Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

PELUANG MENJADI REMAJA MELEK POLITIK

Rabu, 17 Februari 2021



Oleh: Tita Rahayu

Bagi kebanyakan sobat remaja pasti udah pada ngeh dengan yang namanya ‘demokrasi’. Yupz…demokrasi adalah pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat. Penerapan demokrasi di negeri ini udah berlangsung selama puluhan tahun loh, Sob. Jika dilihat dari masa berlakunya sih seharusnya demokrasi ini mampu membawa perubahan di tengah kehidupan umat. Namun faktanya tidak seperti demikian, malah semakin menunjukan kegagalannya dalam menyejahterakan umat. Meski rezimnya telah ganti berkali-kali perubahan yang dirindukan umat tak kunjung terwujud juga itu. Yang ada malah rakyat sering di-PHP-in pada saat pemilu guna mengantongi suara terbanyak. Segala bujuk-rayu dilakukan demi memuluskan jalan menuju istana kekuasaan. Setelah pemilu usai, rakyat pun terbengkalai.

 

Demokrasi merupakan sistem yang bathil, sebab kedaulatan berada di tangan manusia. Hal ini sama saja dengan manusia menandingi Allah SWT sebagai Al-Mudabir yaitu sebagai pengatur di dunia. Anyway, demokrasi tergolong sistem yang ‘pilih kasih’ juga loh, Sob. Hal ini terlihat dari sisi perlakuannya terhadap umat Islam. Bagi kaum liberalis alias kaum pengusung kebebasan mereka diberikan kebebasan dan dibiarkan untuk menyampaikan pendapatnya, beda lagi perlakuannya terhadap umat Islam yang rentan dikerdilkan dan dilarang untuk menyampaikan ajaran agama Islam secara kaffah di tengah umat. Bahkan bagi umat Islam yang mengajarkan Islam, sering di cap sebagai ajaran radikal-lah, fundamental-lah, teroris-lah dan sebagainya.

 

Di sinilah peluang kita untuk menjadi remaja melek politik terbuka lebar sob, tentunya bagi remaja yang merindukan Surga-Nya. Remaja saat ini tak seharusnya menjadi kaum rebahan, sebab secara tak kasat mata negeri kita ini masih dijajah loh, Sob. Bedanya penjajahan di tahun 45-an dengan masa saat ini yaitu jaman dulu penjajahan itu dilakukan secara fisik sedangkan saat ini penjajahan dilakukan secara pemikiran. Dampak dari perang pemikiran lebih dahsyat dibandingkan dengan perang secara fisik. Perang pemikiran inilah yang belum banyak di sadari oleh umat. Karenanya untuk memerangi hal tersebut satu-satunya cara yaitu dakwah fikriyah yang berarti dakwah pemikiran.

 

Dengan mendakwahkan pemikiran Islam di tengah umat, maka pada nantinya akan mampu melindungi umat dari serangan pemikiran yang bathil. Gak hanya itu aja Sob, dakwah pemikiran juga mampu menstimulan para remaja untuk menerapkan Islam secara kaffah di seluruh kehidupan kita. Sebab dengan ilmu,  remaja sholihah dapat menjadi seorang pejuang Islam dan paham bahwa dakwah itu sebuah kewajiban.

 

Tentunya ilmu itu kita dapat dari sumber mana pun. Sebagai remaja millennial, manfaatkanlah waktumu untuk mempelajari dan mengkaji lebih dalam lagi tentang apa itu politik yang sebenarnya. Politik sejatinya yaitu umat diatur dan diurus untuk meraih kesejahteraan dalam kehidupan secara kaffah dan adil. Melalui sistem Islam-lah umat hanya mampu merasakan keadilan yang diterapkan dalam Daulah Islamiyah.

Wallahu’alam biashowab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar