Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

100 Tahun Tanpa Kehadirannya

Senin, 15 Maret 2021



Oleh: Krisdianti Nurayu Wulandari 

Kita sudah sekian lama menjalani kehidupan tanpa kehadiran Khilafah di tengah kita. 

Dan kita sudah ribuan kali atau bahkan jutaan kali telah menyaksikan kejahatan demi kejahatan yang dihadapi umat Islam tanpa adanya pelindung. 

Kapitalisme dengan akidah sekuler nya telah sukses membuat umat Islam semakin jauh dari agamanya. Bahkan ada yang takut dengan ajaran agamanya sendiri. Atau bahkan menjadi bagian dari antek-antek Barat yang dengan sengaja bertugas sebagai pemecah belah persatuan umat Islam.

Sampai hari ini kita masih menyaksikan saudara-saudara seiman kita di bumi Palestina tengah merintih kesakitan meminta pertolongan pada dunia atas kejahatan yang telah dilakukan oleh Yahudi Israel.

Tapi apa daya?? Sampai hari ini masalah itu belum tuntas tersolusikan. 

Begitu juga dengan negeri-negeri Islam lainnya yang masih sangat rentan akan terjadinya konflik di tengah mereka. 

Dan lagi-lagi, kita tak punya kuasa untuk mengakhiri persoalan ini...

Belum lagi di Indonesia. Di tengah carut-marutnya politik Indonesia. Tak ada kata kawan sejati dalam hal ini yang ada hanyalah kepentingan abadi. Semua bersaing demi meraih kepentingannya masing-masing. Dan bualan itu sudah tak berlaku lagi,  yang katanya "Dari Rakyat Untuk Rakyat, dan Oleh Rakyat. 

Semuanya akan tetap terjadi seperti itu kawan. Jika kita tidak mampu menemukan akar persoalan yang kita hadapi saat ini. 

Saatnya kita bangun, membangun kesadaran kita bahwa kita tidak dalam kondisi baik-baik saja. Umat ini sedang sakit kawan...

Jangan biarkan sakit ini lebih lama ada pada tubuh umat. Bukankah kita ini ibarat satu tubuh?  Ada satu bagian tubuh yang sakit, sakit pulalah bagian tubuh yang lain. 

Benar sekali, penerapan mabda' Kapitalisme dengan akidah sekulernya itulah yang sejatinya menjadi akar dari persoalan yang kita hadapi saat ini. 

Mereka dengan beraninya telah menggeser kedudukan Sang Pencipta sebagai pembuat hukum. Mengganti posisi tersebut dengan diisi oleh manusia-manusia yang penuh dengan kepentingan duniawi. Yang justru malah kian membuat terjadinya konflik, percekcokan, dan perselisihan

Itulah fakta yang terjadi di depan mata kita. 
Lalu, solusi apa yang shahih dan tepat untuk menyelesaikan seluruh problematika yang dihadapi oleh umat saat ini?? 

Jawabannya hanya ada satu, yaitu dengan kita kembali melanjutkan kehidupan Islam di tengah-tengah umat. Kembali menerapkan hukum-hukum Islam secara kaaffah. Bukankah Allah telah berfirman dalam surat al-Maidah ayat 50 yang berbunyi:
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ.
Artinya: 

 _"Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?"

Oleh karenanya, kita wajib mengembalikan hal tersebut dalam kehidupan ini. Namun, semuanya itu tidak akan pernah tercapai kecuali dengan tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah.

Marilah kita bersama-sama memberikan atau mengupayakan kontribusi terbaik demi diterapkannya Islam di muka bumi ini. Dan demi tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah yang mampu menjadi pelindung bagi umat ini. Yang mampu menghentikan penjajahan-penjajahan keji atas saudara-saudara kita. 

Dan bukan hanya itu saja. Karena sesungguhnya Khilafah merupakan _taajul furudh_, yaitu mahkota kewajiban. Karena dengan adanya Khilafah, kita akan bisa melaksanakan hukum-hukum Allah secara kaaffah yang pada awalnya kita tidak bisa melakukannya secara keseluruhan. 

 _Wallaahu A'lam bi al-Shawaab_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar