Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Jangan Menjadi Generasi Pembebek

Sabtu, 13 Februari 2021
Oleh : Dahlia

Generasi TikTok merupakan generasi muda yang sebagian besar menggunakan aplikasi TikTok. Aplikasi tersebut akhir-akhir ini tengah ramai jadi pembicaraan di media online pada masa pandemi virus covid-19 ini. Aplikasi TikTok adalah sebuah bisnis startup hiburan. TikTok juga dikenal sebagai douyin, sebuah jaringan sosial dan platform video musik Tiongkok yang diluncurkan pada September 2016 oleh Zhang Yiming, pendiri Toutiao. 

Di tahun 2020 ini aplikasi TikTok kembali tenar setelah adanya kebijakan pemerintah mengenai bekerja dan bersekolah dari rumah. Aplikasi ini banyak diunduh dan digunakan sebagai sarana hiburan serta penghilang kejenuhan selama masa “di rumah aja” dalam era pandemi ini. Hingga saat ini aplikasi TikTok sudah diunduh lebih dari 100 juta penguna smartphone.

Tenarnya aplikasi ini di masa pandemi banyak menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia. Ada yang pro karena aplikasi ini dianggap mengibur dan dapat menaikkan mood serta menjadi tempat menuangkan kreativitas mereka. Namun, tak sedikit pula yang kontra karena menganggap aplikasi yang tidak berguna dan hanya membuang-buang waktu, serta berpengaruh buruk. Sudah bukan rahasia umum lagi jika sebagian besar pengguna aplikasi ini adalah remaja dan anak-anak  muda yang tengah mencari jati dirinya. Sebenarnya dalam deskripsi tertera bahwa aplikasi ini terdapat batasan usia pengguna yakni usia 12 tahun ke atas, namun nyatanya aplikasi ini kini telah digunakan oleh semua kalangan dari berbagai umur.

Para pengguna yang relatif masih muda ini belum bisa mengontrol emosi mereka. Mereka yang aktif mengunakan aplikasi ini berlomba-lomba mencari followers, like, dan view di setiap kontennya. Beberapa pengguna aplikasi ini menjadi tidak  memiliki etika hanya karena karena ingin terkenal dan banyak pengikutnya di media online. Mereka tak segan mengumbar masalah pribadi kepada publik. Mereka juga tak segan membuat konten yang negatif lainnya yang tidak bermoral. Bahkan rela korbankan diri dengan berpenampilan kurang pantas hanya demi menaikan pamor dan masuk FYP di aplikasi ini. Padahal mereka adalah generasi penerus bangsa ini.

Karena sangat banyak anak muda yang menggunakan aplikasi ini, lahirlah sebuah sebutan generasi TikTok di era pandemi sekarang ini. Dan aplikasi ini sampai melahirkan banyak artis-artis baru, yang biasa dikenal dengan sebutan artis TikTok dengan usia mereka masih relatif muda. Dalam kondisi ini peran orang tua sangat penting untuk mendampingi anak-anak mereka, dengan selalu memantau apa saja yang mereka lihat, dengarkan, dan apa saja yang mereka lakukan.

Pelajaran seperti ini lebih banyak mereka ambil dari lingkup keluarga dan cara pertemanan mereka. Etika dan moral yang mereka lakukan, juga tidak lepas bagaimana cara orang tua memberikan pengertian tentang nilai-nilai tersebut. Jika moral dan etika mereka sudah terbentuk sangat baik sejak kecil, maka mereka dapat menggunakan aplikasi apapun dengan sebgaimana mestinya. Kita semua disini memiliki peran penting dalam membimbing generasi muda untuk kemajuan Negara di era pandemi covid-19 bukan menjadi generasi pembebek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar