-jatuhnya-sriwijaya-a )

Dalam kecelakaan tersebut tidak ada batas umur, jabatan, maupun kekuasaan, jika sudah waktunya Allah panggil maka Malaikat Izrail pun tidak akan tidak mematuhi Sang Pencipta sekalipun. Oleh karena itu, sudah siapkah kita untuk bertemu dengan Allah? Amal apa yang bisa kita banggakan untuk bertemu dengan Allah dan Rasulullah?

Satu kalimat syahadat, itu sudah merupakan bukti awal bahwa kita yakin tidak ada Tuhan yang patut kita sembah selain Allah dan kita yakin bahwa Muhammad adalah Utusan Allah.  Dalam penciptaan kita manusia, Allah sudah memberikan akal untuk berfikir. Sehingga kita tau apa yang seharusnya kita lakukan dan apa yang seharusnya tidak kita lakukan ( Amar ma’ruf nahi munkar ) tentunya dengan syariat Allah yaitu Syariat Islam dimana semua sudah tercantum dalam Al Qur’an dan As Sunnah.

Allah sebagai Sang Pencipta sesungguhnya Maha Tau apa yang terbaik untuk umat Nya, sehingga tidak ada keraguan lagi dalam diri kita untuk tidak melaksanakan syariat Allah. Dan syariat Allah tentu tidak hanya di laksanakan saat Ibadah saja, akan tetapi segala aktifitas yang kita lakukan juga harus di landaskan syariat Allah secara kaffah ( menyeluruh ).

Jadi tidak ada hak kita disana untuk memilih, apa yang menurut kita baik kita ambil dan apa yang menurut kita tidak baik maka tidak kita ambil. Sedang apa yang menurut kita baik tapi itu tidak baik di hadapan Allah dan apa yang menurut kita tidak baik itu baik di hadapan Allah.

Allah berfirman dalam QS. Al Baqarah ayat 216 :

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Dan Allah juga berfirman dalam QS. An Nisa ayat 19 :

“Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”

Jika kita mempunyai banyak waktu luang dan kita habiskan itu hanya untuk hal-hal yang mubah atau bahkan maksiat, betapa merugi kita disaat banyak orang-orang mati disana menyesal karena tidak lebih memperbanyak amal baiknya semasa di dunia.

Allah berfirman dalam QS. Al Munafiqun ayat 10 :

Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh. ”

Semoga kita termasuk ummat yang di rindukan Allah dan Rasulullah.

Wallahu’alam bishowab..

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar