Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Benarkah Seragam Jilbab di Sekolah Intoleransi?

Jumat, 05 Februari 2021
 
Oleh. Reni Tresnawati*


Beberapa waktu lalu, kontroversi pelaturan sekolah tentang diwajibkannya pemakaian seragam berjilbab/berkerudung yang dikenakan para siswi SMKN 2 Padang, baik muslim maupun non muslim, dapat sorotan publik. Hal ini mencuat ketika salah satu siswi non muslim berinisial  JC keberatan harus memakai kerudung. Hingga orangtuanya mendatangi sekolah dan protes kepada pihak sekolah, karena merasa anaknya diharuskan memakai jilbab.

Rekaman video pertemuan orangtua JC dengan pihak sekolah menjadi viral setelah Elianu orangtua JC membagikannya di media sosial.
Dengan adanya peristiwa ini, ternyata ada 46 siswi SMPN 2 Padang yang memakai kerudung, dan mereka tidak ada paksaan dari pihak sekolah untuk memakai jilbab. Mereka melakukannya dengan sukarela, hanya JC saja yang tidak memakai kerudung. Bahkan salah satu siswi non muslim, berinisial EAZ (17) menuturkan bahwa dia sudah memakai kerudung ke sekolah dari SMP. Dia mengaku pihak sekolah tidak pernah memaksanya yang non muslim untuk berjilbab.

Meskipun begitu Kepala SMKN 2 Padang, Rasmadi, minta maaf kepada siswi non muslim yang keberatan memakai jilbab. Perminta maafannya disampaikan dalam jumpa pers di Padang. Jumat (22/01/2021) yang dilansir wartakota.live.com.

Bahkan Denpasar Bali sudah diberlakukan pelarangan membuat aturan setiap siswi memakai kerudung. Berdasarkan pendataan pengurus wilayah Pelajaran Islam Indonesia (PII) Bali, ada sekitar 40 sekolah yang melarang siswi muslim memakai kerudung. Pelarangan tak hanya berlangsung di Denpasar, tetapi hampir seluruh wilayah Bali.

Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) diminta menginvestigasi  pelarangan siswi berjilbab di Bali. Khususnya di sekolah-sekolah negeri. " Harus ada investigasi langsung" kata wakil sekjen Pengurus Barat Pelajar Islam Indonesia (PBPII) Helmy Al Djufri". Senin 24/2/21. Menurut PII sudah mengumpulkan data-datanya dan bisa dijadikan masukan oleh Kemendiknas. 

Mayoritas Rasa Minoritas

Polemik yang terjadi dengan pelaturan seragam berkerudung, bagi siswa SMKN 2 Padang, bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya Ahok sebagai Gubernur DKI pada waktu itu, mempermasalahkannya, bahkan mereka akui berkerudung dengan kesadaran sendiri.

Viralnya rakaman percakapan antara salah satu orangtua murid dengan pihak sekolah, mengenai pelaturan seragam berkerudung, menjadi kehebohan semua pihak yang bereaksi menuntut pencabutan pelaturan seragam berkerudung pada siswi muslim maupun non muslim, yang sudah ditetapkan sekolah. Ini menegaskan bahwa dalam sistem sekuler ajaran Islam dianggap inteloransi, sumber lahirnya diskriminasi dan pelanggaran hak azasi manusia (HAM), karena sudah merenggut kebebasan berekspresi.

Namun, sebaliknya ketika siswi muslim di banyak sekolah secara resmi di larang berpakaian muslimah, tidak banyak yang membela, malah tak sedikit para muslimah kena perundungan dari sebagian orang yang tidak senang dengan penampilan siswa muslimah berkerudung. Ini juga menegaskan terjadinya tirani minoritas di masyarakat dan semua itu ada dalam sistem sekuler.
Islam Agama Rahmatan Lil Alamin
Dalam sistem Islam, hukum syariat baik syariat yang umum diberlakukan untuk semua warga. Di praktekkan karena sukarela maupun dorongan sistem. 

Sedangkan pakaian khusus Agamawan dibolehkan memakainya. Karena pakaian khusus Agamawan merupakan ciri khas penganut agama tertentu. 
Islam agama yang toleransi, yang senantiasa menghargai setiap perbedaan dari penganut agama lain. Toleransi beragama termaktub dalam surat Al-Kafirun.
" Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir!. Aku tidak akan menyembah apa yang aku sembah. Dan aku bukan penyembah apa yang aku sembah.  Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku. "

Islam tidak mengajarkan diskriminasi terhadap muslim maupun non muslim. Islam tidak pernah menyakiti siapa pun. Islam memperlakukan non muslim dengan baik. Selama mereka mau taat dan patuh berada di dalam perlindungan Islam. Bahkan non muslim yang pernah merasakan berada dalam kepemimpinan Islam, merasa rindu dengan kepemimpinanya. Mereka ingin Islam tegak kembali di bumi Allah, yang dipimpin oleh seorang khalifah dalam naungan khilafah Islamiyyah. Wallahu a'lam bisowab.


*( Ibu rumah tangga dan pejuang tinta)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar