Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

PANGGILAN ALLAH YANG TERABAIKAN DI NEGRI KOMUNIS

Kamis, 28 Januari 2021



Oleh. Mauli Azzura

Bagi umat muslim, sholat adalah rukun islam ke dua setelah syahadat,yang dimana kaum muslimin wajib mendirikan sholat 5 waktu dalam sehari. Dan mendirikan sholat, pasti tidak akan terpisah dari panggilan Allah berupa adzan. Dijelaskan adzan dari segi bahasa artinya adalah seruan atau pemberitahuan, yakni merupakan sebuah panggilan bagi umat muslim untuk segera melaksanakan sholat. Adzan diserukan karena pertanda sudah masuk waktu sholat. Adapun orang yang mengumandangkan adzan disebut MUSTANI atau dengan istilah MUADZIN.

Sungguh mulia seorang muadzin dalam islam, yang menyerukan seluruh umat muslim untuk segera datang memenuhi panggilan Allah. Oleh karena itu muadzin adalah orang pilihan yang telah diberi amanah tersebut, sehingga dia tidak akan menyia-nyiakan amanah-amanahnya sesuai hadist :

الْمُؤَذِّنُوْنَ أُمَنَاءُالْمُسْلِمِيْنَ عَلَى صَلَاتِهِمْ وَحَاجَاتِهِمْ.

 "Para muadzin adalah orang-orang kepercayaan kaum Muslimin atas sholat dan hajat-hajat mereka."
(HR Al-Baiqali dalam al-Kubra dari al-Hasan, kitab shahihul jami' 6646)

Disebutkan bahwa muadzin adalah orang pilihan yang dipercaya oleh kaum muslimin yang dimuliakan, namun kemuliaan sebagai muadzin tidak berlaku dalam masa sekuler seperti masa yang sedang kita jalani saat ini, yang mana saat ini kita menemukan seorang muadzin mendapatkan perlakuan dzolim yang membuat kaum muslimin begitu tertusuk menyakitkan, setelah mendengar kabar, bahwa ada seorang muadzin yang di tangkap aparat hanya karena meminta mengecilkan suara musik dalam sebuah acara HUT, yang pada saat itu tengah masuk waktu sholat dhuhur. Baca. http://up.viralberitaterkini.com/2021/01/hanya-karna-minta-suara-musik.html

Kaum muslimin mana yang tidak merasakan kecewa yg mendalam begitu menyaksikan kejadian tersebut. Kejadian disaat seruan Allah telah diabaikan bahkan di kriminalisasi oleh sebagian orang yang lebih mementingkan suara musik dari pada adzan. Astaghfirullah haladzim, sangat miris saat umat mulai mengacuhkan panggilan Allah.

Adzan yang seharusnya menjadi pengingat kita akan akhirat yang kekal, berubah memilukan, dikarenakan sistem kapitalis yang menunjukan bahwa betapa banyaknya orang yang lebih mencintai dan tergiur oleh dunia, yang hanya memiliki kesenangan sesaat. Tak heran jika sekuler sudah benar-benar merasuki kaum muslimin, yang bahkan mampu membuat mereka tidak lagi bisa mengindahkan panggilan Allah sang Khaliq. Dan semua itu juga tidak akan luput dari hukum buatan manusia yang melahirkan pemimpin-pemimpin komunis yang memisahkan agama dari kehidupan.

Mereka yang abai pada panggilan Allah adalah pertanda jauhnya keimanan seseorang yang bisa memunculkan kerusakan-kerusakan aqidah pada manusia, yang mulai menampakan hilangnya hati nurani kemanusiaan, yang tidak bisa lagi menghormati agamanya. Kapitalis menciptakan aqidah yang dimana manusia menginginkan kemauanya terpenuhi tanpa memperdulikan yang Haq dan yang bathil, bahkan tidak menghiraukan sekalipun merugikan orang lain.

Jelas sangat berbeda dengan kepemimpinan dalam islam yang mengatur cara menghormati dan memberi kesempatan peribadatan agama lain. Islam mengajarkan toleransi antar umat beragama tanpa mengganggu dan mencampuri urusan ibadah agama lain, pastinya yang bisa menciptakan kerukunan antar warga dan rasa saling menghormati antar beda kepercayaan, itu hanyalah akan terjadi bila Kepemimpinan diatur sesuai syariat islam ,yang akan mampu  memberikan kenyamanan dan pengajaran sesuai aturan islam, yang bisa memberikan ketenangan bagi tiap manusia, untuk menjalankan ibadahnya masing-masing tanpa merugikan atau mengganggu orang lain, dan juga mengatur pemahaman menciptakan  pengertian yang tegas, untuk memberi kesempatan dan saling menghormati satu sama lain. Saat ini umat sedang membutuhkan kepemimpinan dalam islam yang menjalankan hukum Allah untuk menciptakanya.

Dari kejadian tersebut menunjukan adanya kedzoliman dalam menjalankan peribadatan, karena dinilai tidak adanya rasa saling menghormati antar kepentingan sesama manusia.
Maka kepemimpinan islam benar-benar dibutuhkan agar tidak lagi tercipta kedzoliman yang lebih tidak beradap lagi.
Rasulullah bersabda,

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ. رواه مسلم.
.
“Ya Allah, siapa saja yang memimpin/mengurus urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah ia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka SUSAHKANLAH DIA”. (HR. Imam Muslim)

Wallahu a'lam Bishowab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar