Recent Posts

Islam Menghapus Tuntas Aturan Bermasalah

Rabu, 06 Januari 2021





Oleh: Widdiya Permata Sari*




Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan banyak negara di dunia, termasuk Indonesia yang hingga saat ini masih menempatkan kedudukan perempuan di posisi yang tidak jelas.
Dia pun mengatakan berdasarkan hasil studi Bank Dunia, ada lebih dari 150 negara memiliki aturan yang justru membuat hidup perempuan menjadi lebih susah.

"Di dunia, enggak cuma di Indonesia memang cenderung meletakkan perempuan di dalam posisi apakah itu dari sisi norma nilai-nilai kebiasaan budaya, agama sering mendudukan perempuan itu di dalam posisi yang tidak selalu jelas," kata Sri Mulyani dalam acara Girls Leadership Class, Minggu (20/12/2020).(kompas.com, 20/12/2020)

Memang ide yang disampaikan ibu Sri Mulyani sangatlah bagus bahwa akan menempatkan wanita dan laki-laki itu sejajar. Namun menempatkan dalam hal apa yang dimaksud beliau? Kalau misalnya beliau menempatkan wanita untuk sama-sama bekerja, jelas itu salah.


Dan sampai saat ini negara membiarkan seorang wanita untuk bekerja sementara tugas seorang wanita itu bukan untuk mencari nafkah tapi tugas utama wanita itu mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anak agar menjadi generasi yang baik. Karena dengan wanita bekerja akan melalaikan tugasnya sebagai ummu warobatul bait (ibu dan manager rumah tangga/pengurus rumah tangga). 

Sudah jelas ketika wanita dibiarkan bekerja bukan menyelesaikan masalah namun menambah masalah dikarenakan ketika seorang wanita bekerja apalagi ketika wanita tersebut sudah memiliki anak maka anak akan menjadi korban karena mereka merasa kekurangan kasih sayang dan akankah timbul anak broken home. Kekurangan kasih sayang serta didikan dari sang ibu. Hal itu bisa menyebabkan sang anak menjadi salah arah.

Tidak hanya itu saja, ketika seorang istri bekerja dan suami bekerja, maka akan timbul  masalah baru selain masalah anak tapi masalah suami istri yaitu ketika gaji istri lebih besar maka akan timbul masalah baru selain masalah terhadap anak tadi,  yakni tidak sedikit perdebatan antara pasangan. Bahkan sudah banyak kejadian ketika gajih istri lebih besar sering terjadi percekcokan bahkan perceraian.

Hal ini terjadi akibat sistem yang diemban dan diterapkan di berbagai negara. Sistem kapitalisme kebanyakan negara di dunia, termasuk Indonesia di dalamnya. Sistem ini telah membawa seluruh umat ke dalam jurang kesengsaraan, termasuk perempuan. Sistem kapitalis menjadikan perempuan sebagai tumbal kerakusan para kapitalis dan bahan eksploitasi hanya untuk memperoleh keuntungan materi oleh sebagian orang.

Sebab syariat telah menetapkan kebutuhan perempuan wajib ditanggung oleh ayah, suami atau wali mereka. Sehingga dia tidak usah bersusah payah bekerja keluar rumah dengan menghadapi berbagai resiko sebagaimana yang dialami perempuan-perempuan bekerja dalam sistem kapitalis sekarang ini.

Pemenuhan kebutuhan pokok setiap perempuan ditempuh dengan berbagai strategi.
Pertama, mewajibkan laki-laki yang baligh, berakal, dan mampu untuk menafkahi para perempuan dan orang yang menjadi tanggungannya.

Allah SWT berfirman dalam Qur'an surat Ath-thalaq ayat 6 yang artinya "Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka".

Kedua, jika individu itu tetap tidak mampu bekerja menanggung diri, istri, dan anak perempuannya maka beban tersebut dialihkan kepada ahli warisnya.
Firman Allah SWT dalam Qur'an surah al-baqarah ayat 233 yang artinya "Ahli waris pun berkewajiban demikian"
Ketiga, jika ahli waris tidak ada atau ada tetapi tidak mampu memberi nafkah maka beban itu beralih kepada negara melalui lembaga Baitul mall.

Khilafah mensejahterakan perempuan.
Semua kesusahan hidup yang menimpa kaum perempuan ,tidak akan terjadi bila sistem yang mengaturnya adalah islam.
Sistem yang dibangun diatas aqidah Islam ini,meletakkan kedaulatan hanya di tangan Allah SWT. Sistem pemerintahan Islam yaitu khilafah akan menerapkan seluruh aturan seluruh rakyatnya. Dalam Islam ,pemimpin (Khilafah)adalah ra'in(pengurus).

"Imam (pemimpin) itu pengurus rakyat dan akan dimintai pertanggung jawaban atas rakyat yang dia urus." (HR al-Bukhari dan Ahmad).

Negara dalam hal ini wajib menjamin kebutuhan pokok dan dasar umat terpenuhi secara keseluruhan,baik laki-laki maupun perempuan. Dalam Islam,perempuan tidak diwajibkan untuk bekerja. Nafkahnya wajib dipenuhi oleh walinya.

 Kaum laki-laki harus bekerja agar bisa memenuhi kebutuhan para ibu dan anak-anaknya.
Untuk itu khilafah akan memastikan kewajiban ini ditunaikan oleh para laki-laki.Bila terjadi pelanggaran hingga menelantarkan keluarganya,negara akan menegakkan sanski tegas. Sementara bila karena kondisi tertentu,suami atau wali tidak bisa menunaikan kewajiban untuk menafkahi,maka negaralah yang akan mengambil alih peran tersebut.

Khilafah juga akan mengelola  seluruh sumber daya alam yang dimiliki secara mandiri.Dengan begitu akan tercipta banyak lapangan kerja yang menyerap tenaga kerja. Sehingga rakyat akan bisa memperoleh harta untuk mencukupi  kebutuhannya.Hasil pengelolaan kekayaan alam tersebut juga dapat dimanfaatkan negara  untuk membiayai penyediaan berbagai kebutuhan pendidikan, kesehatan, tranportasi dan lain-lain,yang merupakan hak dasar rakyat.

Rakyat kemudian dapat menikmati pelayanan kebutuhan pendidikan dan kesehatan tersebut secara gratis dengan kualitas terbaik. Khilafah juga menjamin seluruh rakyat dapat mengaksesnya secara mudah tanpa ada diskriminasi,baik untuk laki-laki maupun perempuan,muslim dan non muslim. Hak mereka akan di lindungi fan bila ada penguasa yang zalim,khilafah akan menindak tegas.

Dengan pelaksanaan aturan Islam yang sedemikian sempurna,kesejahteraan yang hakiki akan terwujud. Para ibu pun dapat fokus dalam menunaikan tugas utama sebagai ummu wa rabbatul bait. Ia akan bisa secara optimal mendedikasikan pikirannya dan tenaganya untuk mendidik anak-anak menjadi generasi rabbani.

Kaum perempuan tidak akan menuntut kesetaraan karena dalam sistem Islam kedudukannya betul- betul dimuliakan. Bahkan negara akan memfasilitasi pengembangan diri para ibu,sehingga bisa memberikan pengasuhan terbaik untuk anak-anaknya. Bila pun perempuan ingin bekerja,maka khilafah akan menciptakan  sistem yang kondusif dan memberikan perlindungan pada kaum perempuan.


*(Komunitas Muslimah Perindu Syurga)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar