Recent Posts

Sampai Kapankah Kemandirian Pangan Akan Terwujud?

Kamis, 07 Januari 2021




Oleh : Mira Sutami H ( Pemerhati Sosial dan Generasi )


Harga bahan baku tempe dan tahu meroket tajam. Dampaknya langsung dirasakan oleh pengrajin tempe dan tahu. Namun bukan hanya pengrajin yang berdampak langsung dengan kenaikan kedelai karena penikmat tahu dan tempe juga merasakannya.

Sejak dua hari lalu, tahu dan tempe mulai menghilang dari peredaran. Tahu dan tempe sangat sulit ditemukan di pasar tradisional atau penjual keliling.

Bahkan, di beberapa pasar tradisional di Kota Tangerang, Banten, tahu dan tempe tidak lagi dijual. Ternyata, penyebab tahu dan tempe menghilang karena harga kedelai yang tinggi.(Republika.co.id , 2/1/2021)

Para pengrajin mogok membuat tempe dan tahu lantaran kenaikan sangat memberatkan mereka. Termasuk di Bogor, kenaikan harga kedelai juga terjadi. Sekjen Sedulur Pengrajin Tahu Indonesia (SPTI), Musodik, merincikan bahwa dua bulan lalu harga bahan baku kedelai masih Rp 7.000 per kilogram. Namun, kini sudah meningkat hingga Rp 9.200-9.500 per kilogram.

Dengan naiknya harga bahan baku tersebut, para perajin tahu merugi karena keuntungan mereka kian berkurang. Bahkan, Musodik mengatakan 30 persen perajin tahu kelas kecil se-Jabodetabek sudah berhenti produksi karena tidak mendapat banyak keuntungan. ( Republika.co.id, 2/1/2021)

Kenaikan harga pangan memang sangat berdampak pada umat baik pedagang maupun keluarga. Dampak yang dialami keluarga adalah kesehatan bagi keluarga itu sendiri karena dengan naiknya pangan maka mereka yang keuangannya kurang memadai tidak bisa membeli. Sehingga gizi keluarga seperti anak akan berkurang. Bahkan dapat menghambat tumbuh kembang fisik dan mental anak - anak.

Mengapa kedelai naik ? Kedelai produk dalam negeri tidak mencukupi. Akibat petani tak melirik pada komoditas kedelai karena harga kedelai anjlok. Jadi tak menguntungkan pihak petani untuk menanam kedelai.

Alasan kedua adalah kebijakan pemerintah dalam impor besar - besaran membuat harga kedelai lokal turun. Petani benar-benar dibuat susah dalam hal ini. Karena untuk mencapai produk yang berkualitas butuh dana yang besar. Harga bibit, pupuk, dan biaya pegawai yang mahal namun harga jual murah sama sekali tak menguntungkan para petani. Sehingga mereka mencari alternatif tanaman lain yang menguntungkan mereka.

Semakin diperparah dengan disahkannya UU Cipta Kerja yang membebaskan negara mengimpor bahan pangan termasuk hortikultura. Hal tersebut tertera dalam UU Cipta Kerja.

UU Cipta Kerja melonggarkan impor produk hortikultura dalam revisi UU 13/2010. Beleid setebal 812 halaman itu menghapus ketentuan
"ketersediaan produk hortikultural dalam negeri dan penetapan sasaran produk dan konsumsi" dalam pasal 88 sebagai aspek yang wajib dipertimbangkan dalam impor produk hortikultura.

"lni jelas berdampak pada petani dalam negeri. Tidak ada lagi ketentuan kewajiban mengutamakan pruduk petani dalam negeri", ucap Henry Saragih ( Ketua Umum Serikat Petani / SPl ) dalam keterangannya.( Tirto.id ,26/11/ 2021)
Efek impor ini sangat berpengaruh pada harga pangan di lndonesia yang membuat harga tak terkendali. Dampak yang kedua adalah ketergantungan pada impor mengakibatkan kemandirian pangan dalam negeri terganggu. Padahal jelas - jelas tanah lndonesia itu sangat subur. Bahkan bisa dibilang surganya dunia karena apapun yang ditanam akan tumbuh subur di negeri ini.

Naik turunnya harga pangan karena dampak impor oleh negara sebenarnya bisa diatasi oleh pemerintah. Yakni keseriusan pemerintah untuk menghentikan impor pangan. Namun bisakah hal ini terjadi ?

Sistem kapitalis yang diterapkan di negeri ini memang meniscayakan kran impor dicabut. Karena faktanya penguasa dalam sistem ini ibarat penjual dan rakyat adalah pembeli. Mereka akan mencari keuntungan dari rakyatnya termasuk impor bahan pangan yang menguntungkan bagi kantong mereka.

Fakta gagalnya pengurusan umat oleh sistem yang diterapkan di negeri ini bukan barang baru. Seluruh sendi kehidupan juga semakin rumit dan tak ada jalan keluarnya. Lalu umat harus bagaimana ?

Umat semestinya harus menerapkan sistem lslam yang lahir dari wahyu Allah. Karena seluruh aturan lslam begitu rinci dan sudah terbukti selama khilafah tegak. Umat yang diatur oleh syariat secara kaffah hidup secara sejahtera selama 13 abad lamanya. Masalah umat terurai seluruhnya dan membuat hidup umat tentaram sentosa.

Lalu bagaimana lslam menyelesaikan ketergantungan impor dan menjamin kemandirian pangan negerinya ?

Salah satu kewajiban Khalifah adalah menjamin pangan, sandang , papan , keamanan, kesehatan, dan pendidikan bagi tiap individu umat. Jadi barang dan jasa harus tersedia untuk umat.

Khilafah akan berusaha memaksimalkan ketahanan pagan dengan jalan :

1. Berupaya agar umat untuk menggiatkan diri untuk bertani. Agar ketahanan pagan tercapai.Dangan jalan memberikan modal berbentuk hibah kepada petani yang tidak memiliki modal untuk mengerjakan pertaniaanya. Keuangan diambil dari baitul mal.

2. Apabila seseorang mempunyai lahan pertanian yang selama 3 tahun berturut- turut tidak dikelola maka negara akan menariknya dan memberikannya kepada orang yang mampu untuk menggapapnya.

3. Negara juga bisa membuka lahan baru apabila memang benar- benar dibutuhkan untuk mewujudkan ketahanan pagan dalam negeri. Namun dimungkinkan tidak merusak alam. Semisal dengan memanfaatkan tanah rawa ( gambut ) supaya bisa dipake untuk bercocok tanam.

4.Pemanfaatan hutan untuk pertanian selama pohon - pohon dalam hutan tidak dirusak. Misal menanam sayuran di sekitar hutan yang telah ditanam. Umat yang memanfaatkan hutan akan diawasi oleh negara. Dimungkinkan tidak merusak hutan itu sendiri.

5. Berusaha untuk tidak mengimpor barang pangan bila situasi tidak mendesak misal dengan ketika ada paceklik atau yang lainya.

6. Negara akan memantau harga agar tetap stabil dan tidak memberatkan umat. Namun negara tidak mematok atau ada monopoli harga.

7. Untuk meningkatkan hasil pertanian tentu hal yang mendukung pertanian bisa diperoleh dengan mudah dan tentu murah harganya. Semacam pupuk dan lain sebagainya.

8. Mendukung adanya teknologi bagi pertanian agar pertanian bisa maju pesat dan bisa menciptakan kemandirian pangan.


Dengan kebijakan seperti inilah maka ketergantungan terhadap impor pangan dan tentu saja ketahanan pangan bisa tercapai dengan sempurna. Nah jelas sudah masalah umat bisa diselesaikan dengan tuntas. Betapa mulianya hidup diatur dengan syariat lslam secara kaffah.

Jadi kapan lagi kita akan terus diatur dengan sistem yang tak bisa diharapkan. Oleh karena itu saatnya kita berjuang untuk menegakkan kembali khilafah dan lslam bisa kembali mengatur umat. Sehingga umat bisa sejahtera.

Wallahu a'lam Bish shawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar