Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Nak, Jangan Jadi Anak Durhaka

Selasa, 09 Februari 2021



Oleh: Erna Ummu Azizah 
(Ibu Peduli Generasi)

Orangtua mana sih yang ingin punya anak durhaka? Namun, kini bermunculan Malin Kundang zaman now. Sedih sekaligus miris. Anak yang seharusnya berbakti justru menzolimi orangtua sendiri.

Tega! Banyak anak menggugat orang tua hanya karena urusan harta. Mereka seakan lupa, bahwa orang tuanyalah yang telah membesarkan mereka, dengan penuh perjuangan dan air mata. Namun sayang, air susu dibalas air tuba.

Seperti yang banyak terjadi akhir-akhir ini. Viral, 3 anak gugat ibu kandung terkait harta warisan (Tribunnews.com). Juga, seorang ibu hendak dipenjarakan anak karena masalah motor (Kompas.com). Dan yang lebih miris adalah kasus ayah renta yang digugat anak kandung 3 milyar hanya karena masalah rumah (Detiknews.com).

Fenomena anak durhaka ini tidak datang tiba-tiba. Banyak faktor penyebabnya, diantaranya:

1. Pendidikan buruk

Sejak kecil anak tidak dididik agar bertakwa, berbakti, bersilaturahim dan mencari ilmu, maka ia akan tumbuh menjadi anak yang tidak menurut. Anak akan bertingkah seenaknya termasuk membangkang orangtua.

2. Memperlakukan anak secara buruk

Jika anak diperlakukan secara tidak baik oleh orangtua sejak kecil, maka anak akan terbiasa dengan sikap tidak baik tersebut. Hasilnya ia akan tumbuh menjadi tak terarah dan kedurhakaan yang ia lakukan.

3. Adanya pertentangan

Ketika orangtua mengajarkan suatu hal kepada anak namun keduanya tidak mengamalkan apa yang telah mereka ajarkan tersebut, malah orangtua melakukan hal yang bertentangan. Maka hal ini akan memicu anak untuk bersikap membangkang dan durhaka.

4. Kedurhakaan orangtua terhadap ibu dan ayahnya

Jika orangtua durhaka kepada ibu dan ayahnya (nenek dan kakek dari sang anak), maka orangtua akan dihukum juga berupa kedurhakaan sang anak kepada mereka.

5. Minimnya ketakwaan kepada Allah SWT.

Jika tidak ada ketakwaan dalam diri, lalu apa yang akan dijadikan pedoman hidup? Takwa kepada Allah itu harus. Dengan orangtua yang bertakwa dan mengajarkannya kepada anak, maka kedurhakaan yang dilakukan anak dapat dihindari.

Ditambah lagi, lingkungan yang buruk dan penerapan sistem kapitalis telah menjadikan hubungan diantara keluarga berdasarkan manfaat dan materi semata. Maka wajar jika lahir generasi durhaka.

Islam Sebagai Solusi

Islam memerintahkan anak untuk berbakti kepada orang tua. Allah SWT berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (QS. An Nisa: 36)

Islam pun mengajarkan adab anak terhadap orangtua, diantaranya:

1. Berkata baik dan sopan pada orangtua
2. Melaksanakan perintah orangtua dan 
meninggalkan larangannya, selama 
bukan dalam kemaksiatan kepada Allah
3. Tidak membohongi orangtua
4. Meminta maaf pada orangtua apabila salah 
dan memaafkan orangtua apabila
bersalah pada kita
5. Membantu orangtua 
dalam kegiatan sehari-hari
6. Mendoakan orangtua dengan doa yang baik
7. Merawat orangtua dengan sepenuh hati
di masa tuanya

Hal inipun perlu didukung dengan penerapan 3 pilar dalam Islam, yaitu individu, masyarakat dan negara.

Dari segi individu, hendaknya ditanamkan ketakwaan. Sedangkan dari segi masyarakat, harus terwujud kepedulian. Dan dari segi negara, wajib menerapkan Islam kaffah dalam seluruh aspek kehidupan

Agar terwujud itu semua, maka penting bagi kita untuk berdakwah; melakukan amar ma'ruf nahi munkar. Yaitu mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan. Sehingga mampu mewujudkan generasi yang bertakwa.

Allah SWT berfirman:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ … ﴿١١٠﴾

“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imron: 110)

Semoga Allah SWT memberikan kesabaran dan kemudahan. Dan semoga putra putri kita kelak menjadi anak yang sholih sholihah yang taat kepada Allah dan berbakti kepada orangtua. Aamiin Yaa Robbal 'aalamiin.

Wallahu a'lam bish showwab.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar