Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

KURANG MAKSIMALNYA PERAN NEGARA DALAM MENGHADAPI KASUS COVID-19

Selasa, 09 Februari 2021


Oleh : Arum Rusmini
              
Fakta membuktikan  setiap harinya semakin bertambah orang yang terkena COVID 19, sudah mencapai ratusan ribu jiwa termasuk dengan yang meninggal.Dalam menghadapi fakta seperti ini Pemerintah akan memperpanjang PSPB sampai tahun 2021,maka akan terprediksi bahwa rakyat Indonesia akan banyak yang terancam kelaparan, itu pasti akan terjadi   jangankan nanti sekarang juga sudah banyak yang kelaparan karena banyak yang kehilangan pekerjaan.

Dengan adanya PSPB rakyat kecil sulitnya mencari nafkah,untuk makan sehari hari saja sudah sulit,jadi tak heran semakin banyaknya jumlah angka kemiskinan,ini semua terjadi akibat kelalaian Pemerintah ketidak sigapannya menangani dan melindungi rakyat dari wabah atau virus CORONA yang mematikan ini.

Sebenarnya kalau kita telusuri COVID-19 asal mulanya terjadi di negeri Cina di Wuhan,jauh dari lndonesia,dan Indonesia tidak perlu terjadi kalau Pemerintahnya tegas untuk sementara menunda hubungan antara lndonesia dan Cina.lni malah sebaliknya,di Cina sedang merajalela penyebaran VIRUS itu eeh Pemerintah malah memasukan TKA China sampai banyak  untuk tinggal di lndonesia.
Kalau kita pikir2 untuk apa? sudah jelas jelas negara Cina sedang terkena virus corona yang mematikan itu pemerintah malah dengan senang hati membuka pintu lebar lebar untuk orang Cina.itulah dalam sistem kapitalis segala sesuatu yang dipikirkan adalah asas manfaat dan keuntungan untuk dirinya. Tidak di hiraukan rakyat akan terancam oleh virus yang mematikan itu.Setelah rakyak banyak yang kena bahkan angka kematiannya paling banyak di antara negeri2 lain,pemerintah malah menyalahkan rakyat, maka dengan itu pemerintah akan memberikan vaksin kepada rakyat, tapi dengan cara memaksa, rakyat yang tidak mau di vaksin akan di denda, dan rakyat yang mau di vaksin harus bayar, jadi banar benar membingungkan buat rakyat maju kena mundur kena, jangankan buat bayar denda buat makan saja susah,,. 
Dengan ini pakta penjajahan gaya baru dari kapir penjajah sengaja untuk menghancurkan umat islam dari berbagai aspek kehidupan, ini semua akibat dari sistem yang di terapkan yaitu Kapitalis Sekuler yang melahirkan kebebasan, yang mendorong umat terjerumus ke dalam kemaksiatan, dan tidak menghiraukan halal dan haramnya, yang penting apa yang di inginkannya tercapai, itulah sistem kapitalis yang memisahkan agama dari kehidupan.

Lain halnya dengan islam kalau di dalam islam negara harus bertanggung jawab penuh terhadap rakyatnya, seperti kebutuhan hidupnya, keamanannya, kesejahteraannya, ketenramannya dsb. 
Kalau di dalam islam sehaharusnya menjadi pemimpin bukan hanya memberi perintah saja tapi memberi contoh juga kepada umat,seorang pemimpin itu harus menjadi perisai dan pelindung umat,bukan malah sebaliknya umat di jadikan sasaran kezdoliman penguasa apalagi umat yang menyuarakan islam kaffah di intimidasi, di perkarakan,di fitnah dan sebagainya,padahal hanya islamlah yang akan menyelamatkan umat manusia di seluruh dunia,ISLAM RAHMATAN LIL  ALAMIN Rahmat bagi seluruh alam.Aamiin YRA.

         
Sukadana Ciparay Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar