Recent Posts

Rezim AS berubah, Status Palestina Tak Pernah Berubah

Minggu, 31 Januari 2021



Oleh : Yauma Bunga Yusyananda

( Anggota Komunitas Ksatria Aksara Kota Bandung )

 

Rabu, 20 Januari 2021 Amerika Serikat resmi melantik Presiden baru mereka Joe Biden bersama Kemala Harris sebagai wakilnya. Joe Biden adalah Presiden Amerika Serikat ke-46 yang akan menjabat selama empat tahun ke depan. Joe biden juga menjanjikan  komunitas Muslim AS kehidupan yang lebih layak di negara tersebut. (tirto.id 29/07/2020)

Pernyataan tentang perjanjian Joe Biden pada komunitas Muslim Amerika Serikat dalam menjamin kehidupan yang lebih layak, bagi penulis pernyataan tersebut merupakan perihal kemanusiaan bukan condong kepada keagamaan ataupun kemenangan Islam. Karena Presiden sebelumnya yaitu Trump sangat rasis jika urusannya terkait Muslim ataupun Islam.

Dimulai pada Desember 2017, Trump mengakui Yerusalem yang merupakan bagian dari wilayah Palestina sebagai Ibu Kota Israel. Meskipun dikutuk berbagai negeri muslim di dunia namun Trump tetap melanjutkannya untuk seolah memberikan angin segar kepada Isarel dengan memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Mei 2018.

Tidak berhenti sampai disitu, pada saat pemerintahan Trump sebelum 2018 berakhir, pendanaan rutin untuk Badan PBB untuk Pengungsi Palestina dihentikan.  Ataupun bantuan untuk United States Agency for International Development (USAID) untuk Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza, juga dihentikan.

Namun sebenarnya, Palestina tidak akan pernah menemu kebebasannya dipihak manapun saat sistem saat ini masih memenangkan kepentingan pihak tertentu. Menuju akhir 2020, negeri-negeri arab mulai melakukan normalisasi dengan negara Israel dan tentu hal tersebut mencampakkan kemerdekaan Palestina.

Perpindahan rezim dari Trump ke Biden sebenarnya tidak mampu menciptakan perdamaian berbagai konflik di dunia termasuk di dunia Islam. Pada kenyataannya Biden pun masih menjaga stabilitas keamanan Israel disamping menjamin kelayakan hidup mbagi komunitas Muslim AS. Karena hal tersebut bukan berarti Biden menjamin kelayakan hidup bagi Muslim di seluruh dunia. Tidak berarti demikian.

Seperti diwartakan Aljazeera, beberapa kantor berita Palestina memuat pernyataan pejabat Palestina tentang arti kemenangan Biden sebagai presiden terpilih. Bahwa kemenangan Biden hanya untuk menyingkirkan keburukan perilaku Trump yang lebih pro Israel tanpa memandang Palestina sedikitpun. (tirto.id 21/01/2021)

Maka, kita sebagai muslim tidak perlu berharap terhadap siapapun kecuali kembali pada Islam. Bahkn dikatakan haram jika kita berharap kepada rezim AS karena mereka adalah non Muslim dengan berbagai kepentingan. Bahkan kita harus waspada pada pemerintahan yang tak memihak Islam meskipun dia mengakui dirinya sebagai Muslim. Karena yang wajib kita taati hanyalah Allah dan RasulNya dan wajib hukumnya mengembalikan segala urusan kepda Islam termasuk urusan Palestina.

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” [Terjemah Qur’an Surat Al Israa’ ayat 1)

Pada ayat tersebut kata “berkahi sekelilingnya” menurut Ibnu Abbas menyebutkan, yang dimaksud dengan ‘Kami berkahi sekelilingnya’ dalam surah Al-Israa [17] ayat 1 itu adalah bumi Palestina dan Urdun (Yordania). Abul Qasim As-Suhaily menyebutkan, bumi yang diberkahi tersebut adalah Syam yang meliputi Yordania, Syria, Lebanon, dan Palestina. Imam Asy-Syaukany menjelaskan bahwa negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya adalah negeri Syam (Yordania, Syria, Lebanon, Palestina) dan Mesir.

Kemuliaan Palestina dan seluruh tempat di dunia hanya bisa tercipta bukan melalui lembaga para kapitalis, namun jika seluruh wilayah diatur Islam yang berasal dari Allah Subhanahu wa ta’alaa. Dengan Islam, manusia kembali pada fitrahnya dan mengelolanya sesuai apa yang Allah inginkan. Wallohu’alam bi ash shawab.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar