Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Indonesia semakin liberal

Sabtu, 13 Februari 2021



Dari :Ratna Sari Dewi

Penduduk Indonesia mayoritas muslim, tapi sangat disayangkan hukum Islam tidak dijadikan sebagai rujukan untuk mengatur kehidupan. Faktanya aturan yang diambil adalah hukum buatan manusia. Yaitu sistem kapitalis sekuler. Yang melahirkan empat kebebasan. Dengan paham liberal yang dijunjung tinggi oleh manusia. Kapitalisasi melahirkan empat kebebasan yaitu kebebasan beraqidah, bertingkah laku, berpendapat dan hak milik. 

Kebebasan tersebut menjamin manusia untuk melakukan segala hal sekehendak hawa nafsunya. Inilah yang memicu paham liberal bercokol yang dianut oleh sistem kapitalis. 

Indonesia mengambil sistem kapitalis sebagai aturan dalam mengatur segala hal adalah sebuah kesalahan besar. Kapitalisme yang asalnya bukan dari Islam tidak bisa mengatur kehidupan umat muslim. Kapitalis adalah sistem yang berasal dari jalan kompromi antara para cendikiawan, gerejawan dan raja-raja di Eropa. Para Raja saat itu mengatas namakan agama untuk memeras keringat rakyat dan ada penolakan dari para cendikiawan. Menghasilkan paham sekulerisme. Pisahkan agama dalam kehidupan.  Disepakati bahwa agama tidak boleh ikut campur atas urusan dunia. Urusan dunia diatur sesuai kehendak manusia. Mulailah lahir banyak pemahaman yang rusak. Termasuk hidup dengan gaya liberal. 

Sistem kapitalis selalu membawa kesengsaraan, perpecahan dan perselisihan. Terbukti penguasa saat ini yang kekuasaannya diatur dengan sistem kepitalis liberal membawa Indonesia dalam ambang kehancuran.

Kebebasan beraqidah yang diatur sistem kapitalis liberal. Terbukti membawa perselisihan. Kebebasan beraqidah tersebut membiarkan manusia sesuka hatinya pindah agama. Agama dianggap sebagai ritual belaka. Dan aturan agama diambil jika ada manfaat dan mudah dikerjakan. Jika sulit atau tidak membawa manfaat itu tidak akan dijalankan. Faktanya Islam sebagai agama terbesar di Indonesia selalu menjadi perbincangan hangat dan  sering dikaitkan dengan paham liberal. Islam dianggap agama yang mengekang paham liberal. Misal opini terbaru seperti penggunaan kerudung dan jilbab bagi wanita diluar rumah dipersoalkan. Dan sekolah yang mewajibkan siswi untuk berseragam dengan kerudung juga dipermasalahkan. Karena mengekang kebebasan beraqidah. Tetapi jika ada manfaatnya penguasa hadir sebagi sarana dalam pelaksanaannya seperti dengan dana wakaf yang diopinikan untuk memulihkan perekonomian.

Kebebasan bertingkah laku juga membawa manusia diambang kehancuran. Tingkah laku yang salah tetapi tidak merugikan orang lain di biarkan bahkan di lindungi oleh penguasa. Ini yang membuat penyimpangan tingkah laku yang mengkhawatirkan bagi umat Islam. Faktanya karena kebebasan bertingkah laku di lindungi banyak kejahatan dan kriminalisasi terjadi. Seperti dalam pemenuhan naluri melangsungkan keturunan yang dibebaskan menyebabkan banyak penyimpangan seksual. Dan banyak kasus kejahatan seksual, pornografi dan pornoaksi , prostitusi anak dibawah umur dan kasus pedofil. Penguasa hanya bisa menekannya dengan sebuah undang-undang yang samasekali tidak bisa mengatasi permasalah dan menuntaskan secara tuntas. Pemecahannya hanya tambal sulam. Contoh untuk kejahatan seksual pemerintah menetapkan undang-undang kebiri untuk mengatasinya.

Kebebasan berpendapat. Dibebaskan untuk berpendapat membuat manusia sesuka hati berpendapat dan berbicara tanpa aturan. Dari sini tentang akhlak yang baik dan bertutur kata baik tidak menjadi keharusan bagi manusia. Selagi kata-kata yang digunakan tidak berpengaruh dengan orang lain. Itu dibiarkan oleh penguasa. Tercipta generasi dengan gaya bicaranya yang tidak baik. Kata yang dikeluarkan kata yang buruk menurut agama. Contoh anak remaja sekarang gemar berbicara dengan kata buruk, memaki dan berghiba. Tapi jika ada yang berpendapat dengan mengamarma'fru kezaliman penguasa. Penguasa mengebuk para orang yang berpendapat tersebut dengan undang-undang ITE dan undang-undang ujaran kebencian.

Kebebasan hak milik ini membuat manusia menjadi kapitalis sejati dengan kerakusan materai. Manusia dibiarkan memiliki apapun tanpa ada batasan. Membuat para manusia mengejar dunia sampai keujung dunia. Dan manusia dengan kerakusan rela mengambil hak orang. Cotoh penguasaan hutan kalimantan  yang dijadikan lahan perkebunan yang dimilki oleh para elit kapitalis. Akan tercipta gaya hidup hedonis.

Akibat sistem kapitalisme diterapkan untuk mengatur dunia. Banyak bencana dan permasalahan terjadi. Bencana bukan karena alam suduh tua. Tapi bencana terjadi akibat kerakusan manusia mengejar materi. Dengan menggunduli hutan, mengeksplor tambang dengan tidak menghiraukan kerusakan lingkungan.

Sudah saatnya Indonesia  mencampakkan sistem kapitalis yang merusak seluruh tatanan kehidupan. Mengganti dengan aturan Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar