Recent Posts

Padamnya Cahaya dari Madinah

Rabu, 13 Januari 2021




Oleh : Lilik Yani

Rasulullah SAW bersabda, “Kematian ulama adalah musibah yang tak tergantikan, sebuah kebocoran yang tidak bisa ditambal. Wafatnya ulama laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih mudah bagiku daripada meninggalnya satu orang ulama.” (HR Al-Baihaqi).

****

Kematian hanya terjadi jika ajal telah tiba
Betapa manusia sudah mengupayakan segala cara
Berharap selamat jiwa Sang Ulama
Namun betapa Allah lebih mencintanya

Berbagai musibah menimpa
Takkan menyebabkan berpisahnya jiwa dari raga
Jika ajal belum waktunya
Allah, kasihmu melebihi segalanya

Kematian sudah tercatat bagi siapa saja
Mengapa selalu menyisakan duka?
Semua akan mengalaminya
Tak terkecuali Sang Ulama

Mengapa masih meninggalkan duka?
Jika yang meninggal Sang Ulama
Jangankan kita
Rasulullah saw juga merasakannya

Meninggalnya satu Ulama
Jauh lebih terasa
Dibanding hilangnya satu suku bangsa
Betapa gentingnya

Meninggalnya satu Ulama
Bagaikan padamnya bintang bercahaya
Tak tergantikan siapa saja
Betapa beratnya

Duhai Sang Ulama
Betapa masih ku ingat semua
Saat kau berikan hadiah terindah di pagi buta
Kajian Islam usai fajar menyapa

Buku indah karyamu kau bagikan
"Cahaya dari Madinah" pindah di tangan
Betapa aku sangat gembira jadi pilihan
Hadiah atas sebuah pertanyaan

Saat itu engkau ajarkan kami sedekah Subuh
Mengeluarkan harta tercinta sebagai bentuk syukur yang ampuh
Atas nikmat dimudahkan jalankan ibadah Subuh
Siap bangun sebelum beduq ditabuh

Duhai Sang Ulama
Kini Cahaya dari Madinah telah padam
Perjuanganmu telah usai kau jalankan penuh amanah
Aku jadi saksimu Sang Ulama

Engkau Ulama sangat baik peduli umat
Rela berkorban meninggalkan Madinah tanah haram
Demi mengajarkan umat di negriku hafal al Quran
Engkau buat negeriku kembali ke jalan kebenaran

Duhai Sang Ulama cahaya dari Madinah
Kau rela sakit luka tusukan demi ajarkan al Quran
Kau prihatin lalu kau maafkan
Dalam luka bebatan, dakwah al Quran kau lanjutkan

Duhai Sang Ulama
Saat kau tahu ada anak pemulung cinta al Quran
Secepat kilat kau segera berikan bantuan
Kau angkat anak, kau bidik jadi penghafal al Quran
dan imam masjidil haram

Duhai Sang Ulama
Semua amanah sudah kau tunaikan dengan sempurna
Tak ada lagi beban tersisa
Allah memanggilmu penuh cinta

Kini Cahaya dari Madinah itu telah berpulang
Cahaya dari Madinah telah padam
Umat berduka
Dunia berduka

Perjuangan al Quran harus dilanjutkan
Ingat ketika Sang Ulama dulu berpesan
Ajarkan Islam ke seluruh semesta alam
Kembalikan cahaya agar kembali terang
Jalankan aturan Islam di seluruh lini kehidupan


Surabaya, 14 Januari 2021





Tidak ada komentar:

Posting Komentar